[COMPLETED] Park Woojin, lelaki yang emosional, tidak romantis, namun memiliki rasa sayang yang besar pada satu orang.
Ahn Hyungseob, tidak pernah menyangka mendapatkan hati seseorang yang bahkan terlihat membencinya di awal.
[Wanna One's Park Wooji...
Tepat seminggu lebih dua hari Hyungseob bergabung dan berlatih dengan tim pentas seni. Besok adalah hari-h ulang tahun sekolah dan mereka sedang melaksanakan gladi bersih.
"Huah, capek~" Hyungseob mendudukkan tubuhnya di pojok ruangan, tempatnya pertama kali ketika memasuki ruang dance saat ia diundang Woojin untuk berlatih. Ruangan sudah sepi, karena sebagian anggota sudah pulang, sebagian lagi beristirahat di kantin.
"Nih," sebotol minuman disodorkan kepadanya.
"Eh, lo Jin," Hyungseob menggeser badannya, memberikan ruang kepada Woojin untuk duduk di sebelahnya.
"Capek?"
"Lumayan," Hyungseob meneguk air mineral dari Woojin.
"Imut,"
Hyungseob mengalihkan pandangannya dan menghadap Woojin.
"Apanya?"
"Lo," Woojin tersenyum lembut pada Hyungseob.
"Apaan sih masa dibilang imut, manly gini," Hyungseob mempoutkan bibirnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Eh lo, Bro," Woojin bangkit dan menghampiri Samuel, "udah mau balik lo?"
"Yoi, balik sama gue kaga? Udah ditunggu Haknyeon, Guanlin, sama Jinyoung di parkiran," Samuel melihat ke arah Hyungseob, "tapi kalo lo mau balik bareng uhuk Hyungseob ya udah sih kita kita duluan aja."
"Eh enggak enggak," Hyungseob menenteng tasnya dan berdiri, "gue mau balik sekarang kok, lagian takut kesorean, ketinggalan bus. Makasih minumnya, Jin."
"Gue anterin Hyungseob," Woojin mengambil tasnya, kemudian menepuk pundak Samuel, "lo balik sama anak-anak, gue ntar nyusul ke rumah lo."
♡♥♡
Hyungseob dan Woojin saat ini sedang berboncengan menuju ke rumah Hyungseob. Sejak pernyataan Woojin beberapa hari yang lalu, mereka sama sekali belum ada perkembangan. Memang, saat ini Woojin dan Hyungseob semakin dekat. Sering kali mereka pulang bersama, makan di kantin bersama, dan pergi ke ruang dance untuk berlatih pun bersama. Namun Hyungseob sama sekali belum terpikirkan untuk menerima pernyataan Woojin.
"Jin, lo ntar mau kumpul di rumah Samuel?"
Woojin membuka kaca helmnya, "yoi."
"Ngapain?"
"Ya biasa kumpul, kaya lo waktu kumpul sama Daehwi, Seonho, Euiwoong."
"Oh," Hyungseob mengangguk. Kemudian hening kembali. Hyungseob merasa Woojin lebih pendiam saat ini, tidak seperti biasanya yang selalu bertanya meskipun basa-basi ketika mengantarnya pulang.
Hyungseob turun dari motor dan menyerahkan helm kepada Woojin ketika mereka sampai di depan rumah Hyungseob.
"Capek ya Jin?"
"Haha, nggak kok," Woojin tertawa pelan, "semangat buat besok, Seob."
"Lo juga semangat ya, Pak Ketua," Hyungseob terkekeh, Woojin mengusak rambut Hyungseob.
"Gih masuk, udah dingin," Woojin menyalakan mesin motornya kembali, "gue balik dulu ya."
Setelahnya, Woojin pergi meninggalkan Hyungseob yang masih di depan gerbang. Ada sedikit perasaan sakit di hatinya, mengingat kebiasaan Woojin yang pergi setelah Hyungseob benar-benar masuk ke rumah tidak dilakukannya lagi.
♡♥♡
Ting tong
"Eh, elo Jin. Masuk-masuk," Samuel membukakan pintu untuk Woojin.
Mereka berdua masuk dan disambut dengan teman-temannya yang sudah ada di ruang tengah.
"Lama banget lo Jin, kemana aja?" Guanlin bertanya sambil memakan pizza yang dipesan Samuel.
"Nganterin Hyungseob dulu gue," Woojin mendudukkan diri di sofa, tepat di sebelah Jinyoung.
"Hyungseob masih ngegantungin lo?" Jinyoung ikut bersuara.
"Ya, masih hts-an lah bisa dibilang."
"Lo juga masih mau perjuangin dia?"
Pertanyaan Haknyeon menciptakan keheningan di antara mereka. Woojin memang merasa jika hubungannya dengan Hyungseob tidak ada kemajuan. Namun, bagaimana bisa dia menyerah begitu saja setelah semua yang ia lakukan untuk membuat Hyungseob jatuh cinta padanya?
"Katanya sodara lo kesini Sam? Kenalin ke Woojin tuh, siapa tau bisa bikin dia move on dari Hyungseob," Guanlin asal berceletuk.
"Wah iya, sodara lo kan manis banget tuh gue pernah liat fotonya," Jinyoung bersemangat, "kalo lo izinin sih udah gue sikat dari dulu."
"Emang kalian pengennya gue move on dari Hyungseob?"
Samuel, Haknyeon, Guanlin, dan Jinyoung saling bertatapan.
"Ehm, gimana ya Jin? Kita sih nurut aja sama siapa pilihan lo, tapi gimana kalo Hyungseob gantungin lo terus gini," jawab Samuel.
"Iya, makanya gue tanya, masih mau perjuangin Hyungseob gak? Kalo nggak ya udah cari--"
"Sam, kata tante makan malem dulu, yuk bareng-bareng."
Sial.
Saudara Samuel keluar.
Benar kata Jinyoung, manis. Benar-benar manis.
Rasanya Woojin terpana pada pandangan pertama.
----------♡♥♡----------
Chapter 10 is up!
Berhubung sudah chapter 10, maka akan ada chapter setelahnya yang diprivate, followan dulu yuk! Terima kasih kalian yang sudah selalu baca, ngevote, dan ngasih comment ♥ ditambah kalian yang nambahin ESD ke reading list dan library unch ♡ tapi jangan sider dong, kuy muncul, ifa gak gigit kok :(
Oiya, selamat hari raya idul adha bagi semua yang merayakannya ♥♥♥♥♥