Double up! Vote dulu yeorobun~
----------♡♥♡----------
"Sam, kata tante makan malam dulu, bareng-bareng yuk."
"Nah ini sodara lo kan Sam?"
"Anjir anjir"
"Kok imut?!"
Woojin diam saja, masih mengamati gerak gerik lelaki manis saudara Samuel itu yang terkikik mendengar kata-kata Haknyeon, Jinyoung, dan Guanlin.
Yang dipandang pun akhirnya merasa risih dan membuyarkan lamunan Woojin.
"Halo, kok ngalamun?"
"Eh eh," Woojin sadar dan menggaruk tengkuknya.
"Aku Park Jihoon, kamu?" Lelaki yang bernama Jihoon itu mendekat dan menyodorkan tangannya, menawarkan untuk berjabat tangan, "jangan banyak ngalamun ih, gak baik."
Samuel, Haknyeon, dan Guanlin sudah cie cie di belakang. Kecuali Jinyoung, ia masih takjub, sama dengan Woojin.
"Ah, gue, sorry, aku Park Woojin," Woojin menjabat tangan Jihoon canggung.
"AELAH AKU-KAMU-AN, GAK COCOK BRE," lambe turah milik Guanlin berceletuk kembali.
"Diem deh lo mah ngerusak romansa dua insan aja," Haknyeon, pendukung setia Woojin move on, menjitak kepala Guanlin sekonyong-konyong.
"Jihoon, ayo makan malam."
Bukan Woojin,
Bukan Samuel,
Bukan juga Budhe Sumiyati. loh? eh?
Tapi Jinyoung yang menggandeng Jihoon. Mencuri start!
"Eh apaan sih!" Woojin mendorong tubuh Jinyoung supaya menjauh dari Jihoon.
"Wey, sans dong Bro," Jinyoung mulai ngegas, menanggapi Woojin. Jihoon hanya cengengesan pula.
"Kalian kenapa sih? OH MY GOD! Malah rebutan kakak gue lagi, buru ke dapur, makan lo pada!" Samuel menggiring mereka berlima seperti kambing.
♡♥♡
"Kok Woojin belum ngechat gue ya?"
Hyungseob memainkan handphonenya. Sedetik dihidupkan, sedetik kemudian dimatikan kembali.
Akhirnya ia memutuskan bermain Candy Crush. Sampai beberapa menit, ia rasa lebih dari 10 menit, masih tidak ada notifikasi dari Woojin. Padahal biasanya mulai pukul tujuh pasti Woojin sudah memenuhi taskbar handphonenya.
Drrrt drrrt
Panggilan masuk!
Ternyata bukan Woojin, itu video call dari grup uke hits, yang anggotanya sudah tertebak. Padahal Hyungseob sudah menolak keras dia jadi uke, berbanding terbalik dengan kenyataannya. Tapi ya sudah, mengalah saja untuk sahabat sekaligus adik-adiknya itu.
"Hyungseobie hyung!"
"Ih masa Hyungseob Hyung doang yang disapa, Seonho nggak," Seonho terlihat cemberut di sana, membuat Hyungseob terkekeh.
"Kan vidcall kali ini buat nyemangatin hyung yang besok pentas. Jangan ngambek dong Ho."
"Oh iya, semangat Seobie Hyung!"
"Semangaaat!"
"Yeaaay!"
Hyungseob tersenyum kepada sahabat-sahabatnya, namun tak dipungkiri, ia sedang menahan perasaan sakit di hatinya, hanya karena Woojin yang sehari ini berubah total terhadapnya.
"Seobie Hyung?" Euiwoong memanggilnya.
"Hm? Kenapa Woongie?"
"Hyung lagi ada masalah? Atau kecapekan?"
"Kalo Hyung kecapekan kita udahin aja gapapa kok vidcallnya, besok lanjut di sekolah," Daehwi menambahkan.
"Iya Hyung, tapi jangan lupa abis siap-siap temuin kita dulu ya!"
"Hyung cuma ada pikiran aja," Hyungseob memposisikan dirinya tidur di kasur, "tapi besok aja Hyung ceritanya ya, kalian istirahat juga gih."
"Iya, Hyungie! Dadah~"
Pip
"Ah.." Hyungseob mengusak rambutnya kasar. Kenapa kehilangan perhatian seorang Woojin membuat hati dan pikirannya kacau seperti ini?
"Tante, kita balik dulu ya."
Woojin, Haknyeon, Guanlin, dan Jinyoung berpamitan. Di samping Samuel ada pula Jihoon dan mamanya.
"Iya, hati-hati ya sayang, cakep," mereka berempat salim dengan mama Samuel.
"Hoon, kita balik ya?" Woojin tersenyum lembut pada Jihoon.
Jihoon membalas senyumnya, "iya hati-hati ya Jin," kemudian tersenyum pula pada Jinyoung dkk, "Jinyoung, Guanlin, Haknyeon juga hati-hati."
"Leleh gue tulung," - Bae Jinyoung, naksir Jihoon sejak awal melihat fotonya tapi nyaris ditikung Woojin.
♡♥♡
Hyungseob celingukan mencari Woojin yang tidak terlihat di basecamp. Mereka sedang bersiap untuk pentas, menggunakan setelan jas sekolah berwarna abu-abu dan celana hitam, jangan lupa liptint yang dipakaikan paksa oleh Kenta, yang menjadi make up artist hari ini.
"Cari siapa Seob?"
Hyungseob tersenyum melihat Gunhee yang merangkul badannya.
"Woojin, Hyung. Liat?"
"Oh tadi kayanya liat deh," Gunhee melepas rangkulannya dan mengetuk-ngetuk dagunya, berpikir, "kalo gak salah lagi ketemu gengnya itu."
"Oh gitu, ya udah deh."
"Eh, tapi tadi ada cowok satu, imut, tapi bukan anak sini deh, gak pernah liat gue."
Hyungseob mencoba mengira siapa cowok imut yang dibicarakan Gunhee.
"Mereka di mana, Hyung?"
"Deket panggung Seob, samperin aja."
Hyungseob segera melesat ke arah panggung di lapangan tengah. Suasana belum ramai karena masih jam 6.30, sedangkan anak-anak yang tidak tergabung dalam tim pensi diwajibkan datang pukul 7.
Ia memicingkan matanya ketika melihat Woojin di sebelah kiri panggung, tersenyum bahagia. Tapi ia tidak melihat keempat temannya yang lain, ia hanya melihat Woojin bersama dengan seorang lelaki manis yang tingginya di bawah Woojin beberapa senti.
"Apa cowok itu yang dibilang Gunhee Hyung? Kenapa Woojin berdua sama dia?" - Ahn Hyungseob, ada nyelekit-nyelekitnya gitu.
----------♡♥♡----------
Chap 11!
Vote lagi yang banyak ya, biar semangat nulis. Gomawo! ♥
Note : aku gak benci Jihoon kok ciyusan :(
KAMU SEDANG MEMBACA
Every Single Day +jinseob
Fanfiction[COMPLETED] Park Woojin, lelaki yang emosional, tidak romantis, namun memiliki rasa sayang yang besar pada satu orang. Ahn Hyungseob, tidak pernah menyangka mendapatkan hati seseorang yang bahkan terlihat membencinya di awal. [Wanna One's Park Wooji...
