Shendy’s pov.
Markas kami berpindah ke toko baju di seberang markas lama kami yang tidak lagi layak di tempati.
Setelah semua kardus sudah kami pindahkan dari markas lama ke markas baru, kami menarik pintu besi markas baru kami, menguncinya, kemudian menutup pintu kaca dan merantainya.
Di dalam, kami hanya berdiam diri, sibuk dengan pikiran masing-masing.
Kedua remaja yang baru bergabung dengan kami sedang memakan sebungkus roti, Gavin dan Vahreza sudah tertidur di pojok ruangan.
Sedangkan Naia, ia hanya berbaring di sebelah Gavin, menatap lurus ke langit-langit dengan tatapan kosong.
Sepertinya ia benar-benar terpukul dengan kematian temannya.
“Apa dia baik-baik saja?” remaja lelaki itu bertanya sambil mengarahkan pandangannya pada Naia.
“Ya, tidak, entahlah” kataku.
“Oh ya, namaku Aditya, yang ini Adinda” ia mengulurkan tangannya mengajakku untuk berjabat tangan dengannya.
“Aku Shendy, yang tadi membawa palu raksasa itu Vahreza, yang membawa pedang itu Gavin, dan yang baru saja kehilangan temannya itu Naia” kataku mewakili teman-temanku memperkenalkan dirinya kemudian menjabat tangan Adit.
“Oohh…salam kenal” katanya kemudian tersenyum.
Aku mengangguk, kemudian kembali berdiam diri, sibuk dengan pikiranku sendiri.
Apa kehancuran dunia ini akan terus berlanjut? Apa kami semua bisa bertahan hidup?.
Batinku dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Hola 👋
Pengumuman! Jadwal update mulai sekarang gk teratur 🙏 maaf banget, semakin banyak tugas sekolah yang harus author kerjakan.
Bahkan weekend pun masih harus ngerjakan PR.
Maaf 2 chapter kali ini pendek banget 🙏 author bener-bener lagi kehabisan ide.
Please keep reading my story guys!
Jangan lupa vote 😉

KAMU SEDANG MEMBACA
3012
Mystery / Thriller90% penduduk Indonesia telah terinfeksi sebuah virus mematikan. Hanya beberapa orang saja yang masih bertahan. Segerombol remaja SMP yang bertahan hidup bertemu dengan 2 warga negara asing yang terjebak di Indonesia. Bersama-sama mereka berusaha ber...