Assalamualaikum Ikhwah fillah.
🐾🐾🐾
Senyuman mu bagai sihir
Sihir yang Memikat
Membuat lalai kalbu
Bahwa bukan seharusnya kepadamu aku merindu
Tanpa sadar asa terrajut
Rindu membuncah dalam kalbu
Kapan?
Aku hanya mampu bertanya dalam hati
Tanpa mampu lisan ini berbicara
Fulan
Maaf jika aku meminjam nama mu untuk ku masukan dalam setiap doa ku
Mata ini hanya mampu menatap dari kejauhan
Lengkungan tipis ini hanya mampu aku perlihatkan saat punggung mu mulai tak terlihat
Lisan ini hanya mampu menyebut mu setelah sujud
Sejatinya aku takut
Takut kagum ini bermetamorfosa
Sejatinya aku malu
Aku sang pendosa meminta sang putih seperti mu untuk menjadi jodohku
Biarlah kali ini ego ku menang
Aku akan berusaha merayu Nya untuk menakdirkan kita bersama
Membangun bahtera
Memupuk asa hingga bahagia yang abadi
Bukan hanya bahagia yang fana
Pinta ku kamu adalah keping
Keping yang aku butuhkan untuk melengkapi puzzle ini
Semoga allah meridhoi langkah ku dan langkah mu
Semoga rasa ini membuat ku semakin mendekat padaNya bukan malah lalai padaNya
Semoga engkau pun disana melakukan hal yang sama seperti ku
Ya......
Semoga engkau lah keping yang allah takdir kan
Semoga,,, "kapan" yang akan pertanyaan lekas terjawab
Terjawab dengan datang nya dirimu meminta ku pada wali ku
🐾🐾🐾
Wassalamualaikum Ikhwah fillah.
Hai aku kembali 😆
Apakah ada yang rindu? Ahhhhhhh sepertinya hanya aku yng terlalu PD 😥😥
Tak apa jika tak rindu 😆😆
Author labil ya kaya ABG.
Intinya selamat menikmati coretan Author......
Sampai ketemu d Part selanjutnya
Lampung, 3 februari 2018
KAMU SEDANG MEMBACA
Puisi
PoesíaHanya sebuah coretan yang melintas d fikiran dan mengalir seperti air. Tak pernah sedikit pun berniat untuk menghentikan aliran itu. Bukan karena imajinasi yg melambung tinggi. Tapi karena Allah tak pernah berhenti memberikan nikmatnya.
