Assalamu'alaikum ikhwah fillah.
🍃🍃🍃
Aku.
Orang yang mengagumi dirimu sejak lama.
Orang yang selalu canggung saat ada yang menyebut nama mu atau saat dirimu yang melintas tepat dihadapanku.
Namun, itu menyiksa.
Apalah dayaku yang hanya bisa menundukkan pandangan saat kau disana dan yang tak bisa menatap dirimu lebih lama.
Semakin menyiksa dan sangat tersiksa, kau ada disana aku yang harus berlari, menghindar, dan seketika menganggap dirimu hanyalah angin, tak nampak namun selalu ada.
Selama aku bertahan, selama itu juga aku tersakiti.
Kadang aku sudah merasa ikhlas namun ada kalanya aku merasa rindu.
Aku malu...
Aku hanya bisa menuliskan tentang dirimu walau aku tak tahu apakah engkau akan membaca lalu menyadarinya atau tidak sama sekali.
Aku merasa bimbang, haruskah aku berhenti?
Aku menyerah.
Aku pasrah.
Aku ingin menyelesaikan rasa ini dengan cara yang lebih tepat. Mengikhlaskan rasa tanpa meminta balasan dariNya.
Aku akan mencoba, membiasakan diri untuk memandangi dirimu namun aku tak lagi berlari untuk menjauhimu, terus seperti itu sampai aku bisa menghilangkan tentangmu di dalam hatiku.
🍃🍃🍃
Wassalamu'alaikum ikhwah fillah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Puisi
PoesíaHanya sebuah coretan yang melintas d fikiran dan mengalir seperti air. Tak pernah sedikit pun berniat untuk menghentikan aliran itu. Bukan karena imajinasi yg melambung tinggi. Tapi karena Allah tak pernah berhenti memberikan nikmatnya.
