Jaeyong
Noren
Markhyuck
.
.
.
.
"Ja-Jae.."
Sret
Bruk
"Le-lepas! Lepaskan aku!" Teriak Taeyong yang kini berada dalam dekapan Jaehyun. Jaehyun menahan berontakan Taeyong padanya. Ia tak akan melepaskan begitu saja kelinci buruannya bukan.
"Cih.. jangan harap." Balas Jaehyun, mengeluarkan senyuman penuh kemenangannya.
Dalam satu tarikan, Jaehyun membawa Taeyong kedalam mobilnya. Tanpa memperdulikan berontakkan Taeyong, agar di lepaskan.
Mobil itu meninggalkan bar tanpa sepengetahuan penjaga bar yang kini tengah berbicara dengan, pengunjung yang akan masuk.
Taeyong sudah mencoba berteriak, tapi Jaehyun membekap mulutnya dan mendorongnya masuk kedalam mobil dengan paksa.
Jaehyun berhasil, berhasil mendapatkan kelinci buruannya.
.
2 Jam yang lalu..
Jaehyun mengerutkan alisnya dan beberapa kali memijat keningnya, pusing. Jam sudah menunjukan pukul 9 malam, tapi belum ada tanda-tanda Jaehyun akan membereskan pekerjaannya.
Lama Jaehyun terdiam, hingga akhirnya beberapa dokumen perusahaan yang ia tutup. Biarlah besok ia mengerjakan sisanya, saat ini ia sangat pusing karena stres berlebih. Masalah ibunya yang selalu menekannya untuk menikahi Chaeyeon, membuatnya semakin pusing. Sungguh ia hanya ingin namja cantik itu, walaupun ia sangat kecewa dan membenci namja cantik itu. Ia tak bisa melupakan rasa cintanya pada Taeyong, yang sudah berakar kuat di hatinya.
Jaehyun butuh hiburan, jadi tak ada salahnya bukan. Kalau ia pergi ketempat ini, tempat dimana hingar bingar musik mengalun memekakan telinga. Lautan manusia yang berpesta dan meliukan badan mereka, terlihat jelas di sana.
Jaehyun memesan satu botol Wine untuk ia nikmati di pojok ruangan, gelap dengan pencahayaan yang remang-remang. Dengan mata tajamnya ia melihat kesegala penjuru bar, hingga pandangannya jatuh pada seorang namja cantik yang memegang nampan berisi Wine yang ia pesan.
Awalnya, ia kaget melihat namja cantik itu. Tapi, lama kelamaan ia mengulum senyuman atau mungkin smirk jahatnya.
"Aku menemukanmu, Sayang." Gumamnya dengan penuh kata penekanan di setiap katannya.
.
.
.
Bruk
"Akh.. hiks.."
Tubuh itu terlempar begitu saja keatas ranjang yang luas itu, keadan Taeyong yang jatuh terlentang. Membuat Jaehyun mudah mengendalikannya. Karena, dalam satu gerakan kini Jaehyun sudah berada di atas Taeyong. Mengurungnya, dan mencoba menikmati bibir merah cherry yang ia rindukan.
"Hiks.. mphhh.."
Ciuman itu berlangsung panas, penuh penekanan, dan bruntal. Membuat bibir bawah Taeyong terluka, karena di gigit keras oleh Jaehyun.
Ciuman itu bercampur dengan darah di bibir bawah Taeyong, tapi Jaehyun tak bisa menghentikannya. Ia terus menekan bibirnya dan menahan tangan Taeyong yang memberontak di kedua sisi kepalanya.
"Mphhh.. hhh hah.."
Ciuman itu berlanjut, hingga Jaehyun memutuskan menghentikan ciuman sepihak itu. Karena, entah kenapa Taeyong tak membalasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Jung Family
FanfictionMark Jung dan Jeno Lee, dua orang berbeda. Namun memiliki wajah yang sama percis, hingga saat mereka bertemu dan memutuskan untuk bertukar posisi. Sebuah rahasia besar terbongkar, rahasia apakah itu? . FF Jaeyong NoRen MarkHyuck aku buat Mark ama Je...
