#3 A New Life

26 5 3
                                        

Hae Joo menyadari ada seseorang yang mengamatinya. Dia melihat jalanan didepan rumahnya dan mengamati pepohonan di seberang sana namun tidak menemukan siapapun disana. Hae Joo memutuskan untuk kembali ke dalam lantas menutup jendela dengan rapat.

Daehyun keluar dari balik pohon dan kembali mengamati kamar itu. Hari ini akan dia habiskan mengamati gadis itu sebelum dia mengatur kepergiannya kembali ke Matto. Dia memerlukan bimbingan Yunho untuk dapat bertahan dalam keadaan tanpa jiwanya.

Setelah kemarin hujan yang turun tanpa henti, hari ini cuaca lebih cerah dari biasanya. Bahkan awan-awanpun tidak ada yang berani menyembunyikan matahari. Daehyun kembali setelah Hae Joo pergi ke kampus. Hwayeon menyambutnya di halaman depan. Daehyun tersenyum, memaklumi kekhawatiran kakak tertuanya itu.

"Apa aku membuatmu khawatir?" Daehyun merangkul Hwayeon dan membawanya kembali ke rumah.

"Kau belum makan apapun sejak bangun dari tidur panjangmu. Apa kau mau pergi berburu?"

Daehyun menyadari hal itu setelah Hwayeon mengingatkannya. Kebutuhan akan hal itu tidak dapat dihindarinya. Dirinya perlu pergi berburu segera. Iris matanya saat ini berwarna hitam menunjukan kekuatan dirinya yang tidak cukup bagus.

"Aku akan pergi."

"Sebelum itu, apa kau mau makan sesuatu? Aku bisa membuatkanmu makanan jika kau mau."

Daehyun tidak ingin menghancurkan kesenangan Hwayeon. "Nuna bisa masak apapun yang nuna mau, aku akan memakannya."

Hwayeon menemukan hal baru yang dapat dilakukannya setelah sekian lama tidak dilakukannya. Dengan penuh semangat Hwayeon kembali ke dalam rumah dan memasuki dapurnya yang telah lama tidak dijamahnya.

"Ada apa dengannya?" Daehyun merujuk pada Jongup yang sedang dalam aura gelap.

"Tanyakan sendiri padanya." Youngjae melempar sebuah biduk catur pada Jongup. Namja itu menoleh dan menggerutu kesal. Youngjae senang dapat mengganggu anak itu kembali.

"Apa yang terjadi?" tanya Daehyun dengan khawatir.

"Jika saja aku tahu penyebabnya," Jawaban itu membuat Daehyun semakin tidak mengerti. Tidak ada seorangpun di ruangan itu yang membantu Daehyun menemukan jawabannya.

Zelo masuk, "Dia sedang khawatir padamu. Sejak kau bangun kemarin, dia tidak dapat melihat apapun tentang dirimu di masa depan. Dia bahkan tidak dapat melihat kau akan bangun kemarin.

"Kau benar-benar hilang!" tambah Jongup frustasi.

Daehyun nampaknya tidak mempermasalahkan hal itu. Dengan santai dia duduk di meja makan bergabung dengan Youngjae yang tengah menyusun biduk catur. "Hyung!"

"Wae?"

"Apa kau menangkap apa yang aku katakan?" ujar Jongup dengan kesal.

Daehyun mengangguk, "Tentu saja."

"Lantas kenapa kau biasa saja? Apa kau tidak khawatir? Sesuatu yang tidak ada dalam visiku itu artinya," Jongup tidak sanggup melanjutkan kata berikutnya.

"Visimu dapat berubah sewaktu-waktu bukan? Tergantung pada apa yang kita lakukan juga. Aku baru satu hari terbangun dari tidur itu, mungkin karena itu aku tidak ada dalam visimu. Hal itu bukan berarti buruk, jadi tidak perlu dipikirkan."

Jongup kehabisan kata-kata. Dia tidak dapat membantah tanggapan Daehyun, orang yang menjadi objeknya sama sekali tidak menganggap itu serius. Jongup memilih untuk pergi dari ruangan itu. Daehyun menghela napas panjang, banyak sekali yang harus dilakukannya untuk meredam kekhawatiran saudara-saudaranya.

"Dia marah." Youngjae mendengar pikiran Jongup dalam perjalanannya menghilang kedalam hutan.

"Dia akan baik-baik saja setelah berpikir jernih," ujar Daehyun santai.

Daehyun berburu ditemani Zelo. Namja itu memerlukan kebutuhan yang sama. Dia berpatroli dan berjaga paling akhir diantara BAP yang lain. Zelo berhasil menyelesaikan perburuannya dengan seekor beruang hutan. Dia menghampiri Daehyun yang baru selesai menyantap singa liar.

"Kesukaanmu masih sama."

"Aku masih tetap Jung Daehyun!"

Mereka pergi membersihkan diri di air terjun yang mereka temui dalam perjalanan kemari. Zelo mendorong Daehyun dari atas tebing hingga namja itu jatuh dalam sungai kecil dibawahnya. Adik bungsu Daehyun itu tertawa puas telah mengerjai hyung nya.

Zelo kemudian menyusul dengan bersalto dari atas tebing itu, "Aneh sekali rasanya tiga tahun begitu lama tanpamu, hyung."

Daehyun menatap Zelo horror, "Aku masih normal Zelo-ya." Kemudian berlagak menutupi tubuhnya.

"Aish." Zelo melancarkan sebuah cipratan air ke wajah Daehyun.

Waktu tiga tahun memang bukan waktu yang lama bagi mereka. Tapi dalam waktu itu Zelo hidup dalam perasaan bersalah. Namun melihat Daehyun dapat tersenyum seperti ini setelah tidur yang panjang itu Zelo merasa sungguh senang. Hanya saja Daehyun yang sekarang sedikit berbeda dengan Daehyun sebelumnya. Namja itu lebih ceria dari Daehyun yang lama. Daehyun yang dingin dan penyendiri.

"Tunggu, hyung."

Mereka berhenti di tengah hutan setelah bermain di sungai tadi. Daehyun menghentikan langkahnya begitu Zelo memintanya berhenti. Maknae itu membeku diatas kakinya sendiri. Daehyun mengernyit, memeriksa keadaan Zelo yang seolah mayat hidup dalam arti sebenarnya – pada dasarnya dia memang mayat hidup.

"Iris matamu," kali ini kalimat itu Zelo ucapkan dengan perasaan takjub.

Daehyun melihat pantulan dirinya dimata Zelo. Mata keemasan Zelo menampilkan warna asing di mata Daehyun. Daehyun menghampiri sebuah aliran sungai kecil dan menatap pantulan dirinya di permukaan sungai itu.

Wajah itu memang milikinya. Wajah yang sangat di kenalnya. Namun ada hal yang tidak biasa dari wajah itu. Warna mata yang selalu menunjukan warna merah, hitam atau keemasan itu kini menunjukan warna yang berbeda. Silver yang sangat terang. Daehyun menyentuh salah satu matanya yang berwarna silver itu.

"Sepertinya ini respon tubuhku untuk apa yang telah aku lakukan." Lirih Daehyun.

"Yunho hyung memiliki warna yang sama bukan? Seperti identitas baru bagi Royal Family."

Daehyun tersenyum kecil lebih menyerupai sebuah seringai. Dia menoleh pada Zelo yang kini sudah sembuh dari keterkejutannya. Mereka kembali berlari menembus hutan menuju Seoul. Dalam perjalanan itu Daehyun memikirkan kalimat Zelo yang terakhir.

'Kau benar, identitas baru.'

Holla, hari ini Daeshi lg free nihJadi Daeshi lanjut part Alive.

Daeshi sama Nieky lg atur jadwal buat update Alive nih, berhubung Daeshi sama Nieky jg lagi ngerjain story lain. Menurut kalian gimana?

Banyak yang baru gabung sama Daeshi ya disini? Selamat bergabung, enjoy our story :)

Jangan lupa leave vote ya, kalo sempet coment boleh :)
Kita kenalan yuk sama Daeshi

[Book 2] ALIVEWhere stories live. Discover now