Assalamu'alaikum ikhwah fillah.
🌸🌸🌸
Semua ini bukan pilihan,
Tapi semua adalah ketetapan.
Tak perlu untuk menyalahkan,
Cukup mengikhlaskan.
Bongkahan itu dulu membeku.
Tapi tetiba mentari menyapa,
Memberi kehangatan dan Bongkahan itu perlahan mencair.
Saat Bongkahan itu mencair,
Air nya mengalir ke semua penjuru,
Di tambah kehangatan mentari,
Membuat dunia di penuhi taman bunga.
Tapi siapa yang bisa menebak,
Kemana takdir akan bermuara.
Mentari perlahan pergi,
Pergi meninggalkan Bongkahan yang telah mencair.
Kepergian mentari membuat Bongkahan kehilangan.
Ia merasa kembali seperti dulu,
Sebelum sang mentari menyapa.
Bongkahan memutar memori,
Memori saat sang mentari masih berada di sisi.
Kehangatan
Kenyamanan
Semua yang Bongkahan rindukan mentari memberikan.
Saat mentari pergi,
Bongkahan memang kehilangan,
Tapi ia tak lagi membeku.
Bongkahan sadar bahwa ini ketetapan bukan pilihan.
Bongkahan masih bisa menjalani kehidupan,
Bongkahan hanya perlu membiasakan,
Bahwa yang datang akan kembali pergi.
Bahwa yang tinggal akan kembali ke tempat asal.
Bahwa semua milikNya , kita hanya di titipi.
Selama ini Bongkahan selalu menyalahkan takdir.
Tanpa mau menelaah diri.
Tapi setelah kedatangan mentari,
Bongkahan sadar,
Bukan takdir yang salah,
Tapi dia yang terlalu pasrah.
Terima kasih mentari,
Kau pernah singgah dan memberi kehangatan,
Kau mengajarkan pada Bongkahan apa arti ketetapan.
🌸🌸🌸
Wassalamu'alikum ikhwah fillah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Puisi
PoesiaHanya sebuah coretan yang melintas d fikiran dan mengalir seperti air. Tak pernah sedikit pun berniat untuk menghentikan aliran itu. Bukan karena imajinasi yg melambung tinggi. Tapi karena Allah tak pernah berhenti memberikan nikmatnya.
