8; pernyataan

2.6K 495 50
                                        

"Gue gak peduli soal Euiwoong jomblo atau gak,"

Woojin tersenyum sembari menanggapi ucapan Hyungseob. Hyungseob hanya terdiam, masih tidak percaya dengan apa yang Woojin baru saja lakukan.

"Lo.. lo kenapa sih?"

"Kenapa apanya?"

"Apa sih lo mah!" Hyungseob mempoutkan bibirnya, "kenapa cium cium gue di depan umum gini ih!"

Woojin tertawa melihat tingkah Hyungseob, tawa yang benar-benar baru Hyungseob lihat dari Woojin selama ini.

Woojin tertawa melihat tingkah Hyungseob, tawa yang benar-benar baru Hyungseob lihat dari Woojin selama ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kok ketawa sih?!"

"Abisnya emang gue gak boleh cium lo?"

"Ya iyalah, emang lo siapa gue?"

Woojin terdiam sejenak, kemudian menghadap ke arah Hyungseob dan menggenggam tangannya.

"Jujur Seob, gue nunggu hari ini banget. Hari di mana gue bisa minta maaf ke lo atas semua yang gue lakuin ke lo selama ini. Buat perlakuan gue yang selalu kasar sama lo tiap gue liat lo jalan bareng Euiwoong, gue minta maaf," nada suara Woojin berubah serius.

Hyungseob semakin canggung, bahkan jika disuruh memilih, ia lebih memilih Woojin seperti biasanya.

"Alah sans aja, Jin," Hyungseob mencairkan suasana, tersenyum canggung, dan melepaskan genggaman tangan Woojin.

"Gue suka sama lo."

Hyungseob membelalakkan matanya, masih menghadap Woojin yang kini menatapnya serius.

"Jangan becanda, gak lucu," Hyungseob berdiri dari duduknya, "gue balik dulu Jin," lanjutnya dan melangkah meninggalkan Woojin.

Baru beberapa langkah ia berjalan, Woojin sudah menarik kembali tangannya.

Cup

Woojin kembali menciumnya! Bukan pipi, Woojin mencium bibirnya!

Dalam keadaan yang masih shock, Hyungseob telah berada dalam pelukan Woojin.

"Gue serius suka sama lo. Gue sayang sama lo, Ahn Hyungseob," Woojin mengeratkan pelukannya pada Hyungseob.

Tidak ada jawaban. Namun beberapa waktu kemudian, senggukan mulai terdengar.

"Seob, lo nangis?" Woojin melepaskan pelukannya, menatap Hyungseob yang ada di hadapannya.

"Kenapa? Gue gak maksa lo jawab sekarang kok, gak usah nangis gini," Woojin mulai mengusap kedua pipi Hyungseob.

...

...

"Nggak Jin, lo bau keringet hiks," Hyungseob menyedot ingusnya jorok, "pulang gih mandi.."

Woojin be like :

Woojin be like :

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Untung sayang." - Park Woojin to Ahn Hyungseob.

♡♥♡

"HAH SERIUSAN?"

Saat ini Hyungseob, Daehwi, Seonho, dan Euiwoong sedang berkumpul di rumah Seonho. Karena orang tua Seonho bekerja sampai malam dan Seungho, adik Seonho sedang tidur siang, mereka memutuskan kegiatan rutin tiap hari Minggu (read: ngerumpi) mereka di rumah Seonho.

"Heem, ya gitu lah. Tadi aku langsung kabur gitu aja pulang. Abisan Woojin jadi gitu banget," Hyungseob meneruskan ceritanya sambil memakan kripik pedasnya.

"Tapi sebenernya hyung suka juga gak sih sama Woojin hyung?"

Hyungseob terdiam mendengar pertanyaan Seonho. Kalau dipikir, Woojin sempat menarik perhatian Hyungseob. Tapi dulu, ketika ia baru saja masuk dan melihatnya menampilkan dance di acara penutupan MOS.

Hyungseob mengakui betul, dulu perasaannya memang bertambah setiap harinya. Terlebih ketika sejak kelas X Woojin sudah mengikuti klub dance yang waktunya bersamaan dengan klub penelitian yang diikuti Hyungseob.

Namun, perasaan Hyungseob pada Woojin hilang perlahan saat Jung Jung menembaknya. Dengan beberapa pertimbangan, Hyungseob menerimanya dan perasaan istimewa terhadap Woojin pun sirna sempurna.

Line!

"Hyung ada chat masuk tuh," Daehwi membuyarkan lamunan Hyungseob.

Ia membuka handphonenya dan untuk kesekian kalinya dikagetkan oleh Woojin untuk hari ini.

Park Woojin
Seob, udah di rumah?
13.27

"Siapa hyung?"

"Woojin."

Seonho, Daehwi, dan Euiwoong refleks mendekatkan diri ke handphone Hyungseob.

"Ah modus tuh modus," Euiwoong nimbrung.

"Modus modus gitu Hyungseob hyung juga suka," Daehwi menggoda Hyungseob.

"Jangan gitu dong! Hyungseob hyung marah tuh, merah kan mukanya!" Seonho memeluk Hyungseob dari samping.

Hyungseob yang memang sudah memerah wajahnya --karena malu-- lari keluar dan menuju rumahnya. Sesampainya di kamar ia mengibas-ibaskan tangannya di depan wajah.

"Argh! Park Woojin!!!!!"

Line!

Park Woojin
Kok cuma diread?
13.38

Ahn Hyungseob
Udah di rumah kok
13.39

Park Woojin
Gue udah mandi Seob
13.41

"LAH TERUSSSS?" Hyungseob berteriak.

"Dek? Kenapa?" Mama Hyungseob masuk ke kamarnya.

"Eh, gapapa ma hehe."

"Jangan teriak-teriak dong, nanti kaget semua tetangga. Dah, bobo siang sana," pesan mama sembari keluar kamar.

Ahn Hyungseob
Oh iya. Bagus deh
13.45

Park Woojin
Gue telpon ya?
13.46

Belum sempat Hyungseob membalas pesan Woojin, panggilan dari Woojin sudah masuk ke handphone Hyungseob.

"Iya Jin, apaan?"

"Lagi ngapain, Seob?"

"Lagi tiduran aja sih, abis kumpul di rumah Seonho."

"Gue juga lagi tiduran nih, cie jodoh."

Krik.. krik..

"Haha cie," Hyungseob menanggapi dengan wajah yang masih benar-benar datar.

"Hmm, kalo misalnya emang jodoh, mau gak buka hati biar resmi?"

----------♡♥♡----------

Sudah up!♡

Maaf semalem nggak bisa up karena pulang malem malah keasikan nonton timnas.

Yaudahlahyaaa, vomment saja hihi. Terima kasih!

Every Single Day +jinseobCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang