HIGHRANK : #9 (24082017)
#1 [KOREAN STORY (VKOOK)]
Sedikit bumbu dari cerita ini :
FANFICTION❌MISTERY❌IMAGINATION❌sedikit KISAH NYATA yang dialami penulis dan dimainkan oleh pemeran.
[REVISI SETELAH TAMAT]
Amazing cover by YOLANDA OKT!
"Kamu gak...
Hari ini adalah hari yang sangat-sangat ditunggu-tunggu oleh ke- empat pelajar SMA dan SMP Jung High School.
Hoshi sudah memecahkan uang tabungan nya yang ia simpan selama satu semester ini. Hoshi sudah pasrah, pasti ia lagi yang kalah taruhan dengan kedua temannya karena adiknya.
"Ayo kita lihat hasilnya." Yoo Jin terlihat bersemangat sekali, ia sangat yakin jika nama Vernon akan menepati posisi pertama di lembar hasil ujian yang sudah mereka hadapi kemarin.
"Minggir sedikit, tolong minggir."
"Hey! Kenapa tubuhmu besar sekali, tolong minggir."
"Kepalamu besar sekali, tolong jangan halangi penglihatanku."
Kata-kata itulah yang sedari tadi Yoo Jin, Hoshi dan Vernon katakan jika ada yang menghalangi jalan mereka.
Hoseok mendengus pasrah, ia pasti akan mendapat cemohan lagi jika mendapat peringkat paling pojok seperti tempat duduknya.
Kepala mereka celingak-celinguk mencari nama Vernon dan Hoseok.
Dapat
Nama Vernon berada di urutan pertama, Yoo Jin tersenyum bangga seraya mengacak gemas rambut Vernon.
"Wah Chukkae Vernon."
"Selamat Vernon."
"Kau berada di posisi pertama lagi."
"Aishh aku kalah bersaing denganmu lagi."
(*Chukkae : Selamat)
"Ya! Aku sungguh bangga padamu, tidak akan ada yang bisa menggantikan posisimu Vernon." diakhir ucapannya Yoo Jin sengaja melirik Hoseok yang memasang tampang bahagia-nya.
Yoo Jin beranjak menghampiri Hoseok dikala beberapa teman Vernon mengerubungi- nya untuk mengucapkan selamat.
Sebelum itu, Yoo Jin tak sengaja melihat nama Hoseok berada di posisi paling akhir. Yaitu 999. Dia di peringkat 999 pada semester ini.
"Tanpa aku melihatnya, aku sudah tau hasilnya." gumam Yoo Jin seraya menggeleng, ia langsung menepuk pelan pundak Hoseok.
"Ada apa dengan wajahmu, eoh? Kenapa kau terlihat sangat bahagia?." Yoo Jin mengernyitkan dahinya bingung dengan ekspresi Hoseok.
"Hyung aku sangat bahagia, di semester ini aku mendapat peringkat 999 padahal aku tidak mengisi satu soal pun. Itu artinya ada yang lebih bodoh lagi dariku, hyung. Wah aku sangat bahagia." jerit Hoseok dengan mata yang berbinar-binar.
Pletakk
Hoshi menghadiahi adiknya jitakan mautnya karena kebodohan Hoseok.
Entahlah Hoseok itu bodoh,
Atau,
Polos?
Para siswa maupun siswi yang memang sedang memenuhi kooridor sekolah untuk melihat hasil ujian mereka tertawa terbahak-bahak bahkan ada yang sampai mengompol di celananya karena jeritan Hoseok tadi.
Mereka tak menyangka, Hoseok sangat bahagia karena namanya berada di posisi 999. Heol, bahkan Jeonghansalah satu siswa ter- cerdas di sekolah ini melakukan aksi 'bunuh diri' akibat peringkatnya di singkirkan oleh Vernon.
Harusnya Hoseok yang melakukan tindakan itu karena posisi ke 999 itu tidak bisa dikategorikan sebagai peringkat. Itu sungguh jauh sekali, sangat jauh malah.
"Baiklah ayo kita segera ke kedai Ramyeon Kim ahjussi. Karena ini hari bahagia untukku, kalian akan ku traktir. Dan hyung, lebih baik simpan saja uang recehmu itu biarkan adik pintarmu yang membayarnya." ujar Hoseok sombong, para manusia di sekelilingnya menatap Hoseok aneh. Untung ganteng, pikir mereka.
***
"Ahjussi bisakah kau memberi kami empat porsi Ramyeon yang paling enak." Hoseok menjeritkan pesanan-nya kepada pemilik kedai ini.
Kim Tae Joon adalah ahjussi yang mempunyai kedai ini. Dulu, ahjussi ini adalah pemilik salah satu restoran terkenal di Seoul. Karena ada beberapa halangan, akhirnya ia menjual restoran-nya dan membuka kedai sederhana yang menjual Ramyeon. Ahjussi ber-anak dua ini ditinggalkan istri-nya karena keputusan-nya dulu. Dan sampai sekarang, ia dan kedua anaknya hidup dengan serba kekurangan.
Kim Tae Oh dan dulu, Kim Nara juga ikut membantu ayah mereka dalam berjualan Ramyeon. Tae Oh tidak melanjutkan sekolahnya dan lebih memilih bekerja di kedai ayahnya untuk membantu ayah tercinta-nya itu. Sedangkan Nara, gadis itu kini menetap dan bersekolah di Prancis atas ke-cerdasannya.
Vernon yang memang menjadi pelanggan Setia di kedai ini menyukai Nara, baginya Nara adalah motivasi hidupnya. Nara sangat cerdas dalam hal apapun, maka tak heran Vernon sangat menggilai-nya dan bertekad menjadikan Nara sebagai miliknya.
Perbedaan usia 4 tahun bukanlah kendala bagi Vernon, pria itu sama sekali tidak keberatan jika ia di panggil adik kecil oleh nuna satu itu.
Vernon tersenyum miris membayangkan betapa perihnya jika Cinta bertepuk sebelah tangan. Nara gadis yang cerdas dan cantik, ia pasti akan menjadikan Leo sebagai kekasihnya mengingat pria itu adalah selebriti terkenal akan ketampanan, ketenaran dan kekayaanya. Berbeda dengan dirinya , anak yang lahir tanpa seorang ayah.
Pria yang tidak tampan, tidak tenar, dan tidak kaya tidak akan bisa menyaingi Putra konglomerat. Itulah yang selalu ia tanamkan didalam dirinya hingga ia terlalu takut untuk mendekati Nara.
Ia takut, gadis yang disukainya itu memandangnya dengan sebelah mata. Padahal tidak, gadis itu tidak mempunyai hati yang busuk. Ia menghargai siapapun yang ingin menjadi teman-nya.
***
Jung Hoshi
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Vernon Chew
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.