sembilanbelas-ending2?YW

3.3K 231 22
                                        


" Sejauh mana pun aku melangkah dan berlari , kepadanya juga aku kembali .

Karna disana lah hati begitu nyaman berdiam . Ada rindu yg terus bernyawa . Membawa ingin ku selalu kembali kepadanya ."

          ¡unfreeheart♡♡

"Tidak apa yoona . Jangan malu untuk mengatakan bahwa kau masih mencintai nya"

'Karna aku pun tidak malu mengatakan bahwa aku masih mencintai mu , meskipun kau telah menjadi istri saudara ku .
Benar kata stella , mencintai mu boleh tapi memiliki mu jangan'

"Dan yoona , semoga pilihan mu ini yg terbaik . Dan tidak akan membuat mu menyesal dikemudian hari nya "

'Yah menyesal , seperti aku . Sibodoh yg bahkan tidak sempat memperjuangkan mu . Sibodoh yg sudah dulu mengangkat tangan sebelum melakukan peperangan .
Maafkan aku yoona , seandainya aku tidak bodoh dan malah merelakan mu dengan pria yg selalu menyakiti mu .
Seandai nya aku mau berjuang , berjuang membuat mu menerima ku , berjuang membuat mu melihat aku , berjuang membuat mu jatuh hati pada ku .

Kau tidak akan seperti ini yoona'

Bisikan hati seorang yunho-ygtampan .

"Noona....!!!"

"Eoh ! Kau sudah pulang ?"

Baekhyun mengangguk cepat , lalu menjatuhkan tubuh nya disofa .
Memijit lagi pelipis itu .
Diri nya pun tengan digunduh gulana .

"Yaaakkk ... kau bolos lagi"

Yoona tersadar
Ketika dilihat nya jam baru menunjukkan pukul sebelas siang .
Hujan sudah redah , digantingan dengan angin* dingin .

Yunho sudah setengah jam yg lalu pergi bersama dengan adik nya .

"Hemm .. aku sedang malas noona"

Wanita itu mengela nafas kasar

"Sedang malas ? Kau memang selalu malas im baekhyun"

Pria tampan itu hanya cemberut

"Aku benci bila hanya membaca dan terus membaca . Mendengarkan apa yg dikatakan dosen , itu sangat membosan kan  setidak nya lebih menyenangkan bermain alat musik sambil bernyanyi"

Dia juga mengela nafas .
Membayangkan betapa indah nya jika dia bisa mewujudkan mimpi nya menjadi seorang penyanyi .

Yah , keinginan nya memang menjadi seorang musisi .
Tapi apalah daya nya , dia lelaki seorang dalam keluarga nya .
Kepada siapa lagi jika bukan diri nya yg akan menggantikan posisi ayah nya , untuk memimpin perusahaan milik mereka .

"Baekhyun-aa ..."

Kakak nya itu mendekat , mengambil posisi duduk .
Lalu kepala baekhyun ditaruh nya dipaha mungil milik nya .
Dielus pelan anak rambut yg menutupi kening adik nya itu .

"Kau masih memikirkan itu"

Baekhyun terkekeh , lalu dengan cepat menyambar tangan kakak nya , mengenggam tangan itu erat . #kokmerekasweetbagetsii

"Noona tenang saja . Apa pun yg aku ingin kan itu tidak lah penting . Yg terpenting kau dan appa bahagia"

Lelaki itu memejamkan mata nya , mencari tempat ternyaman untuk diri nya tertidur .

belakangan ini insomnia menyerangnya , membuat diri nya tidur dijam 4 dan bangun dijam 7 .

"Hyunie-aa ... cobalah sekali fikirkan kebahagian mu . Kau sudah cukup menderita bila hanya memikirkan perasaan noona dan appa"

Unfree HeartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang