15; justin

2.3K 428 79
                                        

Hula! Chapter 14 sudah update (private) sebelumnya ya! Don't forget to give your vote and review!

----------♡♥♡----------

Hyungseob berjalan ke arah meja makan. Matanya belum sepenuhnya terbuka, bahkan bangun tidurnya tadi pun terpaksa karena alarm Taehyung dari kamar sebelah terus berdering.

"Adek gue udah bangun, rajinnya."

Hyungseob menuang susu cair ke gelasnya, "alarm lo bunyi terus, ganggu!"

"Ya sorry, kirain udah Senin."

"Huh," Hyungseob mulai meneguk susunya.

"Eh, si Justin udah ngechat lo lagi belum?"

"Uhuk," Hyungseob hampir saja tersedak mendengar perkataan Taehyung, "ngapain ngechat? Kan udah lama gak chat-chatan juga."

"Gue suruh dia pdkt sama lo lagi."

"Idih apa sih! Kok iseng nyuruh-nyuruh orang gitu!"

"Abisnya lo gak tau sih, dia tiap malem ngespam line gue doang buat nanyain lo lagi apa, udah makan belum, udah tidur belum," Taehyung melempari kepala Hyungseob dengan kulit jeruk, "dia itu masih ngejar lo sejak lo nolak dia terakhir kali, waktu lo ternyata lagi dikecengin Jung Jung."

Hyungseob tidak menanggapi perkataan Taehyung, tidak peduli.

"Dia seneng banget waktu gue suruh jemput lo."

"Udah ah mau balik tidur gue."

Sekali lagi, kepala Hyungseob dilempari. Bukan dengan kulit jeruk, dengan kulit durian sekarang : )

♡♥♡

"Jin, mau kemana?"

Guanlin bertanya pada Woojin yang sedang memakai sepatunya. Memang, semalam Woojin menginap di rumah Guanlin bersama Jinyoung. Alasannya sepele, ingin menghabiskan malam dengan curhatan-curhatan tentang Hyungseob.

"Mau ke rumah Hyungseob."

"Nyari mati lo."

"Lah gue kan gak lakuin salah apapun. Gue harus tau dong kenapa dia bisa marah gitu ke gue," Woojin meraih helmnya di kursi.

"Jadi seme peka dikit lo tuh, harusnya inget-inget dong, lo punya salah apa sama si Ucup," Jinyoung yang baru saja bangun langsung bergabung dan duduk di lantai, di depan Woojin.

"Ya apa coba, kayanya gue cuma nyatain perasaan gue, abis itu digantungin."

"Eh tapi kan akhir-akhir ini lo deket sama Jihoon," Guanlin mengunyah permen karetnya.

"Oh, jangan-jangan dia cemburu sama lo!" Jinyoung menabok betis Woojin keras, "makanya, Jihoon imut buat gue aja, jangan main serong kanan serong kiri aja lo, mentang-mentang gingsulan."

"Apa hubungannya dodol."

"Gak mungkin lah Hyungseob cemburu, orang gue udah jelasin p x l kalo Jihoon cuma sodaranya Samuel yang mau pindah ke sekolah kita," Woojin berdiri, memakai helmnya, "udah ah gue mau nyamperin Hyungseob. Tekanan batin gue kalo bakalan dicuekin berhari-hari."

Setelah itu, Woojin sudah pergi dengan motornya. Guanlin hanya memandangi Jinyoung di sampingnya.

"Omongan lo tadi serius gak sih?"

Every Single Day +jinseobCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang