Sehari setelah Hanna menyadari kebodohannya yang menghabiskan malam dengan lelaki asing, ia semakin disibukkan dengan berbagai jadwal rapat yang dipadatkan. Dengan sengaja, Hanna mempercepat perjalanan bisnis tersebut dengan maksud supaya bisa segera kembali ke New York. Ia bahkan meminta pesawat perusahaan untuk menjemput, yang membuat ayahnya terheran karena biasanya Hanna lebih memilih menggunakan pesawat komersial.
Begitu juga yang terjadi dengan Nathan. Dia memutuskan kembali lebih awal dari jadwal liburan yang sudah ditentukan dan melimpahkan urusan penyelidikan pada Anderson. Bukan bermaksud untuk menyerah mendapatkan wanita yang telah memberinya malam menggairahkan. Justru dia memiliki rencana lain mengenai hal tersebut.
Di area penjemputan John F. Kennedy Airport, para wartawan menunggu kepulangan Jonathan Wilson dari liburannya di Bali, Indonesia. Entah dari mana mereka mendapat kabar bahwa Nathan akan tiba hari ini. Padahal seharusnya masih dua hari lagi Nathan akan kembali.
Ethan bersama Henry dan beberapa teman pengawalnya, langsung mengamankan Nathan setelah ia muncul dari pintu arrival. Nathan memaksakan senyumnya ke arah kamera yang membidiknya.
"Sialan! Bagaimana mereka bisa tahu aku liburan dan kembali hari ini?"
"Cukup diam dan tetap tersenyum, Nate. Dan ingat, jangan jawab satu pun pertanyaan dari mereka. Cukup bilang kau akan membuat konferensi pers lusa nanti," kata Ethan mengingatkan.
Nathan mendengkus, "Baiklah."
____________
Dua hari kemudian, di lobi Imperial Hotel.
"Ingat Nate, jangan membuat masalah. Cukup jawab pertanyaan mereka sesuai apa yang manajemen sepakati. Kau bisa mengingatnya dengan baik, kan?" bisik Ethan memperingatkan Nathan, sesaat setelah mereka duduk di hadapan para wartawan.
"Kau meremehkanku? Skrip film yang kuhafalkan bahkan lebih banyak dari ini."
"Aku percaya padamu. Dan ingat, jangan terbawa emosi jika pertanyaan mereka membuatmu kesal," tambah Ethan mengakhiri perdebatan, dan Nathan hanya mengangguk mengiakan.
"Selamat siang semuanya. Terima kasih telah menyempatkan datang kemari untuk mendengarkan pendapat dari sisi Jonathan Wilson mengenai pemberitaan yang akhir-akhir ini santer diperbincangkan. Kita bisa memulainya sekarang sesuai etika konferensi pers pada umumnya. Silakan!" kata Ethan mempersilakan para wartawan yang datang untuk mengajukan pertanyaan.
Para wartawan berebut untuk bertanya, membuat Ethan mengambil alih dan menunjuk salah seorang di antaranya.
Jonathan Wilson, apa hubunganmu yang sebenarnya dengan Rebecca Williams?
"Kami hanya saling mengenal, tidak ada hubungan spesial apa pun di antara kami," jawab Nathan dengan tenang.
Lalu bagaimana Anda menjelaskan tentang foto kalian yang sedang keluar bersama dari hotel malam itu?
"Malam itu aku sedang menghadiri undangan ulang tahun pernikahan Nyonya Margareth Hugo dan suami. Begitu pun dengan Rebecca. Memang kami pernah menjadi model pakaian brand Hugo milik Nyonya Margareth. Aku memutuskan bermalam di hotel itu karena masih jetlag, efek penerbangan dari London untuk syuting film terbaruku. Dari bandara, aku langsung menyuruh Ethan membawaku ke tempat acara tanpa beristirahat terlebih dulu. Namun, belum sempat aku mengistirahatkan tubuhku, panggilan telepon penting mengharuskanku segera pergi. Kebetulan, saat itu aku bertemu Rebecca di lobi, dan sebagai orang yang saling kenal serta pernah menjadi partner kerja, aku sekadar menyapa. Tidak lebih," jelas Nathan panjang lebar dengan senyum mengembang.
"Akting yang bagus, Jonathan," batin Nathan memuji kemampuan aktingnya.
Tapi kenapa penjelasan dari pihak Rebecca mengatakan bahwa kalian sedang berkencan dan saat itu kalian selesai menghabiskan malam bersama?
Nathan menunjukkan seringainya, lalu menjawab dengan sikap arogan yang sangat kentara. "Oh ya? Apakah Rebecca mengatakan seperti itu? Tapi aku tidak pernah merasa menjalin hubungan dengannya, dan... aku masih sendiri saat ini. Kepadatan jadwalku tidak memungkinkanku untuk memiliki waktu berkencan."
Lalu bagaimana dengan wanita yang Anda temui ketika liburan di Bali, Jonathan Wilson? Aku punya bukti foto ciuman panasmu dengannya di sebuah bar malam itu.
Seorang wartawan laki-laki berkaca mata tebal menunjukan senyum miringnya.
Tubuh Nathan seketika menegang, mengerti maksud dari ucapan wartawan tersebut. Dengan gugup, ia melirik ke arah Ethan yang sedang menyipitkan mata menatapnya bertanya-tanya. Ethan yang mengerti segera menyuruh bodyguard untuk membawa pergi Nathan dari tempat tersebut, lalu mengakhiri sesi konferensi pers yang baru beberapa saat lalu dimulai. Sedangkan para wartawan sendiri masih berusaha mengejar Nathan dan terus mencecarnya dengan berbagai pertanyaan yang menyudutkan.
Apakah dia pacar Anda?
Apakah dia juga dari kalangan artis?
Siapa nama wanita itu?
Sejak kapan Anda berhubungan dengannya?
Apakah kepergian Anda ke Bali dengan dalih liburan adalah untuk menemuinya?
Bagaimana....
~o~
"Nate, bisa kau jelaskan semuanya?"
Ethan menagih penjelasan sesaat usai mereka memasuki ruang pertemuan di hotel tempatnya melakukan konferensi pers, namun Nathan tetap bungkam.
"Headline tentang dirimu dan wanita misterius itu sudah muncul di media. Bahkan, dengan foto kalian yang sedang berciuman panas di bar," cecar Ethan karena tidak mendapat jawaban. Nathan tetap bungkam, dengan kedua telapak tangan yang menyembunyikan wajah frustrasinya.
"Berita ini bisa membuat wartawan jauh lebih menggila, daripada gossip sebelumnya. Apa dia wanita one night stand-mu?"
Nathan menatap beberapa pengawal yang berjaga, membuat Ethan yang mengerti arti tatapan tersebut langsung menyuruh para pengawal untuk keluar dari ruangan.
"Dia Hanna," jawab singkat Nathan.
"Aku tidak bertanya namanya, Nate."
Nathan menghela napas lalu melanjutkan penjelasannya. "Baiklah. Dia Hanna. Gadis yang aku temui di bar dan kita menghabiskan malam bersama."
"Seperti biasa—"
Nathan menyela, "Tidak. Dia tidak seperti wanita biasanya. Aku bersamanya sepanjang malam dan ketika pagi itu kau meneleponku, dia sudah tidak ada di sampingku. Dia meninggalkanku tanpa jejak."
Ethan bertepuk tangan dan berkata mengandung tawa. "Wow, berarti dia yang menjebakmu dan menciptakan headline ini. Kenapa kau ceroboh sekali, sialan?"
"Tidak, Ethan. Dia bukan wanita seperti itu. Kau sangat tahu bagaimana diriku, bukan? Untuk pertama kalinya aku bisa mengingat dengan baik nama wanita yang tidur denganku. Aku bahkan tidak berhenti untuk mengingat tentangnya."
"Lalu?"
"Aku menyukainya. Aku menginginkannya untuk menjadi milikku, namun dia meninggalkanku. Aku sudah meminta Anderson untuk mencari informasi tentangnya."
Ethan mengerutkan keningnya dengan mulut menganga menatap Nathan tidak percaya. "Apa ini benar dirimu? Kau tidak pernah menginginkan wanita seperti ini sebelumnya."
Nathan menggeleng keras. "Entahlah. Aku merasa nyaman ketika bersamanya. Aku masih saja memikirkannya sejak kejadian itu. Ini benar-benar mengganggu pikiranku."
"Kau sedang jatuh cinta, Nate." balas Ethan.
tbc...
✍️ 4 September 2017
Repost 24 April 2020
KAMU SEDANG MEMBACA
NOT Strangers [END]
RomanceJonathan Benedict Wilson, seorang aktor kenamaan yang terpaksa mengasingkan diri untuk menghindar dari pemberitaan yang semakin memojokkan. Dia berprestasi dalam dunia hiburan, namun tak pelak harus tersandung skandal yang seolah mengikutinya. Skand...
![NOT Strangers [END]](https://img.wattpad.com/cover/122244361-64-k466672.jpg)