HIGHRANK : #9 (24082017)
#1 [KOREAN STORY (VKOOK)]
Sedikit bumbu dari cerita ini :
FANFICTION❌MISTERY❌IMAGINATION❌sedikit KISAH NYATA yang dialami penulis dan dimainkan oleh pemeran.
[REVISI SETELAH TAMAT]
Amazing cover by YOLANDA OKT!
"Kamu gak...
"JUNGKOOK?" Yoongi sangat terkejut ketika melihat Jungkook, sahabatnya sekarang sedang berada tepat di belakangnya dengan air mata yang membanjiri pipi chuby nya.
Apa Jungkook mendengar semua perkataannya dengan Jimin tadi? Apa mungkin Jungkook sudah mengetahui kalau Jimin dan Yoongi . . .
—berselingkuh—.
シシシ
Jungkook berlari, tak menghiraukan tatapan aneh dari beberapa puluh pasang mata yang menatapnya iba. Bayangkan, ditengah keramaian seperti ini. Jungkook menangis sesegukan, menangisi nasibnya yang sangat miris itu.
V pun hanya mengawasi Jungkook dari kejauhan, takut jika gadis cantik itu melakukan aksi nekat, seperti bunuh diri atau semacamnya.
"Kenapa? Kenapa? Kenapa kisah cintaku berakhir seperti ini? Kenapa hiksss," jerit Jungkook frustasi.
V menatap nanar kearah Jungkook, sudah saatnya Jungkook mengetahui semua ini. Kalau tidak, mungkin ia akan bertambah frustasi nantinya.
"Hey, sudah cukup. Jangan habiskan air matamu untuk namja brengsek seperti Jimin itu, Kook," ucap V menenangkan Jungkook.
Jungkook hanya diam, ia masih menangisi nasibnya.
"Ah Kook ayolah, cukup," tangis Jungkook pecah, ketika mendengar tawaran V untuk menghentikan tangisannya. V geram, ia merasa tidak dihargai sekarang. Dan juga V geram karena Jungkook bisa-bisa akan sakit jika ia terus menangis, V tidak mau itu sampai terjadi.
"CUKUP!" bentak V ,wajahnya memerah menandakan ia sedang disulut emosi. Mendengar itu Jungkook langsung terdiam, tetapi matanya masih mengeluarkan air sambil sesekali sesegukan. Jungkook pun menatap V dengan padangan yang sulit diartikan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ma.maaf," lirih V seraya menunduk "Aku hanya tidak ingin melihatmu menangisi namja brengsek itu," ujar V lagi.
Hikss hikss hikss "Maaf, maafkan aku V," lagi-lagi Jungkook menangis, tapi bukan menangis karena Jimin. Ia menangis karena tidak mempercayai V.
V tau kemana arah yang dibicarakan Jungkook, ia pun mengusap puncak kepala Jungkook dengan lembut. Seakan takut Jungkook akan merasa sakit di kepalanya.
"Tak apa, aku tidak pernah menyalahkanmu atas masalah ini. Menangislah jika kau ingin menangis, aku hanya tidak ingin melihatmu terlihat lemah karena namja brengsek itu, Kook," jelas V dengan senyuman tulusnya.
"Ke.kenapa kau begitu baik kepada ku V? Sedangkan kemarin aku tidak mempercayaimu?" tanya Jungkook
"Karena— Aku menyanyangimu,"lirih V, hampir terdengar seperti bisikan.
"Menyanyangiku? Tapi kenapa?"
"Tidak ada alasan," "Aku hanya menyanyangimu," ucap V sambil tersenyum.
Jungkook hanya mengangguk, seakan ia mengerti arah bicara V.
🐰🐰🐰
"Kook?" panggil V
"Ya, ada apa V?"
"Aku mau membicarakan sesuatu kepadamu,"
"Bicaralah,"
"Aku.hm aku—," V nampaknya ragu
"Kau kenapa V?" tanya Jungkook penasaran
"Aku.hm waktu ku untuk menemanimu sudah habis Kook," ucap V seraya menunduk, ia tidak ingin melihat ekspresi Jungkook selanjutnya.
"Hey, apa kau bercanda?" tanya Jungkook, ia mencari kebohongan dimata V. Tapi nihil! V nampaknya berkata jujur.
"Aku tidak bercanda Kook, aku serius," ujar V meyakinkan Jungkook
"Tapi, kenapa secepat ini V?"
"Ini sudah ke 88 hari aku menemanimu. Itu artinya 2 hari lagi aku akan pergi, Kook," ujar V murung.
Jungkook hanya diam, bingung mau menjawab apa ucapan V tadi. Tidak terasa sudah hampir tiga bulan V menemaninya. Jujur, Jungkook merasa separuh hatinya pergi saat ini. Karena mendengar ucapan V tadi.
🐰🐰🐰
Yang jelas, saya berharap cerita ini bisa membuat pembaca setia terhibur. 'Aamiin'