Kau memang rajanya
Saat berkata
Namun tidak untukku semata
Diksi - diksi piawaimu
Mulai tercamkan
Pada setiap gumaman dikala lara
Magnetnya sungguh memikat
Namun aku tak kunjung terpikat
Aku hanya menatap lekat
Tuk memprediksi kesenangan sesaat
Penaku tak kunjung letih
Menari - nari dikala penat datang
Menghampiri hati
Hingga larut
Ku masih terhanyut
Oleh indahnya pena yang menari
Dalam setiap helai - helai kertas
Menjelma menjadi bait - bait sajak
Entahlah...
Pikiranku semraut
Menjalar semakin pekat
Dan otak terasa kusut
Oleh carut marut
Wahai Raja..
Ciptaan semesta
Yang berkuasa di hati wanita
Namun tak bermakna kuasanya
Dan hanya ada..
Dalam rentan waktu sementara
Wahai Paduka Raja...
Pemangku kuasa
Namun tidak bertahta rasa
Takkan ku biarkan
Kau semena - mena
Oleh gumaman manis
Yang tak berdasar fakta
Teruslah memadu kata
Nan palsu dan nihil rasa
Tak diresapi jiwa
Pun jua teruslah
Bersenda gurau oleh wanita - wanita
Pun jua terbangkan mereka semua
Naik geramlah
Saat kau membacanya
Aku tak takut
Jika hukumanmu mendekat
Karena ini rintih relung
Yang menitih jalan menuju bebas
Yang tak sudi
Tuk tersakiti
Oleh sihir mahir dirimu.
~Itsmemhrn
KAMU SEDANG MEMBACA
Coretan Pena
Poetryhanya sekadar untaian makna tersirat. ~ pesan dariku, tetaplah membaca setiap untaian sajak yang ada. Dan jangan berasumsi terhadap isi dari setiap syair yang kutuliskan, dengan hanya sekadar membaca judul dari setiap bagian syairku. Yakinlah, ada m...
