Assalamu'alaikum ikhwah fillah.
🌻🌻🌻
Awal nya aku meragu.
Apakah aku sanggup untuk memulai.
Setelah rasa sakit yang menghujam hati,,
Dan kebekuan hati yang memang aku sengaja.
Tetapi ku coba untuk memberanikan diri,,
Aku mencoba meyakinkan hati "jika tidak di mulai sekarang, kapan?"
Dengan bismillah aku memantapkan hati.
Pertama bertemu jujur aku takut,,
Takut kalau aku tidak bisa.
Petemuan kedua aku sudah mulai tenang,,
Tutur mu yang santun,,
Kata kata mu yang lugas namun syarat akan makna.
Membuat ku berfikir ulang, dan semakin mendekat kan diri pada sang Illahi.
Pertemuan ke tiga,,
Sungguh aku tak pernah menerka..
Keberanian mu mengungkapkan maksud dan tujuan mu,,
Kegugupan yang aku sendiri saksikan coba kau telan bulat-bulat.
Saat kau bertanya bagaimana rasa ku,,
Aku berusaha jujur,,
Aku belum mencintai,, namun bolehkah aku belajar?
Iya, sebagai jawaban mu.
Pertemuan ke empat,,,
Engkau membawa kluarga mu untuk mengikat ku.
Detik ini, yang aku pahami,,
Kamu sudah berhasil mendapatkan kan ny,
Hati yang pernah sengaja aku bekukan.
Trimakasih sudah sampai sejauh ini,
Selangkah lagi,
Kehidupan yang sebenarnya akan kita jalani,
Semoga engkau seperti alfatihah yang aku harapkan.
Dan pintaku jadikan aku sperti alfatihah dalam hidup mu.
🌻🌻🌻
Moment, 21 september 2019
Tambah kerto, pringsewu, Lampung
D&L
Wassalamu'alikum ikhwah fillah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Puisi
PoetryHanya sebuah coretan yang melintas d fikiran dan mengalir seperti air. Tak pernah sedikit pun berniat untuk menghentikan aliran itu. Bukan karena imajinasi yg melambung tinggi. Tapi karena Allah tak pernah berhenti memberikan nikmatnya.
