Rumah Sakit

178 7 0
                                        

RS Nerpati 09:30
Sesampainya di depan pintu rumah sakit, aku langsung memanggil perawat yang ada di rumah sakit itu untuk memberi pertolongan pada Kak Dimas yang kondisinya semakin parah.
"Mbak, tolong isi registrasi pasien tersebut" ucap salah satu perawat di rumah sakit
"Saya ngga tau semua tentang dia e mbak, soalnya saya ini cuma temannya saja" ucapku dengan tenang
"Tidak apa-apa mbak, setaunya mbak dulu saja, nanti jika pihak keluarga sudah datang bisa dilengkapi oleh keluarganya" ucap petugas registrasi
'Bagaimana aku bisa mengisi data dari Kak Dimas, sedangkan aku tak mengetahui jati dirinya' gumamku dalam hati.

Aku pun segera mengisi data Kak Dimas yang hanya aku ketahui saja supaya Kak Dimas segera mendapat pertolongan.
Setelah itu, aku duduk di depan ruang UGD, aku sangat bingung harus berbuat apa. Aku ingin sekali menghubungi keluarga Kak Dimas tetapi aku tidak mengetahui nomor dari salah satu keluarganya.

Aku berjalan mondar-mandir tak tentu arah. Aku sangat bingung kali ini, aku harus bagaimana? Aku harus berbuat apa? Siapa yang memiliki nomor keluarga Kak Dimas, sehingga aku dapat menghubungi keluarga Kak Dimas.
Tiba-tiba saja handphone ku berdering dan membuat pemikiranku terpecah. Aku coba ambil handphone di saku celanaku dan melihat siapa yang tengah menelfonku.
Setelah ku lihat, ternyata Inasha yang tengah menelfonku, aku pun segera mengangkat telfon dari Inasha.

Inasha : "Hallo, Pril, kamu dimana? Katanya mau ke rumahku?"
April : "Aku baru di rumah sakit Nas, tadi sewaktu aku dalam perjalanan ke rumahmu aku melihat sebuah kecelakaan"
Inasha : "Lalu? Kenapa kamu tidak langsung kesini saja?"
April : "Korbannya Kak Dimas nas, aku menolongnya karena kata warga sedari tadi tidak ada mobil lewat yang bisa mengantarkan Kak Dimas ke rumah sakit"

Aku pun menangis
Inasha : "Hallo, Pril, kok kamu malah nangis sih?"
April : "Aku bingung Nas, aku harus berbuat apa saat ini, ingin mengabari keluarga Kak Dimas tapi aku tidak punya contact"
Inasha : "Kamu punya nomor wa nya Kak Egy kan Pril? Nah coba aja kamu tanya sama dia barangkali dia punya, kan dia temannya Kak Dimas"
April : "Iya juga Nas, ya sudah aku tutup dulu ya telfonnya"
Inasha : "Iya April, semoga Kak Dimas dalam kondisi yang baik"
April : "Amin Nas"

Tuttuttuttut....

Aku pun mematikan telfon dari Inas. Aku segera membuka whatsapp dan mencari contact Kak Egy. Setelah menemukannya, aku sepergi
menulis pesan untuk Kak Egy.

Egy POV
Aku merasa bosan karena tidak ada yang mengajakku bermain atau jalan-jalan. Biasanya Dimas jam segini sudah nongol di kamarku, tapi kenapa kali ini tidak, ada apa dengannya?
Aku hendak menelfon Dimas, tapi aku urungkan.
Tiba-tiba suara handphone ku berbunyi dan membuat buyar semua yang ada dalam fikiranku.
Aku pun segera membuka handphone, ku lihat ada notif wa disana, kemudian aku buka wa dan membaca isi pesan itu. Tak ku sangka ternyata pesan itu dari Apriliana, junior yang diam-diam sangat aku kagumi. Oh senangnya.

From: Apriliana

Kak Egy, aku mau nanya, kakak punya contact keluarganya Kak Dimas engga?

Aku kira Apriliana akan mengajakku pergi jalan-jalan, ternyata hanya menanyakan soal Dimas, membuat hatiku panas saja.

To: Apriliana

Ada kok, memangnya ada apa? Kok tiba-tiba kamu tanya contact keluarga Dimas?

From: Apriliana

Tadi saat aku dalam perjalanan ke rumah Inasha, aku melihat ada sekerumunan warga, saat aku tanya katanya ada korban tabrak lari dan ketika aku lihat ternyata Kak Dimas, kemudian aku bawa Kak Dimas ke rumah sakit. Aku sekarang bingung kak harus bagaimana

Maafkan aku Dimas, aku telah berburuk sangka terhadapmu. Gumamku

To: Apriliana

Yasudah, kamu tunggu disitu, kakak akan segera kesana, jangan pergi

Senior's (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang