"Lepasin, Jin!"
Woojin melepaskan gandengan tangan Hyungseob. Sekarang mereka berdua sedang berada di kamar mandi ujung lorong, kamar mandi yang jarang dipakai --sepi-- karena jauh dari kelas.
"Gue kan udah bilang jauhin Euiwoong kenapa gak nurut sih?"
"Lah orang biasanya gue, Euiwoong, Daehwi, sama Seonho bareng kok. Kenapa sewot sih?"
Woojin tidak menjawab pertanyaan Hyungseob. Ia hanya menampakkan wajah kesalnya, sambil menahan tubuh Hyungseob di tembok.
"Apa sih peduli lo?" Hyungseob melanjutkan, masih tidak ada jawaban.
Hening beberapa saat, mereka hanya saling bertukar tatapan tajam. Hyungseob makin emosi.
Banyak hal-hal yang dipikirkan Hyungseob, tentang mengapa Woojin selalu marah dan menyiksanya tiap ia bersama sahabatnya sendiri.
Apa ia mengganggu Euiwoong?
Apa Euiwoong membayar Woojin supaya membawa Hyungseob jauh-jauh karena ia sering meledek Euiwoong?
Apa Woojin kakak Euiwoong yang tertukar?
Atau,
"Lo suka Euiwoong?"
Woojin mengalihkan pandangannya, menjauh dari tubuh Hyungseob yang ia apit dengan tembok.
"Kepo amat nanya-nanya napa sih?"
"Ya lo yang kenapa?! Aneh banget. Naksir ya naksir tapi serah gue lah mau deket Euiwoong atau nggak!" Hyungseob berlalu meninggalkan Woojin sendirian. Sebelum benar-benar keluar dari kamar mandi, ia berbalik, "lagian lo bukan pacarnya,"
Woojin mengacak rambutnya kesal sepeninggal Hyungseob.
♡♥♡
"
Hyungseob hyung lama banget, diajak kemana sih?" Daehwi mengetukkan sendok dengan mangkok baso di hadapannya.
"Sabar sebentar ya baso sayang, tunggu Hyungseob hyung datang, nanti Seonho bakal kenyang makan kamu~" Seonho mengelus mangkoknya lembut.
"Lo kok imut sih, jadi pengen memiliki,"
Semua orang mengalihkan pandangan ke arah lelaki jangkung berkulit putih di hadapan Seonho.
Pletak
Sendok Daehwi sekarang sudah mendarat mulus di kepala orang itu --Guanlin--. Korbannya hanya nyengir-nyengir ganteng.
"Mau apain Seonho gue lo?" Katanya sinis.
"Jangan marah-marah dong baby boy. Ututu,"
Kali ini sendok Euiwoong yang mendarat di kepala lelaki bule di hadapan Daehwi.
"Kardus lo!"
Mendengarnya, Haknyeon yang berencana menggoda Euiwoong mengurungkan niatnya. Ternyata Euiwoong ganas juga. - Joo Haknyeon.
Setelah menghabiskan sepuluh menit untuk menunggu Hyungseob dan melakukan aksi lempar sendok, akhirnya terlihat batang hidung Hyungseob yang pesek. Eh.
"Hyungseob hyung!" Euiwoong memanggil Hyungseob yang celingukan mencari sahabat-sahabatnya.
Hyungseob berjalan mendekat dengan tatapan kenapa-mereka-semua-di-sini?
Sesampainya Hyungseob, ia diberi tempat duduk bersebelahan dengan Euiwoong.
"Ini hyung, si kakel ganjen pada pengen ngikut ke kantin," Daehwi seakan tahu rasa penasaran Hyungseob.
"Bukan ganjen tapi ganteng. Typo ngomong tuh," Haknyeon yang sejak tadi diam membuka suara.
"Typo ngomong itu gimana hyung?" Seonho menatap polos kepada Haknyeon yang mulai menampakkan seringaian kardusnya.
Langsung saja Guanlin, Samuel, dan Jinyoung menutup mata Haknyeon. Sebelum Seonho yang polos itu menjadi korban kekardusan Haknyeon yang ke 101.
♡♥♡
Saat ini Hyungseob dan Euiwoong sedang piket di ruang klub vokal. Sebenarnya Hyungseob sedang ada banyak tugas untuk dikumpul besok pagi, namun dari pada Euiwoong sendiri, lebih baik tidak kabur dari hukuman, bukan?
"Hyung, tadi Woojin hyung ngapain sih?"
"Tau tuh, gajel," Hyungseob menjawab sembari mengepel lantai, "kayanya dia suka sama kamu, Woong,"
"WHAT?!"
"Apa sih teriak-teriak," Hyungseob menjitak kepala Euiwoong yang tak merubah ekspresi kagetnya sama sekali.
"Ya abis aneh sih, lagian sini deket aja nggak hyung,"
Hyungseob mengedikkan bahunya. Ya, tidak tahu apa sebenarnya maksud Woojin itu. Sudah pernah kubilang kan, dia itu manusia tidak jelas.
♡♥♡
Hello!!!
Chapter 2 sudah up ya, terima kasih yang sudah mau baca, vote, dan comment. Semoga yang jadi silent reader mulai tergerak hatinya untuk memencet bintang ya :') wkwk
Jangan lupa masukin Every Single Day di library dan reading list! ♥♡
KAMU SEDANG MEMBACA
Every Single Day +jinseob
Fanfiction[COMPLETED] Park Woojin, lelaki yang emosional, tidak romantis, namun memiliki rasa sayang yang besar pada satu orang. Ahn Hyungseob, tidak pernah menyangka mendapatkan hati seseorang yang bahkan terlihat membencinya di awal. [Wanna One's Park Wooji...
