[COMPLETED] Park Woojin, lelaki yang emosional, tidak romantis, namun memiliki rasa sayang yang besar pada satu orang.
Ahn Hyungseob, tidak pernah menyangka mendapatkan hati seseorang yang bahkan terlihat membencinya di awal.
[Wanna One's Park Wooji...
Hyungseob saat ini sudah ada di klub dance. Ia masih sendiri, bahkan Woojin yang memaksanya bergabung justru datang terlambat.
Ia memutar musik yang dikirim Woojin dengan headset dan mulai menghafal liriknya. Lagu itu terlalu sulit untuknya, ia tidak yakin dapat menyelesaikannya dengan baik.
Setelah 20 menit, barulah ruang klub dance ramai. Hyungseob melihat banyak anak angkatannya, namun ia hanya dekat dengan sebagian dari mereka yang pernah satu kelas setahun lalu dan sebagian dari mereka yang mengikuti klub penelitian dengannya sewaktu kelas X.
"Hyungseob!"
Yang dipanggil mendongak, melepas headsetnya.
"Gunhee hyung!"
Lee Gunhee, anak kelas 12 yang juga seniornya di klub menyanyi. Ia dekat dengan Hyungseob karena dulu Gunhee lah yang memberi test kepada Hyungseob saat oprec klub.
"Ya iyalah, Seob. Woojin kan ketua pensi tahun ini."
"Oh. Tapi sebenernya gue gak terlalu minat ikut pensi sih hyung. Hehe."
"Loh, kenapa? Gue aja ikut walaupun udah kelas akhir," Gunhee mengeluarkan kertas lirik seperti yang pagi tadi Woojin berikan pada Hyungseob dari tasnya, "itung-itung nambah pengalaman dan bakal jadi kenangan."
Hyungseob hanya ber-oh ria, kemudian pintu kaca di ruangan itu terbuka. Dua orang masuk, salah satunya tidak lain dan tidak bukan, Park Woojin. Namun yang membuat Hyungseob terkejut adalah orang yang bersama Woojin.
"Sore guys, sorry telat," Woojin bergabung dengan teman-temannya.
"Yah lo mah!"
"Ketua kok telat sih!"
"Huuu!!!"
Hyungseob menahan ketawanya, ingin meledek Woojin tapi tidak sampai hati. Hehe.
"Oh iya, kita ada anggota baru nih," Woojin menunjuk orang yang datang bersamanya, "kalian pasti udah kenal kan? Tapi formalitas kenalan dulu boleh lah bang,"
"Haha oke, halo gue Zhu Zhengting, panggil aja Jung Jung. kelas XII IPA 3, senior klub dance," orang itu memperkenalkan diri.
Setelahnya banyak murid yang histeris, terutama cewek-cewek dan para uke. Beda dengan Hyungseob yang diam saja di pojokan.
"Seob, dia mantan lo kan?" Gunhee bertanya pada Hyungseob tanpa mengalihkan pandangannya dari Jung Jung, "ganteng juga."
"Oh iya, ada anggota baru juga tuh di pojokan," baru saja Hyungseob ingin menjawab pertanyaan Gunhee, Woojin sudah menoticenya, "sini kenalan juga lo."
Apes, Jung Jung menatap lekat Hyungseob. Dia antara kaget, bingung, dan deg degan dibuatnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hyungseob berdiri dari duduknya, membungkuk sebentar, lalu mulai memperkenalkan diri.
"Halo, Ahn Hyungseob dari klub vokal. Kelas XI IPA 1, mohon bantuannya," Hyungseob membungkuk sekali lagi dan langsung kembali mendudukkan dirinya, menunduk, berpura-pura sibuk dengan kertas liriknya. Ia tidak nyaman dengan tatapan-tatapan orang baru, namun lebih tidak nyaman lagi melihat tatapan Jung Jung.
"Biasanya nyablak juga sok kalem lo Seob! Haha," Haknyeon yang duduk di dekat Woojin menanggapi sikap Hyungseob.
"Deg-degan ya Seob, ada Jung Jung hyung?" Ini Donghan, anak kelas sebelah yang kalau ngomong tidak pakai rem. Minta dikarungin memang :)
Gara-gara perkataan Donghan, semua orang menatap ke arah Hyungseob dan Jung Jung bergantian. Memang, tidak banyak orang yang tahu bahwa mereka berdua pernah berpacaran, hanya murid sekelas mereka, beberapa kelas sebelah, dan sahabat-sahabat keduanya.
Suasana menjadi tidak kondusif. Woojin yang sedari tadi memilih diam akhirnya membuka suara.
"Ayo latihan! Yang punya bagian nyanyi latihan dulu sama lagunya, yang dance latihan bareng Daniel hyung, lancarin biar bisa ajarin anak anak vokal!"
"Yes, boss!"
♡♥♡
Malam harinya Hyungseob begadang. Tugasnya terlalu banyak dan waktunya tersita karena latihan. Dua gelas kopi sudah ia habiskan, namun kantuknya masih saja datang.
Drrt drrt
Hyungseob memandang layar handphonenya di sudut meja.
1 new message from Park Woojin
"Lah, kenapa ngechat malem-malem coba," katanya sambil membuka pesannya.
Park Woojin Seob 23.15
Ahn Hyungseob Yo? 23.16
Park Woojin Lah beloman tidur? Udah hafal blm lagunya? 23.18
Ahn Hyungseob Blm, lagi nugas. Udh apal dikit, tapi bagian reffnya agak ketinggian buat gue 23.21
Park Woojin Halah nayana nayana doang ae susah lo! 23.21
Ahn Hyungseob Coba lo nyanyi kalo bisa! Tinggi bgt itu nadanya elah -_- 23.25
Park Woojin Sent a voice note 23.31
"HAHAHAHAHAH anjir suaranya," Hyungseob tertawa mendengar voice note yang dikirim Woojin. Terlalu keras sampai Taehyun, kakaknya marah-marah dari kamarnya.
"Oneul bam ju-ingong-eun naya na naya na, naneoman-eul gidalyeo on naya na naya na,"
Awalnya memang suara Woojin stabil, tapi setiap bagian naya na, suaranya tidak sampai.