Hari ini adalah hari kedua nela menjalani masa orientasi sekolah. Ia sangat antusias karna akan pergi jelajah alam dan jelajah alamnya adalah mendaki gunung. Mendaki adalah salah satu hobi cewe berkulit kuning langsat ini. Ia menyukainya karna kedua orangnya adalah mantan mapala (mahasiswa pencinta alam) yang sering pergi mendaki gunung. Nela pun sibuk mengemasi barang barangnya.
"Ma, papa mana?? ". Nela masuk ke dalam kamar mamanya dan celingak celinguk mencari keberadaan papanya.
"Papa kamu udah berangkat tadi pagi, katanya ada urusan penting. Papa udah tau kalau kamu mau pergi sekarang dan papa ngizinin kamu" jawab yanti sambil membersihkan kasur.
"Hmmm gitu. Mama ada nampak syal biru nela gak? Nela udah cari di lemari tapi gak ada".
"Coba kamu lihat disitu" yanti menunjuk ke keranjang baju yang baru siap di setrika.
Nela pun mencari syal nya dan mendapatinya di lipatan paling bawah.
"Udah dapat??"
"Udah mah"
"Barang barang kamu udah siap semua??"
"Udah mahh"
"Yaudah eh mama lupa, nih" yanti memberi sarung tangan dongker kepada nela."ini tadi papa kamu nitip buat di kasih ke kamu, katanya biar kamu nantik gak kedinginan di gunung"."Ahhhh makasih maaaa".
"Yaudah sekarang kita sarapan, bang adnan udah bangun?"
"Udah mah"
"Yaudah yuk".Mereka pun sarapan dan setelah selesai makan, nela bergegas untuk pergi ke sekolah. Seperti biasa, Ia diantar oleh abangnya. Setelah sampai di sekolah, adnan mengantar nela kedalam sekolah.
"Ahhh kamu kenapa pake pergi segala sih la.. Ntar siapa yang mau kakak gangguin??huhuhu" adnan memeluk nela dan berakting nangis tersedu sedu.
"Punya abang kok alay gini ya. Lagian kan cuma dua hari bang, ntar baleknya nela belikin oleh oleh deh"
"Ha?? Oleh oleh nih??" adnan melepaskan pelukannya dan tersenyum lebar melihat nela.
"Iya bang nela janji. Nela pergi dulu ya bang, udah disuruh ngumpul tuh" nela mengambil barang barangnya dan menyalami adnan. Tak lupa ia juga mencium pipi kanan adnan dan berlari meninggalkan adnan.
"Baek baek lo disana la!! Cepet balek ntar gua kangen!!!" teriak adnan yang hanya mendapat anggukan dari nela. Adnan pun kembali ke mobil dan melaju menuju rumahnya.
Semua murid Sman 1 Tualang melakukan jelajah alam ke gunung singgalang. Bukan hal aneh bagi sekolah ini mengadakan acara jelajah alam ke gunung. Banyak yang suka dan tak sedikit yang mengeluh karna alasan capek lah, ribet lah, apa lah. Banyak kelas yang tidak ingin ikut tapi apa daya, itu merupakan bagian dari mos yang wajib mereka jalani. Berbeda dengan kelas nela yang sangat antusias dalam acara tersebut. Nela masuk ke lapangan sekolah dan mencari cari temannya tetapi nihil. Ia tidak dapat menemukan teman sekelasnya.
"Duhh si nela mana nih, kok jam segini belum datang sih" eca melihat jam hitam yang melekat di tangannya.
"Tunggu aja entar juga dia dateng kok" jawab mia santai. "Eh itu kayaknya nela deh, mel lo samperin sana ajak dia kesini kayaknya dia kebingungan tuh"
"Hmm ok tunggu bentar ya... Jangan kangen ama guee" jawab caramel dan langsung berlari ketempat nela.
'Heh dasar gila' gumam mia.
"Nyariin siapa mbak?" caramel menepuk pundak nela dan langsung mendapati nela yang sedikit terkejut.
"Eh anying ngagetin lo mel. Mana yang lain?"
"Itu disana yuk"
Mereka pun kembali ketempat eca dan mia berada. Setelah itu mereka berbaris sesuai kelas mereka. Agak sulit mencari barisan mereka karna masih belum tanda dengan teman teman baru.

KAMU SEDANG MEMBACA
Kanela
Teen Fiction"kenapa dik, kenapa??" "..." "Tolong kasih gue alasan! Gue tu sayang sama lo.. selama ini kita baik2 aja kan???" "...lo... lo bisa diam??" "Iya tapi kenapa? Gue butuh penjelasan dari lo,.." "Gue ga bisa lanjutin hubungan kita la, kita sampai sini aj...