Assalamu'alaikum ikhwah fillah.
🌥️🌥️🌥️
Terombang - ambing rasa semu.
Berawal dari hati yang merindu.
Dan canda yang mampu menggetar kan qalbu.
Salahmu canda mu begitu tenang.
Salahku terlalu larut dan terbawa perasaan.
Di temani langit jingga yang menghangatkan.
Rasa semu dan harapan hancur tak terelakan.
Jingga,,
Lagi kau menjadi saksi...
Saksi bagaimana hati ini kembali tersakiti....
Selembar potret...
Potret kemilau yang mampu membakar hati...
Tentang canda yang tak sengaja memupuk rasa...
Terima kasih telah memberi bahagia meski hanya sekejap mata...
Tentang hati yang terlalu terbawa canda...
Sadar lah.....
Ku tau kau merindu....
Bukan berarti harus pasrah pada yang semu...
Masih bnyak bahagia di depan sana....
Kamu pelipur lara sebab canda yang bersuara...
Detik ini jingga menjadi saksi.....
Maafkan aku yang terlalu larut dalam canda mu..
Maafkan aku yang menyimpulkan canda mu juga sama seperti rasaku..
Sebab hati yang sudah lama merindu...
Terlalu rentan terhadap kata.....
Jingga....
Detik ini aku melepaskan nya..
Jingga....
Kau lah saksinya...
Jingga...
Jika d lain waktu aku d hadapkan dengan keadaan yang sama..
Ingat kan aku agar tidak terlalu larut dan berharap akan sebuah rasa ...
Sebab kesakitan ini akan sembuh dalam waktu lama....
🌥️🌥️🌥️
Ulala lama ya aku gx muncul 😅
Maaf ya dunia nyata lagi drama soalnya.
Semoga suka sama part ini.
Jngan lupa vote dan komentar ya...
See you.
Sampai ketemu next part.
Wassalamu'alaikum ikhwah fillah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Puisi
PoésieHanya sebuah coretan yang melintas d fikiran dan mengalir seperti air. Tak pernah sedikit pun berniat untuk menghentikan aliran itu. Bukan karena imajinasi yg melambung tinggi. Tapi karena Allah tak pernah berhenti memberikan nikmatnya.
