Kevin mengetukkan jarinya di meja kerja, matanya menatap layar laptop di depannya.
Laptop di depannya sedang memutar video produk pesanan dari kliennya.
Setelah layar di depannya menghitam, tanda video selesai dia lalu memanggil Ciko.
"Beres, good job," puji Kevin sambil menepuk bahu Ciko.
Ciko mengangguk lalu balik ke meja kerjanya untuk nyelesaiin kerjaannya yang lain.
Kevin ngeliat Adi baru datang. Adi menyapa teman-temannya, tak terkecuali Kevin yang terus menatapnya.
"Kenapa lo?" tanya Adi yang lama-lama risih ditatap Kevin.
"Enggak," jawab Kevin sambil menggeleng.
Tidak ada tanda-tanda Adi akan mengeluarkan kalimat lagi. Dia malah sudah membuka laptop, bersiap kerja.
"Lo ga pengen nanyain Mila?" pancing Kevin.
Dilihatnya Adi menghela nafas. Menatap Kevin sekilas lalu menggeleng.
"Langgeng deh lo sama Putri," ucap Kevin lalu memutar kursinya menghadap laptopnya lagi.
Tiba-tiba telponnya berdering.
Nomor ga dikenal.
"Halo."
"Halo Vin, gue Michelle," jawab perempuan di seberang sana.
Bingung, kenapa cewe ini tiba-tiba ngehubungin dia.
"Ya, kenapa Chel?" tanya Kevin sambil menggerakkan kursor di laptopnya untuk membuka folder foto yang akan dikerjakannya.
"Lo bisa sini ga? Mila sakit, gue ada kerjaan, ga bisa jagain dia," Michelle terdengar panik.
"Mila sakit apa?" Kevin merasa panik juga.
Merasa ada yang menatapnya, Kevin menoleh dan melihat Adi sedang menatapnya.
Kevin cukup tau arti tatapan itu, ada kekhawatiran di sana. Setelah Michelle menutup telponnya. Kevin buru-buru membereskan mejanya dan membawa laptop juga apapun yang bisa dimasukkan ke ransel.
"Gue cabut ya," pamit Kevin ke yang lainnya.
Dan masih bisa Kevin lihat Adi menatapnya hingga dia keluar kantor.
Kevin merasa tidak perlu menceritakan kondisi Mila kan, Adi sendiri yang tidak berniat menanyakan.
****
"Mila mana?" tanya Kevin saat Michelle membuka pintu apartemen Mila.
"Tidur, lo jagain ya. Obatnya ada di meja," jawab Michelle tergesa-gesa.
Kevin mengangguk,"yaudah lo cabut sana. Buru-buru gitu lo,"
Michelle mengangguk,"thanks ya Vin, gue takut ketinggalan pesawat soalnya."
Kevin menggumam.
Michelle baru akan keluar namun dia ingat sesuatu.
"Oh ya, gue udah bikin bubur. Lo paksa Mila makan ya, jangan kasih makan pedes sama asem," pesan Michelle yang dibalas anggukan oleh Kevin.
Pintu sudah ditutup dan Michelle sudah pergi. Kevin kemudian masuk ke kamar yang pintunya terbuka.
Dilihatnya Mila sedang tidur dengan selimut tebal, wajahnya pucat.

KAMU SEDANG MEMBACA
move on
Fiksi PenggemarUdah pacaran 3 tahunan, pada akhirnya hubungan Mila kandas. Saking cintanya, Mila ga bisa move on. Tiap hari kerjaannya cuma kepoin mantan, eh akhirnya malah jadi berantem sama orang gara-gara kebiasaannya ini bikin risih.