VKook.27

1.7K 125 5
                                        

"Ayo pulang Ji Won-ah." Jungkook menarik-narik lengan Ji Won, kenapa namja ini begitu sulit diajak pulang. Apa ia bosan tinggal dirumahnya?

"Akhuu mashii mhkaann, khauu thidakk mhau mhakan?." hujan lokal menghiasi wajah cantik Jungkook, Jungkook memejamkan matanya. Ia harus bersabar lagi akan sikap Ji Won yang seperti ini, nampaknya sifat Ji Won bertambah satu lagi, yaitu 'Jorok'.

"Baiklah aku akan menunggumu, aku ingin kesana mau berpamitan dengan kedua mempelay." lengan Jungkook ditahan Ji Won, namja itu mengambil serbet dan langsung mengelap sisa makanan yang tertinggal di sekitar bibir merah delimanya. Setelah itu ia bersendawa, membuat para tamu yang berada didekat Ji Won menatapnya horor tetapi hanya sebentar setelah itu mereka kembali lagi pada aktivitas mereka yang sempat terganggu karena sendawaan yang dikeluarkan Ji Won.

Memang benar kata Hoseok, tidak akan ada yang memperdulikanmu disini sekalipun kau berciuman ditempat ini.

Wahh, Jungkook merasa takjub dengan kepribadian orang-orang kaya disini. Apa semua orang kaya bersikap tidak perduli dengan lingkungan mereka? Jika nanti ada orang yang kelaparan mau meminta makan bagaimana, Jungkook bisa memastikan orang itu akan mati kelaparan tanpa diperdulikan orang-orang kaya ini.

Jungkook bersyukur, walaupun ia terlahir dari keluarga yang sederhana. Tapi, ibunya tidak pernah mengajarkan Jungkook untuk tidak perduli dengan sekitarnya.

Jungkook bahkan rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan nyawa orang lain.

"Aku sudah selesai makan, ayo pegang lenganku. Kita ke sana bersama." Ji Won menunjuk kedua pasangan yang sedang tertawa itu seraya melingkarkan tangannya untuk disambut Jungkook.

Jungkook menerimanya dengan terpaksa, jika bukan untuk Jimin maka Jungkook tidak mau berpegangan tangan dengan Ji Won.

Mereka berdua berjalan diatas red carpet menuju panggung pengantin dengan elegan. Mereka terlihat seperti pasangan suami dan istri yang sangat bahagia. Tangan Jungkook melingkar sempurna di lengan kokoh milik Ji Won.

Sebentar lagi mereka akan sampai di atas panggung itu, Jungkook mengatur nafas nya. Ia gugup, sebelumnya Jungkook tidak pernah berbohong kepada siapapun. Ia merasa mengkhianati Taehyung, walaupun namja itu tidak bersama Jungkook namun hatinya masih untuk Taehyung.

Rasa sukanya dulu terhadap Jimin membuat Jungkook lupa akan Taehyung, ia pikir Taehyung dulu meninggalkannya dan pergi kepelukan orang lain. Ternyata Jungkook salah, menjadikan hatinya sebagai tumbal adalah kesalahan terbesarnya. Hingga sekarang Jungkook merasakan bagaimana sakitnya terkena 'Karma' dari perbuatannya dulu.

Jimin menatap remeh Jungkook ketika menyadari namja itu telah berada tak jauh darinya dan hampir menaiki ketiga anak tangga. Jimin mempererat genggaman tangannya dengan Yonggi, membuat Yonggi meringis sekilas.

"Awh apa yang kau lakukan?." tanya Yonggi seraya berbisik kepada Jimin. Yonggi belum menyadari keberadaan Jungkook.

Ketika Jungkook dan Ji Won sudah berada didekat mereka, Jimin sengaja menarik Yonggi agar mendekat dengannya. Setelah merasa jarak mereka sangat dekat, Jimin menyelipkan anak rambut Yonggi seraya tersenyum manis. Senyuman yang tak pernah Jungkook dapatkan dulu.

Yonggi membalas senyuman itu, jadilah mereka saling melemparkan senyuman. Sehingga melupakan keberadaan Jungkook dan Ji Won. Ji Won mengeram kesal melihat mata Jungkook memanas dan ingin menumpahkan air matanya.

"Yak! My Twins, kenapa kau bertingkah bodoh seperti ini? Kau tidak malu dilihat para tamu undangan, eoh?." Ji Won memutar setengah badannya kebelakang seraya menunjuk para tamu yang datang, seketika ruangan yang tadinya bising kini sudah tenang. Itu dikarenakan suara bass Ji Won yang menghipnotis mereka.

"Omo! Kenapa wajahmu sangat mirip denganku? Dan kenapa kau memanggilku 'Twins'?." Ji Won menutup mulutnya dengan telapak tangan kiri nya, ia mendekati Ji Won dan meraba-raba wajah Ji Won, mulai dari dahi, pipi hingga hidung Ji Won. Ketika Jimin ingin menyentuh bibirnya, Ji Won menjauhkan wajahnya dari wajah Jimin.

Ekhemm

Ji Won berdehem, ia mengatur nafasnya. Ji Won melihat kesekelilingnya, para hadirin beserta keluarga Yonggi dan Jimin menyaksikan adegan Live tadi. Dimana wajah Jimin berdekatan dengan wajah Ji Won. Ji Won takut, nanti mereka berpikiran negative tentangnya dan Jimin.

"Yak! aku tidak suka orang sepertimu meniru wajahku." Jimin memegang wajahnya.

Ji Won menatap Jimin aneh.

"Heii, apakah aku suka namja brengsek sepertimu mempunyai wajah yang sama denganku?." Ji Won menunjuk wajah Jimin dengan nafas berburu, ia sedang menahan emosi sekarang.

"Brengsek? Apa maksudmu?." kini Jimin lah yang terbawa emosi.

Panggung ini terasa sangat panas sekarang, Jungkook menunduk karena ia tau sebentar lagi akan ada perang antar Ji Won dan Jimin. Mau memisahkan bagaimana?ia hanyalah orang lemah yang kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan kedua namja dihadapannya ini.

"Ya kau brengsek, tega-teganya kau mempermainkan hati seorang namja cantik seperti Jungkook." merasa namanya disebut, Jungkook mengangkat wajahnya dengan tangan yang gemetaran, kenapa Jungkook takut? Karena Jungkook trauma dengan bentakan orang dewasa terlebih itu adalah namja.

"Kau mengataiku brengsek hanya karena dia? Cih, aku kasihan padamu. Kau lihat dia, dia adalah namja bodoh yang dengan mudahnya masuk kedalam jebakanku." Jungkook kembali menundukkan kepalanya dengan bahu bergetar menahan tangis ketika telunjuk Jimin dengan lancangnya telah menunjuk dirinya.

"Cihh, aku yang lebih kasihan kepadamu. Menikahi seseorang pengkhianat adalah hadiah yang cocok untuk pria brengsek, bukan? Dan dia adalah hadiah yang Tuhan berikan untuk namja tak berguna sepertimu." Ji Won memegang lengan Jungkook, ia mengajak Jungkook pergi. Ji Won dan Jungkook sekarang tengah membelakangi Jimin dan Yonggi.

"Kauu!." tunjuk Jimin geram, ia sangat terpancing emosi sekarang. Sampai-sampai buku kukunya berwarna putih.

Ji Won yang sekarang sedang membelakangi Jimin mengepalkan tangannya tanda bahwa ia ingin sekali memukul Jimin tanpa ampun. Namun dia tahan ketika mendengar isakan kecil Jungkook, terakhir. Untuk yang terakhir, Ji Won ingin memberinya sesuatu. Ji Won berbalik lagi dan menyegir menampilkan deretan gigi putihnya. Ji Won mendekat kearah telinga Jimin.

"Ah, pengkhianat dan pria brengsek memang sangat cocok hidup berdampingan. Semoga kalian tidak cepat terkena karma, ya." Ji Won tersenyum setelah itu ia menepuk pelan pundak Jimin, Jimin mengepalkan tangannya emosi. Ingin sekali ia menonjok wajah sempurna Ji Won, namun diurungkannya niat itu karena mendengar isakan kecil Yonggi yang sekarang sudah menundukkan kepalanya.

Ji Won mendengar isakan Yonggi, ia agak menundukkan sedikit kepalanya agar dapat mendengar dengan jelas isakan yang diciptakan Yonggi. Setelah memastikan dan jawabannya iya, Ji Won tersenyum kemenangan.

"Wahh ternyata karma cepat berlaku ya, Jungkook-ku menangis dan menundukkan kepala begitupun dengan pengkhi- eh salah maksudku pengantinmu." Ji Won menatap Jimin dengan tatapan remehan, ia lalu mengenggam tangan Jungkook lagi seraya mengajak Jungkook untuk pergi dari tempat itu.

"Jelaskan pada appa (ayah) apa yang terjadi setelah acara ini selesai, Jimin-ah." tuan Park pergi meninggalkan Jimin sebelum namja itu menjawab.

Jimin menghembuskan nafas kasar, ia lalu mengenggam tangan Yonggi dan mengajaknya menuju kamar untuk beristirahat. Tak perduli dengan masih adanya tamu undangan disini. Para tamu undangan bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi disini? Siapa si pengkhianat dan pria brengsek itu sebenarnya?.

101117

My EX is a GHOST [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang