5 - Mysterious Woman

103K 6.1K 20
                                        

Terdengar bisik-bisik di sepanjang lobi yang Hanna lewati di gedung pusat perusahaan Millerian Corporation. Para karyawan dengan terang-terangan menggosipkan seorang aktor kenamaan yang sesaat lalu melakukan konferensi pers.

Berita itu lebih fokus pada wanita misterius yang menjadi teman kencan aktor tersebut. Bahkan semua media mengabarkan kedekatan mereka yang sudah lama, namun tidak terendus karena sang aktor mencoba melindungi kekasihnya yang bukan dari kalangan artis seperti dirinya.

Mereka bergosip dan berspekulasi bahwa seorang Jonathan Wilson yang memang tidak pernah menjalin hubungan serius dengan seorang wanita, sudah memiliki kekasih yang berasal dari kalangan biasa. Image Jonathan yang seorang playboy pun seakan tergerus dengan munculnya berita terbaru, dan menganggap para wanita yang dekat dengannya sesaat hanya berniat mendompleng popularitasnya sebagai aktor tersohor.

Hanna yang tidak tahu-menahu tentang berita yang digosipkan para karyawannya melenggang cuek menuju ruang kantornya. Sesekali, ia melirik para karyawan yang sedang bergosip, dan membuat mereka menunduk takut karena ketahuan oleh bosnya.

Sampai di ruang kerjanya sebagai CEO Millerian Corp, Hanna mendapati ibunya sedang duduk di sofa tamu dengan gelisah memperhatikan televisi yang sedang menayangkan acara gosip. Hanna yang melihat hal tersebut lantas menghampiri dan mendudukan diri di samping ibunya. Ia menepuk pundak ibunya dan menanyakan keadaannya yang terlihat cemas. Ketika Hanna ikut memperhatikan televisi, semua penyebab kecemasan ibunya pun terjawab.

"Hanna, apa yang dimaksud wanita misterius oleh berita itu adalah dirimu?" tanya ibu Hanna yang bernama Lilyana Miller.

Lilyana Miller adalah sosok ibu yang selalu terlihat anggun, lemah lembut, dan sopan dalam bertutur kata. Dia berusia lima puluh lima tahun. Dia keturunan Inggris dan setelah menikah dengan Sebastian Miller dua puluh tujuh tahun yang lalu, ia menetap di New York. Meskipun lama menetap di Amerika, sesekali ketika asyik dengan obrolannya, ia masih berbicara dengan aksen Inggris tanpa di sadarinya.

"Mama ak-aku... aku ti-tidak—"

Hanna mencoba menjelaskan pada ibunya dengan suara terbata, namun langsung terpotong oleh perkataan Lilyana.

"Mungkin orang lain tidak akan tahu bahwa wanita dalam foto itu adalah dirimu, karena wajahmu tidak terlihat dengan jelas. Namun, Mama yang melihatnya sekilas sudah langsung menduga bahwa itu memang benar dirimu."

Hanna yang mendengar ucapan mamanya hanya bisa menunduk, tidak bisa menyangkal. Ia mengangguk kecil, mengakui bahwa itu memang dirinya, meskipun ia sendiri tidak tahu persis tentang identitas pria yang membuatnya masuk acara gosip.

"Kau sudah lama mengenal Jonathan?"

Hanna mengangkat wajahnya menatap Lilyana dengan kening mengernyit. "Jonathan?"

"Kau bahkan tidak tahu siapa namanya? Lalu... bagaimana kau bisa bersamanya?"

"Aku mengenalnya sebagai Nathan. Dan, belum lama juga aku mengenalnya. Hari itu, di bar, untuk pertama kalinya aku bertemu dengannya."

Lilyana menghela napas panjang, "Percayalah. Aku tidak melarangmu berhubungan dengan siapapun selama itu bisa membuatmu bahagia dan tidak membawa pengaruh buruk untukmu. Aku pamit dulu, Sayang." 

Lilyana beranjak dari duduknya, mengambil tas jinjingnya, dan mengecup puncak kepala Hanna. Ia meninggalkan Hanna yang masih melamun, merenungkan setiap perkataan Lilyana.

~o~

Nathan langsung mengalihkan pandangannya dari skrip film yang ia pelajari ketika menyadari Anderson sudah berdiri di hadapannya. Masih di lokasi syuting, di bawah tenda yang sudah disediakan untuknya beristirahat, Nathan mengambil berkas yang disodorkan Anderson lalu segera memeriksanya.

"Informasi yang Anda minta sudah terlampir di dalam berkas tersebut, Tuan."

Ethan yang ketika itu masih fokus dengan ponselnya langsung menghampiri Nathan, dan mendudukkan diri di sampingnya dengan harapan bisa ikut membaca isi dari map yang diberikan Anderson.

"Apa hanya ini?" tanya Nathan pada Anderson.

"Untuk sementara, yang bisa saya dapatkan hanya ini, Tuan. Keluarga Miller terlalu menjaga privasinya sebagai keluarga pebisnis skala internasional."

"Miller?" gumam Ethan.

"Baiklah, Anderson. Terima kasih atas kerjamu dan aku masih menunggu kelanjutan penyelidikanmu."

Nathan bangkit menepuk pundak Anderson untuk berterima kasih atas kinerjanya.

"Baik, Tuan. Saya pamit undur diri." Anderson membungkukkan badannya.

"Anderson. Tolong, jangan sampai ayahku tahu soal ini."

"Baik, Tuan," ucap Anderson meninggalkan tempat tersebut.

"Holy shit! You are the real bastard, Nate."

Ethan mengumpat ketika semakin menekuri setiap kata yang tertuang dalam isi map tersebut. Dengan segera, Nathan merebutnya tanpa membalas umpatan serapah Ethan.

"Seriously? Maksudku... wanita misterius yang akhir-akhir ini membuatmu gila adalah Johanna Alline Miller?" tanya Ethan dengan suara meledak, dan Nathan yang kesal dengan reaksi Ethan langsung menyumpal mulut Ethan dengan burrito di sampingnya.

"Jangan berteriak, sialan. Jika ada wartawan yang mendengar mereka akan mengusik kehidupan Hanna. Biarkan Hanna hidup tenang."

"Kau pria beruntung, Nate. Aku sudah lama mengidolakannya," ucap Ethan masih berusaha mengunyah burrito di mulutnya.

Nathan mendengkus tak suka. Ia memilih mengabaikan Ethan dan kembali membaca skrip syuting filmnya.

"Aku tarik ucapanku yang menuduhnya menjebakmu. Seorang Johanna Miller tidak mungkin melakukan itu. Sialan, untuk mengobrol dengannya saja aku hanya bisa bermimpi. Dan kau, bahkan sudah pernah menidurinya."

"Aku belum beruntung jika belum bisa memiliki Hanna seutuhnya," kata Nathan dengan pandangan menerawang.

tbc...

✍️ 5 September 2017
Repost 25 April 2020

NOT Strangers [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang