3; pulang bareng

3.2K 590 57
                                        

Hyungseob dan Euiwoong selesai membersihkan ruang klub saat waktu menunjukkan pukul 17.45. Sekolah sudah sangat sepi, hanya beberapa murid yang berlatih untuk pentas seni ulang tahun sekolah yang masih ada, itu pun tersisa sebagian kecil saja karena latihan berakhir pukul 17.30.

"Woong, kamu naik motor lagi?" Hyungseob bertanya pada Euiwoong yang masih asik menjilat lollipopnya.

"Nggak, mau naik bus aja deh sama hyung,"

"Euiwoong!"

Euiwoong dan Hyungseob berbalik, di sana sudah ada Woojin yang tersenyum cerah.

"Pulang bareng gue, yuk! Gue bawa motor nih," Woojin mendekat.

"Tapi Hyungseob hyung.."

Woojin melihat ke arah Hyungseob, Hyungseob tersenyum kepada Euiwoong.

"Gapapa, hyung udah biasa naik bus kok, sana pulang, keburu--"

"Udah, balik sama gue aja Woong," sekarang Haknyeon yang datang dan mengikuti pembicaraan, "lagian rumah gue searah sama lo, selisih sekiloan doang,"

Euiwoong menatap Hyungseob, bertanya apakah ia harus pulang dengan Haknyeon. Hyungseob hanya membalas dengan tatapan ya-sudah-tidak-masalah.

Setelah itu, Haknyeon dan Euiwoong sudah pergi ke tempat parkir. Hyungseob langsung berjalan keluar sekolah tanpa pamit dengan Woojin yang ada di sebelahnya. "Ngapain juga pake izin sama dia," - Ahn Hyungseob.

"Woy,"

Hyungseob berbalik saat mendengar orang di belakangnya berteriak.

"Pulang bareng gue aja, udah sore," Woojin kemudian mengisyaratkan Hyungseob untuk segera pergi ke parkiran. Namun, Hyungseob hanya diam, masih mencerna apa yang Woojin katakan.

"Ayo, malah diem lo," ia menghampiri Hyungseob dan menarik paksa tangannya.

Sampai di parkiran, Hyungseob masih terdiam, mengamati Woojin yang sibuk dengan kegiatannya, mengambil helm - memakainya - menaiki motor - menyalakan mesinnya.

"Lo gak lagi ngerjain gue kan?"

"Ya ngerjain lah, lo bakal gue turunin di jalan ntar," Woojin menjawab sekenanya.

"Ya udah," Hyungseob langsung pergi meninggalkan Woojin. Bukan sakit hati, namun lebih baik naik bus daripada dibonceng Woojin tapi diturunkan di jalan.

Woojin yang melihat Hyungseob berjalan pergi segera menyusul dan menghadangnya dengan motor.

"Yeu ngambek bang? Sini buru naik,"

"Gak usah sok baik,"

"Yang sok baik siapa coba? Gue kasian aja ntar diculik om om di jalan gimana lo? Dari sini ke terminal jalan kaki jauh kali,"

"Masa bodo kan, ngapain juga lo peduli?"

Woojin sudah tidak tahan menanggapi ocehan Hyungseob. Ia turun dan segera memasangkan helm cadangan yang selalu ia bawa di kepala Hyungseob.

"Bawel lo ah, cepet naik. Ngeselin," katanya sambil mengetuk kepala Hyungseob yang tertutup helm, "kalo gak naik, Euiwoong bakal beneran gue ambil dari lo,"

Woojin kini sudah berada di atas motornya kembali, disusul Hyungseob yang langsung nangkring di belakangnya. Dia lebih rela membonceng Woojin daripada harus dipisahkan dengan Euiwoong.

"Udah?"

"Belum,"

Mereka diam-diaman.

"Udah belum?"

Every Single Day +jinseobCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang