[4] Don't Open Your Door!

214 12 1
                                        

Firstly Published :

BTS Fanfiction Indonesia [Grup Facebook]

Park Jimin || Horror || T || Ficlet || 471 words

Don't be plagiat, it's really mine! Hope you like it <3

"Aku tahu kau di dalam tapi kenapa kau tak membuka pintunya?"

.

.

.

Hari ini, Jimin pulang lebih lambat dari biasanya. Salahkan teman-temannya yang mengajak dirinya untuk membantu mereka mengerjakan tugas di perpustakaan. Langit telah berubah menjadi gelap ketika Jimin sampai dirumah. Tanpa ambil pusing ia segera memasuki kamar dan membasuh diri.

Ketika telah selesai membasuh diri dan berpakaian rasa lelah datang menyelimuti tubuhnya, ia merebahkan diri di ranjang sambil memandang langit-langit kamar. Perlahan kantuk mulai menguasai diri.

Satu detik, dua detik, tiga detik.

Dirinya bersiap untuk berlabuh ke alam mimpi sampai sebuah suara menyapa indra pendengarannya.

*TOK...TOK...TOK...

"Jimin, keluarlah. Ini aku..."

Suara ini?! Diliriknya jam weker yang terdapat di nakasnya yang menunjukkan pukul tujuh lewat lima belas menit. Tidak biasanya kakaknya itu pulang lebih awal, jika ia akan pulang awal atau terlambat ia akan selalu menghubungi Jimin terlebih dahulu.

Jimin sejak kecil hanya hidup berdua dengan saudara laki-lakinya. Karena mereka berdua yatim piatu. Meskipun tidak bergelimang harta, ia dan kakaknya hidup dengan layak. Nama saudaranya itu Park Jisu dan bekerja sebagai editor di sebuah kantor penerbit terkenal Seoul. Jimin dan Jisu biasanya berangkat bersama setiap harinya. Dan Jisu biasanya akan pulang tepat jam delapan malam.

Jimin langsung bangun tanpa memikirkan hal tersebut lebih jauh dan berjalan menuju pintu kamarnya. Tangannya sudah meraih kenop pintu namun tiba-tiba ponselnya berdering disaku celananya pertanda ada pesan yang masuk.

Laki-laki dengan mata sipit itu mengerutkan dahi ketika melihat pesan yang dikirim kepadanya.


From : Jisu

Jimin, kakak pulang larut. Jika kau lapar pesan pizza saja atau datang ke rumah Paman Kang untuk makan. Jangan buka pintu sembarangan! Aku ulangi jangan buka pintu sembarangan!


*DEG!

Tubuh Jimin langsung menggigil. Keringat dingin mengalir membasahi pelipisnya. Ketakutan tiada tara dirasakan Jimin saat ini. Tangannya yang tadi sudah meraih kenop pintu ditariknya kembali.

*TOK...TOK...TOK...

"Jimin? Keluarlah, kita makan malam bersama." Suara Jisu kembali memanggilnya namun Jimin tetap diam.

Hening menyelimuti.

Tapi kemudian Jimin terperanjat ketika pintu kamarnya digedor sangat keras dari luar.

Jimin tetap memilih diam dan buru-buru naik ke atas ranjangnya sambil menyelimuti diri dengan selimut tebal. Ingin sekali ia menangis sekuat tenaga atau berteriak sekeras-kerasnya. Namun ia harus diam!

Kini jantung Jimin seolah dipompa dua kali lebih cepat dari biasanya ketika dirinya mendengar suara lirih menyapu pendengarannya. Suara lirih yang berasal dari 'seseorang' atau 'sesuatu' di sampingnya, "Aku tahu kau di dalam tapi kenapa kau tak membuka pintunya?"

Dia tahu bahwa pilihannya saat ini hanyalah diam dan berlindung di balik selimutnya. Sampai kakaknya, Jisu pulang dari kantornya.

-THE END-


N.b : Cerita ini sedikit mengalami revisi dari versi pertama waktu saya post.

SPOOKY STORIESCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang