VKook.29

1.6K 98 8
                                        

Happy Reading 👀

***

"Ada apa tuan, Kim Yoo Jin?." tanya Pak Lee selaku sekertaris Yoo Jin dan orang kepercayaan Yoo Jin.

"Aku membutuhkan bantuan putramu, untuk tugasku kali ini." Pak Lee mengenyitkan dahinya bingung, tumben sekali Yoo Jin ingin meminta bantuan putranya.

"Putramu anggota 'The Big Kill Hacker Crew di L.A kan?." Yoo Jin bertanya dengan tatapan mengintimidasi.

"Benar, apa yang bisa putraku bantu. Tuan?."

"Tolong hubungi putramu dan suruh dia kesini, pak Lee." Yoo Jin memberikan handphone nya kepada pak Lee untuk menghubungi putranya.

Pak Lee mengangguk kemudian dia menerima handphone itu dan mengetikan nomer putranya yang berada di otaknya.

"Halo, Tae Won. Bisakah kau ke kedai Ramen di pinggir sepertiga jalan rumah kita? Ada yang ingin meminta bantuanmu."

"......."

"Baiklah, appa tunggu." pak Lee mengembalikan handphonenya ke Yoo Jin, Yoo Jin menerima handphonenya dan kembali memasukkan handphonenya ke saku jas nya.

7 menit kemudian

Pak Lee berdiri dan melambaikan tangan nya ketika melihat kedatangan putra tampannya, putranya yang sedari tadi celingak-celinguk mencari keberadaan ayahnya langsung tersenyum ketika menyadari ayahnya berada tak jauh dari dirinya.

Ia bergegas menghampiri ayahnya seraya menundukkan setengah tubuhnya bermaksud meminta maaf atas keterlambatannya.

"Maafkan aku ayah, aku tadi ada sedikit pekerjaan. Siapa yang ingin bertemu denganku?."

"Beri hormat pada tuan Kim Yoo Jin ini." putra pak Lee langsung mensejajarkan tubuhnya dan menundukkan tanda ia memberi hormat kepada Yoo Jin.

Yoo Jin hanya tersenyum menanggapinya. Kemudian ia menyuruh Tae Won untuk duduk dihadapannya bersebelahan dengan ayahnya.

"Ada apa tuan?." tanya Tae Won lembut.

"Bisakah kau membantuku?." tanya Yoo Jin

"Sebisaku." Tae Won mengangguk pasti.

"Tolong kau periksa cctv di gedung pernikahan Yonggi dan Jimin kemarin. Pastikan kau menemukan namja cantik dan temukan juga namja yang bersama dengannya. Bisakah kau membantuku?."

"Memeriksa cctv di gedung pernikahan orang penting akan sangat sulit. Banyak penjaga yang menjaga ketat ruang cctv beserta monitor nya. Itu akan menyulitkanku menerobos cctv nya dan memasukkan virus agar data-data disana pindah ke komputerku. Tapi, aku akan berusaha membantumu tuan."

"Aku yakin kau pasti bisa membantuku, aku akan membantumu jika kau membutuhkan kemampuanku. Kebetulan, aku termasuk kedalam orang penting yang diundang keacara pernikahan itu. Aku akan mencari cara agar aku bisa mengalihkan perhatian penjaga cctv itu agar kau bisa melakukan tugasmu." Tae Won mengangguk mantap.

"Baiklah kapan kita akan memulai misi ini?." tanya Tae Won.

"Secepatnya, hari ini aku akan segera menuju gedung bekas pernikahan itu."

"Maaf, tapi siapa nama namja cantik itu?." tanya Tae Won

"Jungkook."

"Jungkook? Sepertinya aku mengenalinya." gumam Tae Won.

"Kau bicara apa?." tanya Yoo Jin.

"Ahh bukan apa-apa." Tae Won menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Baiklah, kalau kau butuh apa-apa hubungi aku. Pak Lee memegang nomer handphone ku dan soal bayaran kau serahkan saja padaku. " Yoo Jin menepuk-nepuk pelan pundak Tae Won.

"Pak Lee aku permisi dulu." Yoo Jin membungkukkan tubuhnya dihadapan pak Lee, pak Lee langsung berdiri dan membungkukkan tubuhnya juga.

Ketika Yoo Jin sudah pergi meninggalkan kedai ramen, pak Lee dan Tae Won juga bergegas pergi dari sini.

Ketika di depan pintu kedai, Tae Won menghentikan langkahnya dan menahan ayahnya.

"Ayah, aku ingin pergi ke kedai 'Dak Galbi' milik Jin ahjumma dulu ya. Aku akan pulang nanti, aku lapar." Tae Won memegang perutnya ketika ia berbicara lapar tadi.

"Kau ini, yasudah nanti jangan pulang larut malam. Dan istirahatlah. Ayah pergi." pak Lee mengacak-acak rambut putranya seraya terkekeh pelan, ia pun melangkahkan kakinya pergi meninggalkan anaknya.

Tae Won menunggu ayahnya dulu sampai ayahnya tidak terlihat lagi, ia baru beranjak dari tempatnya berdiri dan melangkahkan kakinya menuju tempat tujuannya.

Ia menyatukan telinganya dengan headset yang bertengger di leher sampai dadanya. Kemudian mengetik judul lagu di handphone nya.

Jarak dari kedai ramen menuju kedai dak galbi tidak terlalu jauh, hanya berjarak beberapa meter saja.

Tae Won sering ke kedai dak galbi untuk sekedar melepas penat, rasanya sangat nyaman di sana apalagi jika sudah melihat senyum anaknya Jin ahjumma. Ya walaupun senyuman itu diperuntukkan kepada semua pelanggan.

Tae Won selalu memandanginya dari jauh, seakan takut ia akan tersingkir dari semua namja kaya raya yang menyukai namja cantik bernama Jungkook itu.

Tae Won selalu memilih tempat pojokan untuk mengetik sesuatu di komputernya atau sekedar memakan satu porsi dak galbi.

Tae Won masuk kedalam kedai dan langsung memesan satu porsi dak galbi. Ia celingak-celinguk mencari keberadaan namja cantik itu. Tapi, ia tidak menemukannya.

"Ah maaf tuan, apa yang sedang kau cari?." tanya eomma Jungkook kebingungan melihat tingkah Tae Won, pelanggan setia nya. Ia memberikan nampan yang berisi satu porsi dak galbi kepada Tae Won.

"Eoh? Aku tidak mencari siapapun." Tae Won tersenyum getir seraya menerima nampan itu dan melangkahkan kakinya menuju kepojokan untuk menikmati hidangan yang membuat perutnya demo minta diberi makan.

"Aku pulang." ketika Tae Won ingin menyuap makanan dimulutnya, matanya langsung terfokus pada Jungkook. Namja cantik yang mengalihkan dunianya.

Tae Won tersenyum lega ketika melihat pujaannya baik-baik saja dan terlihat sangat ceria.

"Eoh dari mana saja kau? Masih ingat pulang ya rupanya." Jungkook mengerucutkan bibirnya dan Jin ahjumma menoel hidung Jungkook seraya terkekeh pelan melihat kelakuan anaknya.

Tae Won meraba saku jaketnya, ia mengambil handphone nya dan memusatkan pada titik fokus Jungkook. Kemudian ia memfoto Jungkook.

(Anggap aja itu foto Jungkook lagi senyum)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

(Anggap aja itu foto Jungkook lagi senyum)

Tae Won mengelus-elus gambar sempurna Jungkook yang diambilnya tanpa sepengetahuan si empunya.

Tae Won berandai, andai saja senyuman Jungkook itu hanya diperuntukkan dirinya bukan orang lain. Mungkin Tae Won akan merasa sangat beruntung bisa melihat senyum Jungkook setiap saat.

Tae Won teringat, ia lalu mengirim pesan singkat untuk ayahnya. Ia meminta nomer telepon Yoo Jin.

From : 아빠 (Appa)
721347331

Tae Won langsung menyimpan nomer itu dan pergi membayar makanan yang tadi ia pesan sambil sesekali melirik Jungkook yang sedang memberikan pesanan pelanggan.

My EX is a GHOST [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang