Yuliana

146 7 0
                                    

"Yulia, kenapa kamu berbohong padaku?" tanyaku sambil membuka pintu kamar Yulia
"Astaga April, kamu buat aku kaget aja, aku berbohong soal apa?" tanya Yulia dengan wajah kaget
"Yul, jujurlah sama aku, kita ini kan temenan, biasanya kamu juga cerita sama aku kalau ada apa-apa" ucapku sedikit memaksa

Yulia pun termenung tanpa menatapku.

"Apa yang kamu pikirkan yulia? Aku udah tau semuanya" ucapku dengan sebal
"Memangnya apa yang kamu tau April?" tanya Yulia
"Aduh Yulia, please deh, kamu ngga usah nutupin masalah ini lagi sama aku" ucapku
"Masalah apa pril? Aku lagi ngga ada masalah" ucap Yulia
"Aku tau yul, aku tau semuanya, kamu sakit karena Kak Niko kan?" ucapku
"Emm... Engga kok pril, aku sakit karena aku lagi ngga enak badan aja" ucap Yulia dengan wajah kebingungan
"Dari raut mukamu aja aku udah bisa tau kok yul, udahlah kamu jujur aja, aku juga ngga akan memberitahukan hal ini pada Inas, Ilsa dan Shilvi" paksaku

Yuliana tampak terdiam, aku mengerti Yuliana pasti masih shock dengan kejadian yang telah ia alami. Tetapi aku ingin mengetahui hal apa yang sudah dilakukan Kak Niko pada Yuliana sehingga membuatnya seperti ini.

10 menit telah berlalu, tetapi Yuliana tidak bicara sepatah kata pun sehingga membuatku sebal padanya dan mulai bicara padanya.

"Yulia, ceritakanlah padaku apa yang telah terjadi!" bentakku
"April, aku akan menceritakan semuanya padamu, tapi tidak untuk sekarang" ucap Yulia dengan lembut
"Kapan yul?! Aku sangat penasaran, apa kamu tidak mau aku bantu?!" ucapku agak meninggi
"April, aku ngga mungkin cerita padamu untuk saat ini, kamu saat ini sedanf dikuasai dengan amarah, aku juga masih belum siap untuk menceritakan hal itu" ucap yulia dengan menitikkan air mata

Aku pun terdiam untuk sesaat.

"Baiklah Yulia, jika kamu sudah siap, ceritalah padaku, aku siap untuk mendengarkan ceritamu, maafkan aku karena telah memaksamu" ucapku sambil memeluk Yulia
"Iya April, aku akan ceritakan semuanya padamu nanti" ucap Yulia
"Yasudah, sekarang kamu istirahat saja, semoga cepat sembuh ya Yulia" ucapku
"Iya April, makasih ya sudah menjengukku" ucap Yulia dengan senyuman di bibirnya
"Iya Yulia. Aku pulang dulu ya" ucapku
"Hati-hati April" ucap Yulia

Aku pun segera masuk ke dalam mobil dan bergegas menuju rumah Maya untuk menjemput Manda.

Sekian dulu ya, maaf kalau ceritanya terlalu pendek, kurang bagus atau ngga nyambung, happy reading😊😊 jangan lupa like and comment😉😉

Senior's (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang