"Seob, gak usah pergi sama Justin Justin siapa itu ya?"
Hyungseob mengedikkan bahunya acuh, masih asik memakan kuaci.
"Gue salah apa sih, Seob?"
Hyungseob menghentikan aktivitasnya. Bukan untuk menjawab pertanyaan bodoh dari Woojin itu, hanya saja berdiam sejenak untuk berpikir, beginikah Woojin selama ini? Merasa tidak memiliki salah sama sekali?
"Seob, jawab gu.."
"BANG!!!"
Taehyung yang merasa dipanggil dengan tergopoh menghampiri Hyungseob dan Woojin di ruang tamu, dengan rambut yang masih basah. Hmm...
"Apaan sih? Berisik banget lo mah kebiasaan teriak. Udah tau suara cempreng gitu."
"Temenin Woojin aja sini," Hyungseob bangkit dari duduknya, "gue mau pergi sama Justin."
"Lah? Temennya lagi di sini jangan main pergi gitu dong!" Taehyung menjitak kepala Hyungseob, "lagian kemarin-kemarin gak mau berurusan sama Justin, kok tiba-tiba gini?"
"BAWEEEEL!"
♡♥♡
"Sebenernya lo sama Hyungseob kenapa sih?"
Woojin yang masih betah di rumah Hyungseob --sebenarnya gengsi ketahuan Guanlin dan Jinyoung kalau dia diusir secara halus-- mengalihkan pandangan dari televisi.
"Sebenernya saya.."
"Udah gak usah saya-sayaan, wagu."
Woojin terkekeh sebentar, "gini bang, gue itu sebenernya suka sama Hyungseob."
"Bah? BHAKAKAKAKAK."
"Kok ketawa sih," Woojin bergidik ngeri mendengar tawa Taehyung.
"Adek gue pake pelet apaan ya seme-seme ganteng pada demen," Taehyung menepuk dahinya, "apa sih yang lo suka dari Hyungseob?"
"Jadi gue ganteng nih, bang?"
"Ganteng sih. Buluk doang."
"Y."
"Yeu, ngambek lo," Taehyung melempar bantal sofa ke Woojin, "jawab pertanyaan gue dulu bocah."
"Hyungseob tuh apa ya... susah dideskripsiin," Woojin menerawang sambil tersenyum-senyum kecil, "sejak kelas sepuluh, jaman mos dan gue masih sering naik bus, gue suka bareng sama dia. Eh, manis, jadi naksir. Hehe."
Taehyung nahan muntah. Bisa-bisanya adeknya yang bawel gitu dibilang manis.
"Lah, dulu kan si Hyungseob jadian sama Jungjung?"
"Ya, sejak saat itu gue mulai emosian tiap dia deket sama orang. Liat dia everytime everywhere sama si Euiwoong aja gue cemburu."
"Si dodol, Euiwoong uke juga pea!"
"Lo gak tau bang.." Woojin menampakkan muka melasnya, "tiap sama si Euiwoong, Hyungseob jadi perhatian banget. Emosi gue, takut dia jadian lagi sama orang lain, gue cuma bisa mendem perasaan."
"Euiwoong sahabatnya sejak orok weh, pantes aja kalo perhatian," Taehyung memandangi Woojin serius, "tapi lo udah nyatain perasaan lo sama adek gue kan? Terus dia gimana?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Every Single Day +jinseob
Фанфикшн[COMPLETED] Park Woojin, lelaki yang emosional, tidak romantis, namun memiliki rasa sayang yang besar pada satu orang. Ahn Hyungseob, tidak pernah menyangka mendapatkan hati seseorang yang bahkan terlihat membencinya di awal. [Wanna One's Park Wooji...
