Potret

184 13 11
                                        



Assalamualaikum Ikhwah fillah.

💝💝💝


Dari potret
Aku mampu  ber imajinasi
Imajinasi yang sangat liar

Tunggu!!!!
Bukan liar itu yang ku maksud
Tapi
Liar anggan  ku tentang  mu

Terlalu  banyak  kata harap saat aku menatap potret  itu
Terlalu  banyak  Lengkungan tipis saat aku menatap potret itu
Terlalu banyak rona saat menatap potret itu

Bukan tanpa  alasan
Semua sama
Lebih dan kurang

Entah hanya rasa ku
Atau memang ini nyata

Bukan hanya wujud visual mu
Tapi akhlak mu
Bukan hanya tatapan  elang
Tapi tatapan syarat akan kasih sayang
Bukan hanya Lengkungan tipis yang dingin
Tapi Lengkungan tipis yang menghangatkan yang tersembunyi
Bukan wajah bak dewa
Tapi ukiran Allah Sang Maha yang sangat menawan

Tapi
Setelah ku melihat  nyata mu
Sungguh  aku malu

Aku malu
Kau lebih sempurna dari visual ku
Aku malu
Saat tutur mu mengucap kata,  sungguh tegas nan lembut
Aku malu
Tatapan  matamu  yang  hanya sedetik, membuat ku merasa di hargai  oleh mu

Apakah aku pantas?
Pantas berimajinasi
Pantas mengharap
Pantas merayu
Pantas  memohon
Agar sang Khaliq  berbaik hati pada ku
Untuk  memberikan  setitik  rasa di hati mu untuk ku??

Aku tau
Selama aku menatap  potret mu
Hati ku teracuni
Teracuni  virus yang mematikan
Virus  yang bisa saja membawa ku ke dalam belenggu penyesalan

Kini ku sadar
Tak perlu aku menatap potret mu lagi
Aku cukup menyebutkan  nama mu
Di setelah sujud di atas sajadah
Dan aku pun akan berusaha Berhijrah

Bukan!!!
Bukan hijrah untuk  mu
Tapi hijrah untuk lebih mencintai  allah

Jika cinta Allah sudah terpatri  dalam sanubari
Barulah  aku bisa mencintai makhluk_Nya

Apakah  aku boleh  meminjam  nama  mu,  untuk ku sebut dalam doa di atas sajadah di setiap Setelah sujud ku??





💝💝💝



Wassalamu'alaikum Ikhwah fillah.



Lampung, 17 januari 2018

Puisi Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang