Pemilihan Kapten Cheerleaders

178 7 0
                                    

Ruang Makan
Sehabis mandi aku langsung menuju ke meja makan, ternyata disana sudah ada Kak Varel dan Manda.
"Kenapa mukanya di tekuk gitu?" tanya Kak Varel
"Lagi sebel" jawabku singkat
"Kakak mah kerjaannya sebel mulu sama orang" ucap Manda
"Kamu itu anak kecil ngga usah ikut-ikutan deh" ucapku
"Emangnya sebel kenapa to?" tanya Kak Varel
"Itu loh, kan aku punya senior namanya Kak Radhita, dia itu suka sama Kak Dimas yang sukanya bikin ulah sama aku itu, mungkin Kak Radhita kira aku mencoba buat deket-deket sama Kak Dimas padahal kan engga, setelah itu Kak Radhita selalu saja nyalahin aku kak, dia nantang aku buat ikut seleksi untuk jadi kapten cheerleaders" terangku
"Itu to permasalahannya, ya kamu ikuti aja dek, lagian kan kamu emang pinter nari to" ucap Kak Varel
"Aku takut kak kalo ngga kepilih terus dia makin nginjek-nginjek harga diri aku" ucapku
"Yang penting kamu yakin aja sama kemampuanmu, kakak yakin kok kalo kamu bisa" ucap Kak Varel menyemangatiku
"Iya kak, Manda juga yakin kak April bisa, kan kakak narinya bagus" ucap Manda menyemangatiku
"Makasih ya kak, dek, doain aku ya supaya bisa jadi kapten cheerleaders, supaya Kak Radhita engga ngeganggu aku lagi" ucapku
"Amin..." ucap Kak Varel dan Manda
"Tapi kalo udah jadi kapten cheerleaders kamu harus bisa bertanggung jawab, jangan buat gaya-gayaan aja" ucap Kak Varel
"Siap kak" jawabku

Tak lama kemudian papa dan mama pun turun, kami segera menyelesaikan sarapan kami. Setelah selesai kami bersalaman pada mama dan berangkat.

SMA Alexandria
Baru saja masuk pintu gerbang, ada orang yang menarik tanganku dengan kasar.
"Gimana? Kamu udah siap ikut seleksi?!" ucap Kak Radhita
"Insya Allah sudah kok kak" ucapku
"Paling juga nanti ngga keterima" ledek Kak Radhita ditambah tawaan dayang-dayangnya
"Ya lihat saja nanti kak gimana keputusan senior yang menjabat sebagai kapten cheerleaders" ucapku tenang
"Liat aja ya, aku bakal buat kamu malu semalu-malunya kalau kamu gagal!" ancam Kak Radhita

Sebegitu cintanyakah Kak Radhita sama Kak Dimas, sampai-sampai siapapun yang bermasalah dengan Kak Dimas juga bermasalah dengannya? Ah sudahlah, lagi pula juga bukan urusanku, kalau difikir-fikir cocok juga Kak Radhita dengan Kak Dimas karena mereka memiliki satu sifat yang sama yaitu suka cari masalah dengan orang lain.

Setibanya di depan pintu kelas, aku merasa ada yang memegang tanganku, aku pun menoleh ke belakang, dan ternyata itu adalah Kak Egy.
"Dek, benar kamu ikut seleksi kapten cheerleaders?" tanya Kak Egy
"Benar kak, memangnya ada apa ya?" tanyaku
"Tidak ada apa-apa, hanya saja untuk menjadi kapten cheerleaders disini itu ngga mudah" kata Kak Egy
"Iyakah kak? Aku akan tetap berusaha semaksimal mungkin kak dan berdoa supaya diberi jalan yang mudah" ucapku
"Amin dek, kalau begitu semangat ya dek, kakak yakin kamu pasti bisa kok, nanti kalau kamu jadi team cheerleaders yang semangatin kakak main basket kan kamu" ucap Kak Egy
"Apaan sih kak bisa aja deh" ucapku dengan malu
"Ngga usah malu gitu lah dek, oh iya kakak ini kapten basket disini" ucap Kak Egy
"Oh gitu kak, keren dong, yasudah kak aku masuk ke kelas dulu ya soalnya udah mau bel" ucapku
"Oke dek, semangat ya" ucap Kak Egy

Mendengar ucapan Kak Egy tadi membuatku salah tingkah, aku dibuat terbang olehnya, rasanya senang sekali. Ternyata selain ganteng, ramah dan baik hati ternyata dia juga merupakan kapten basket di SMA ini. Aku sangat mengaguminya.
Andai saja aku bisa bersama dengannya pasti ngga akan ada lagi yang ganggu aku.

Bel tanda pelajaran dimulai pun berbunyi, aku segera memasuki kelas dan duduk di samping Yulia.
"Cie, abis digodain bang Egy ya" ledek Yulia
"Ihh apaan sih engga, dia cuma nyemangatin aku aja kok supaya jadi kapten cheerleaders" ucapku
"Kok pipinya merah gitu" ledek Yulia
"Udah ah, pelajaran udah dimulai tuh" ucapku mengalihkan pembicaraan
"Bentar lagi ada yang jadian nih" ucap Yulia
"Apaan sih engga yul, udah belajar dulu" ucapku

Aku dan Yulia pun kembali memperhatikan guru yang sedang mengajar. Aku dan Yulia memang sering bercanda, tetapi jika guru sudah masuk ke kelas kami berdua serius memperhatikan pelajaran yang diterangkan oleh guru.

S
K
I
P

Ruang Team Cheerleaders
Akhirnya, saat yang di nanti-nanti telah tiba, kini saatnya aku harus bertanding dengan murid kelas X yang lain untuk menjadi kapten cheerleaders.
Jantungku berdegub dengan kencang, aku takut jika aku gagal dalam pemilihan ini.

"Yakin kamu bisa?!" ledek Kak Dimas
"Ah, kakak lagi, baru dua hari aku merasa tenang karena ngga di ganggu kakak sekarang kakak malah muncul lagi" ucapku sebal
"Apa kamu bilang!" ucap Kak Dimas
"Ngga jadi deh kak, jangan suka ngremehin orang kak" ucapku
"Lihat aja ya kalo sampe kamu gagal!" ancam Kak Dimas sembari meninggalkanku

Gila tuh orang, kok ada gitu manusia seperti dia, sangat menyebalkan.
Tiba-tiba saja ada yang memanggilku dan membuatku membuyarkan semua pikiran jelekku tentang Kak Dimas.
"Dek" ucap Kak Egy memanggilku
"Eh, iya kak ada apa?" ucapku
"Kok malah ngalamun, baru mikir apa?" tanya Kak Egy
"Ngga mikir apa-apa kok kak" ucapku berdusta
"Semangat ya, sebentar lagi giliranmu" ucap Kak Egy
"Iya kak, makasih ya kak" ucapku sembari tersenyum.

Pemilihan kapten cheerleaders pun berjalan dengan baik. Kini saatnya di umumkan siapa yang akan menggantikan posisi Kak Ayu sebagi kapten cheerleaders.
"Bagaimana? Apakah kalian semua sudah siap untuk mengetahui siapa kapten cheerleaders di SMA Alexandria?" ucap Kak Ayu dengan tersenyum
"Sudah..." ucap semua murid yang melihat secara serentak
"Dan..... Yang terpilih untuk menjadi kapten cheerleaders di SMA Alexandria adalah...."
"Siapa yu, cepetan dong kasih tau" ucap salah satu senior

Jantungku berdegub dengan kencang, takut kalau gagal dalam pemilihan ini, khawatir jika akan dipermalukan oleh Kak Radhita dan kawan-kawannya yang terkenal angkuh dan sombong.
"Dia adalah...." ucap Kak Ayu lagi
"Apriliana Mega Hapsari" ucap Kak Ayu ditambah tepuk tangan dari semua murid
"Selamat ya pril kamu udah terpilih" ucap Inka salah satu kandidat kapten cheerleaders
"Terima kasih Inka, kita sama-sama berjuang ya buat kebaikan sekolah kita besok" ucapku
"Pasti" jawab Inka

Hati ku bersorak sorai dengan terpilihnya aku sebagai kapten cheerleaders. Aku merasa sangat senang dan pastinya Kak Radhita and the geng ngga bakal ganggu aku lagi. Walaupun masih ada satu yang menjadi ancaman bagiku, yaitu Kak Dimas.

Aku akan menyampaikan kabar gembira ini ke rumah, supaya orang tua, adik dan kakakku bangga.
Aku akan berusaha untuk menjadi kapten cheerleaders yang bertanggung jawab dan kompeten, aku juga akan membuktikan pada Kak Dimas jika aku bisa agar dia tidak lagi mengejekku berdebat dan mengancamku.





Sekian dulu ya, maaf nih author lagi sedikit sibuk jadi maaf banget kalau ceritanya kurang berkesan🙏 semoga tidak mengurangi niat baca readers ya😊💙

Senior's (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang