Assalamu'alaikum ikhwah fillah.
🌸🌸🌸
Tiga tahun yang lalu
Takdir allah menyapa ku dan menyapa mu
Kejadian tak sengaja yang menumbuhkan rasa
Awalnya hanya penasaran.
Kemudian berkembang menjadi kagum,
Kemudian berkembang menjadi suka,
Kemudian berkembang menjadi cinta.
Namun ada benteng di antara kita.
Kamu yang lebih dulu mengenalNya,
Sedangkan aku masih merangkak mengenalNya.
Aku lebih memilih mencintai kamu dalam diam.
Mencoba mendekati dengan alasan bertanya tentang ilmu.
Mencintai kamu adalah kesalahan.
Mengharap kan mu adalah mustahil.
Memiliki mu adalah haram untuk detik ini, dan mungkin hingga saat akhir nanti.
Malam ini,,,
Berteman langit kelabu,
Angin yang menusuk tulang,
Dan sunyi nya sang malam,
Kau mengabarkan bahwa kau telah menemukan tulang rusuk mu.
Tahukah,,,,,
Kabar yang kau bawa seperti halilintar
Yang menyambar hati ku.
Runtuh sudah semua harapan ku.
Harapan ku bersanding dengan mu.
Harapan ku membina Bahtera bersama mu,
Harapan ku mempunyai keturunan soleh dan soleha.
Ahhhhh dan masih banyak lagi....
Kini....
Aku melepaskan mu.
Keindahan yang pernah singgah namun tak dapat ku sanggah.
Ku tau selama ini aku memupuk dosa
Dosa dari Mengagumi mu dalam diam.
Dan detik ini allah menyelamatkan ku.
Cinta dalam diam ku kini berganti menjadi cinta dalam ikhlas.
Aku pernah berdoa pada-Nya.
Jika kau yang terbaik maka dekatkan agar halal mampu ku sandang.
Dan jika bukan kau yang terbaik maka patahkan.
Detik ini keikhlasan menjadi teman ku.
🌸🌸🌸
Wassalamu'alikum ikhwah fillah.
Apa kabar teman teman?
Semoga semua dalam lindungan allah ya 😉.
Maaf ya jarang up date, dunia nyata lagi sibuk 😂😂.
Jangan bosen ya buat vote dan komen.
Hihihi gx tau part ini nyambung apa Gax, mudah mudahan nyambung dan suka ya.
Part ini nyata 🙊 terjadi sama aku.
Hihihi sampai jumpa d part selanjutnya ,,,
Salam manis Lia Anggraeni
Lampung, 22 april 2018
KAMU SEDANG MEMBACA
Puisi
PoesíaHanya sebuah coretan yang melintas d fikiran dan mengalir seperti air. Tak pernah sedikit pun berniat untuk menghentikan aliran itu. Bukan karena imajinasi yg melambung tinggi. Tapi karena Allah tak pernah berhenti memberikan nikmatnya.
