Part sebelumnya emang dikit, soalnya cuma menulis tentang isi pesan Taehyung dan kakaknya, Ji Won.
Makasih partisipasinya.
Typo bertebaran
***
Taehyung menghembuskan nafasnya kasar, ia sangat bingung sekarang.
Apa yang harus dilakukannya setelah ini?
Ia membenci kakaknya yang terlihat melepaskan tanggung jawab kepada adiknya sendiri.
Ia juga bingung dengan hatinya, Jungkook atau Namjoon yang akan dipilihnya.
Jika ia memilih Namjoon, otomatis namja itu hanya menjadi pelampiasannya saja dan itu akan sangat menyakiti hatinya.
Tapi, jika ia memilih Jungkook namja yang sangat dicintainya keluarganya pasti tidak akan menerimanya. Dikarenakan Jungkook terlahir dari keluarga kalangan bawah.
Taehyung beranjak dari tempat ia duduk, ia pun langsung berlari menuju rumahnya.
Ia akan membicarakan masalah ini dengan keluarganya.
Tak peduli apa yang akan dikatakan keluarganya tentang Jungkook.
Tak peduli jika ia harus diusir dari rumahnya.
Asalkan itu bersama Jungkook, tidak akan jadi masalah. Hati Taehyung juga sudah memilih, ia akan memilih Jungkook.
Ya meskipun ia tau apa yang akan terjadi jika ia memilih Jungkook.
"Abeoji (ayah). Aku ingin berbicara kepadamu." Taehyung membuka pintu ruang keluarga dengan buru-buru. Kedua keluarga sedang berbincang di ruangan ini, keluarga Namjoon dan keluarga Taehyung nampak sangat bahagia pada pertemuan ini.
Apalagi Namjoon, namja itu sedari tadi menunduk malu-malu ketika mendapati Taehyung yang membuka pintu.
"Ah apa yang ingin kau katakan, Tae?." tn Kim berharap anaknya ini tidak akan mengatakan hal yang macam-macam.
"Aku akan menikah bersama Jungkook, yah." ucapan itu keluar tiba-tiba dari bibir Taehyung membuat Namjoon mengangkat wajahnya menatap Taehyung dengan tatapan tidak percaya.
"Ahh apa yang kau katakan Tae? Kau akan menikah dengan Namjoon kan?." ayah Taehyung tersenyum masam menghadapi tingkah putranya yang sekarang sedang membuatnya malu didepan keluarga Namjoon.
"Aku tidak mencintainya, ayah. Kumohon jangan paksa aku." Taehyung berlutut dihadapan ayahnya dengan setetes air mata.
Taehyung menangis sekarang, terserah kalian mau mengatainya cengeng atau pengecut.
Yang terpenting sekarang adalah Taehyung merasa sangat tersiksa. Bathinnya tersiksa sekarang.
"Apa-apaan kau ini." umpat tn Kim seraya meremas tangan anaknya yang sedang memegang lututnya.
"Ayah, jebal (kumohon)." Taehyung menyatukan kedua tangannya bermaksud memohon kepada ayahnya.
"Aku tidak suka dipaksa seperti ini ayah..kumohon." tangis Taehyung semakin menjadi-jadi ia pun menundukkan kepalanya sambil menangis.
"Bagaimana ini tn Kim, kau bilang putramu menyukai anakku. Aku juga tidak menyukai adanya unsur paksaan seperti ini." ayah Namjoon menatap tajam kedua bola mata tn Kim.
"Ayo pulang." ajak ayah Namjoon kepada keluarganya.
"Ayah..tapi." Namjoon ingin mengatakan sesuatu tetapi ketika ia menatap mata ayahnya ia langsung tertunduk kembali. Ia takut kepada ayahnya.
"Tunggu ayahnya Namjoon jangan pergi." tn Kim menahan ayah Namjoon agar tidak pergi dulu tetapi karena cengkraman tangan Taehyung sangat kuat di lututnya terpaksa tn Kim tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bisa memohon agar calon besan nya itu tidak pergi.
Setelah mereka pergi dari kediaman tn Kim, tn Kim langsung menghentakkan kakinya seraya mengusap wajahnya kasar. Taehyung tersungkur akibat ulah mendadak ayahnya itu.
"Oh Tuhan cobaan apa lagi ini." lagi-lagi tn Kim mengusap wajahnya kasar.
"Kau mau mengikuti jejak hyungmu itu, eoh?." tanya tn Kim tajam.
Taehyung menatap kedua bola mata ayahnya, ia lalu berdiri mensejajarkan tingginya dan ayahnya.
"Aku tidak mengikuti jejak hyung, tapi jika aku terlahir untuk mengikuti jejaknya maka aku akan mengikutinya." balas Taehyung tajam.
Plakkk
(Suara tamparan)
"Bagus, berarti itu pilihanmu. Pergi kau! Pergilah bersama namja yang kau cintai itu. Pergi!." tn Kim sudah kehilangan kendali, ibu dan nenek Taehyung melongo tak percaya ketika melihat dengan mata kepala mereka sendiri apa yang sudah dilakukan tn Kim kepada putra kesayangan mereka.
Taehyung mengangguk seraya berdecih pelan.
"Itulah sebabnya hyung pergi dari rumah kan? Kau tau, kau yang sudah membuat ini semua jadi kacau."
"Hentikan! Plakkk." sekali lagi tamparan itu mendarat dengan mulus di pipi putih Taehyung. Membuat Taehyung meringis karena perih namun itu tidak seperih dengan hatinya sekarang.
Sudut bibir Taehyung tersobek dan mengeluarkan darah kental. Ia mengusap kasar darah itu seraya berdecih kembali.
"Baiklah aku akan pergi dari tempat mengerikan ini." ujar Taehyung tajam, ia pun langsung beranjak pergi menuju taman. Tempat dimana pertama kali ia mencium kelopak mata namja itu.
Digantung again:')
Wkwk, bakalan update cepet kalo gak sibuk. Budidayakan vote and coment yo👌
KAMU SEDANG MEMBACA
My EX is a GHOST [HIATUS]
FanfictionHIGHRANK : #9 (24082017) #1 [KOREAN STORY (VKOOK)] Sedikit bumbu dari cerita ini : FANFICTION❌MISTERY❌IMAGINATION❌sedikit KISAH NYATA yang dialami penulis dan dimainkan oleh pemeran. [REVISI SETELAH TAMAT] Amazing cover by YOLANDA OKT! "Kamu gak...
![My EX is a GHOST [HIATUS]](https://img.wattpad.com/cover/104739906-64-k907567.jpg)