Sunday

199 8 0
                                    

Minggu, hari yang paling di nanti-nanti oleh para murid di SMA Alexandria.
Minggu kali ini aku sangat bingung karena tak ada satu pun teman yang mengajakku bermain atau sekedar jalan-jalan ke mall atau tempat wisata.
Akhirnya aku memutuskan untuk pergi ke rumah Inasha. Aku bergegas mandi lalu kemudian berangkat ke rumah Inasha.

Ruang Makan
"Ma, April mau ke rumah Inas, boleh engga?" tanyaku
"Boleh, asal jangan pulang kesorean ya" ucap Mama
"Ikut boleh ngga kak? Manda kesepian nih dirumah" ucap Manda
"Engga ah, kamu nanti nyusahin kakak aja" ucapku
"Alah kak, gitu amat sama adik sendiri" rengek Manda
"Pokoknya engga dek, main aja sama temanmu!" ucapku
"Ih, gitu banget sih kak" ucap Manda kesal
"Sudah, nanti Manda ikut Kak Varel aja ke rumah Kak Risa" ucap Kak Varel
"Engga ah kak, ntar Manda jadi obat nyamuk lagi" ucap Manda
"Ya engga lah dek, kan Kak Risa punya adik namanya Agas, nanti kamu bisa main sama dia" ucap Kak Varel
"Engga mau ah, mending nemenin mama dirumah" ucap Manda
"Nah udah, nanti Manda ikut mama ke mall aja ya belanja" ucap Mama
"Asyik... Oke ma" ucap Manda dengan senangnya
"Selalu gitu deh kalo sama Manda" sindirku
"April.. Dulu kan mama juga kayak gini sama kamu nak" ucap mama
"Iya mama" ucapku

Kami pun melanjutkan sarapan pagi, papa tidak ikut sarapan pagi karena ada urusan bisnis di luar kota.
Selesai makan, aku berpamitan dengan mama untuk pergi ke rumah Inas.
"Ma, April ke rumah Inas dulu ya" ucapku sambil mencium punggung tangan mama
"Iya sayang, hati-hati dijalan ya, taati rambu-rambu lalu lintas dan jangan pulang sore-sore" ucap mama sambil membelai rambutku
"Iya ma" ucapku sambil berlalu.

Perjalanan
Saat sampai di dekat rumah Inas, aku melihat ada sekelompok warga yang sedang mengerumuni sesuatu. Karena penasaran, aku pun memarkirkan mobilku dan berjalan ke kerumunan warga.
Aku pun bertanya pada salah satu warga disana.
"Permisi pak, ini ada apa ya kok banyak warga yang berkerumun disini?" tanyaku dengan sopan
"Ini dek, tadi ada kecelakaan disini, pelakunya langsung lari dan disitu korbannya belum ada yang nolong soalnya tidak ada kendaraan lewat dari tadi" ucap salah satu warga
"Oh, boleh saya lihat korbannya pak? Siapa tau saya mengenalnya" ucapku
"Boleh nak" ucap salah satu warga

Aku pun bergegas menerobos masuk ke dalam kerumunan warga. Betapa kagetnya aku saat mengetahui siapa korban dari tabrak lari tersebut.
Dia adalah Kak Dimas, seniorku yang selama ini selalu menggangguku dan selalu membuat masalah denganku.
Aku pun menyuruh warga untuk membopong Kak Dimas ke mobilku.
Setelah itu aku segera membawa Kak Dimas ke rumah sakit terdekat.

Happy reading guys😊 maaf ya part ini aku bikin pendek😂 jangan lupa tinggalin jejak setelah baca ya😊


Senior's (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang