PART 24

21.4K 967 27
                                        

Setelah Ruby pergi untuk membuka café-nya Aidan yang sedari tadi bertindak tenang segera menekan nomor telpon adiknya “Aira aku butuh bantuanmu!”

“ada apa kak? Kau tidak lihat ini baru jam 7 pagi” keluh Aira yang ia tahu pasti masih di tempat tidur.

“ini mendesak. Bisa kau bantu aku, besok aku akan bertemu dengan orang tua Ruby!” suara Aidan kini terdengar sedikit panik.

“tenang, tenang kakakku sayang.” Terdengar kekehan Aira di sebrang sana “baru kali ini aku mendengarmu panik.”

“sekarang bukan saatnya menggodaku, kau harus membantuku!” seru Aidan hampir berteriak.

“oke, oke aku akan ke kantormu saat makan siang oke?”

Aidan menarik napas lega “oke”

***

“jadi kakakku sayang apa yang perlu kulakukan untuk membantumu?” tanya Aira saat ia datang ke kantor Aidan saat jam makan siang.

“menurutmu apa yang membuat orang tua Ruby dapat merestui hubungan mereka denganku?” tanya Aidan.

“aku tidak tahu, tetapi bila aku memiliki anak aku ingin anakku mendapat suami yang baik dan setia” kata Aira lalu “setidaknya bukan seorang playboy” katanya melirik kakaknya sinis.

“lalu apa yang harus kulakukan?”

Aira menjentikkan jarinya “bagaimana kalau kita merubah penampilanmu?!” serunya.

“merubah penampilanku?”

“ikut saja aku. Kita akan merubah keseluruhan penampilanmu.” Kata Aira menyembunyikan seringaiannya.

Mereka sampai di pusat perbelanjaan dan memasuki toko yang menjual pakaian pria, Aira langsung memilihkan beberapa setel pakaian sedangkan Aidan hanya bisa berdiri menunggu bersama pramuniaga di sebelahnya.

Setelah sekitar 10 menit adiknya kembali dan menyerahkan beberapa pasang pakaian dan mendorongnya ke kamar ganti saat ia hanya berdiri di sana “cepat sana.” Perintahnya. “oh dan satu hal lagi kau harus keluar agar aku dapat melihatnya.”

Beberapa menit kemudian Aidan keluar, Aira melihat tampilan kakaknya dari atas ke bawah lalu tertawa terbahak-bahak karena pria itu memakai pakaian bermotif bunga-bunga yang sangat norak yang dikancingkan sampai atas dan celana panjang.

Aidan yang sedari tadi terlihat melamun pun tersadar karena suara adiknya dan ia melihat pakaian yang dikenakannya dengan kaget “WHAT THE FUCK!” lalu masuk kembali ke kamar ganti dengan marah meninggalkan Aira yang masih tertawa sambil memegangi perutnya.

“Aira you sucks little sister” gerutu Aidan.

“hanya ingin menyadarkanmu kakakku sayang, jadilah dirimu sendiri di hadapan orang tua Ruby dan aku yakin mereka akan menyukaimu.”

Setelah menarik napas dalam dan mengeluarkannya dalam sekali hembusan Aidan berkata dengan lebih tenang “terima kasih” sambil mencubit pipi Aira.

***

“kau sudah siap?” tanya Ruby saat mereka sudah berada di depan rumah orang tuanya.

“tentu.”

Mereka memasuki teras rumah lalu Ruby mengetuk pintu sampai pada ketukan ketiga pintu dibuka “hallo, bu” ia lalu mencium pipi ibunya dan memeluknya.

“hallo sayang” ibunya balas memeluk lalu “siapa ini?” tanyanya ketika melihat Aidan.

“ini pacarku” kata Ruby dengan wajah bersemu merah.

Lessons In LoveWhere stories live. Discover now