Kihyun terbangun di pagi hari, cahaya matahari yang menyelinap masuk melewati celah jendela menusuk tubuh Kihyun seolah membangungkannya. Kihyun membuka matanya pelan, tubuhnya linu dan penuh sakit di sekujur tubuh akibat aktifitas semalam.
" euh... Shhh... "
Erang kihyun pelan. Dia duduk di atas ranjang besar sambil memegang punggungnya. Saat menoleh kiri dan kanan, Kihyun tidak mendapati dua pria berbadan kekar tersebut, ranjang ke adaan rapih, secangkir susu dan roti berada di atas meja kecil dan sebuah note kecil. Dengan pelan-pelan Kihyun mengambil secarik kertas itu.
Aku ada urusan dengan Wonho sebentar, kau makan dan minum setelah itu bergegas lah, aku akan membawamu pulang.
Hyunwoo
Kihyun tertegun sebentar membaca note kecil tersebut.
Kihyun melepas selimut dari tubuhnya, dan pelan-pelan turun dari atas ranjang besar tersebut. Kihyun melihat sekeliling tempat yang sudah rapih. Kihyun melangkah dengan tertatih-tatih betapa perih dan ngilu di bagian bawahnya terlalu banyak di... Ah semalam begitu hebat, Kihyun seharusnya sudah mati di tempat jika tidak kuat pikirnya. Kihyun berdiri di depan wastafel, melihat bibirnya masih dalam ke adaan bengkak merah merona dengan sekitar leher dan dada penuh kissmark. Kihyun mengusap leher dan dadanya sebentar.
" hhh... perih dan semua tubuhku sangat pegal rasanya, berendam di air hangat akan lebih baik mungkin "
Ucap Kihyun pelan. Kihyun berhati-hati melangkah mendekat ke bathup dan Mulai menyalakan keran di sekitar bathup, mengisinya dengan air hangat. Kihyun termenung memikirkan kejadian semalam.
" aku harus pergi dari dunia Hyunwoo, tidak seharusnya aku tetap menjadi budak seks nya. aku hanya pria yang mirip dengan seorang wanita, Kim Eun Bin. Tidak... Aku tidak bisa menetap bersamanya. aku harus kabur bagaimana pun caranya, atau mungkin meminta dia untuk melepaskanku. Aku bisa gila terus berada di sisinya "
Uneg Kihyun. Dirinya terus berfikir, apakah mungkin nanti dirinya akan di jual sebagai budak seks. Euh, semua isi kepala Kihyun semakin menjadi jadi dia terus berfikir dia harus bagaimana dan resiko apa yang akan dia lakukan jika dia pergi dari sini atau tidak pergi dari sini. Kihyun menginginkan Kehidupan normalnya hanya itu. Bukan di kurung seperti tahanan dan perputaran aktifitasnya hanya, bangun, makan, bermain sebentar, melakukan seks lalu tidur lagi.Wtf- aktifitas tidak normal.
Kihyun melangkah masuk ke Dalam bathup dan merendakan tubuhnya agar lebih rileks dari semua sakit yang dia rasa hari ini. Kihyun memejamkan matanya dan bersandar pada bahu bathup. Terdengar samar-samar suara langkah berat mendekati, tapi Kihyun enggan membuka matanya. Kihyun dia dalam posisinya sambil terus merilekskan pikirannya dari berbagai macam pemikiran negatifnya.
Sebuah tangan mengusap pundak kiri Kihyun dengan pelan dimana pundak itu penuh merah kissmark dari bibir- bibir kedua pria kekar semalam. Kihyun terkejut dan menoleh mendapati Hyunwoo tersenyum kecil melihatnya. Kihyun dengan cepat membuang muka setelah melihat wajah Hyunwoo.
" kau marah padaku hm? "
Tanya Hyunwoo. Hyunwoo bergeser dari belakang ke arah samping Kihyun dan memasukan tangannya ke Dalam bathup untuk mencari keberadaan tangan mungil tersebut. Tapi Kihyun menjauhkannya agar tangan tersebut tidak di genggam pria cabul yang satu ini. Biadab, pikir Kihyun.
" Beritahu aku, dimana letak kesalah ku Kihyun-nie "
Kihyun menoleh ke arah Hyunwoo. Hyunwoo terlihat datar dan flat seolah dia ingin Kihyun berbicara apa yang Kihyun rasakan.

KAMU SEDANG MEMBACA
SECRET LOVE
FanfictionShownu & Kihyun. Without prologue or teaser... Mature Content (Yaoi ofc) Don't read if u hate it. -Xeu-