Assalamu'alaikum ikhwah fillah.
🌸🌸🌸
Mata itu,,,
Mata yang dulu menatapku penuh cinta.
Kata itu,,,
Kata yang dulu mengalun penuh manja.
Sikap itu,,
Sikap yang dulu protektif melindungi.
Waktu berjalan,,
Putih menjadi merah jambu....
Saat dada tak mampu lagi menahan gemuruh,,,
Bibir itu terbuka,, menyampaikan melodi yang mampu menjeda kerja alat indra.
Tak menyangka, ku kira ini mimpi....
Tak ku duga,, ku kira hnya gurau saja...
Tapi ternyata itu sebuah penawaran yang nyata,,
Tak mampu untuk menerima tak kuasa untuk kehilangan....
Hanya mampu menatap kosong pada jendela...
Detik - detik waktu berlalu,,,
Kebungkaman ku membuat mu hilang arah.
Ku akui aku salah,,,,
Aku tak bisa menerima, namun aku pun takut kehilangan.....
Tatapan penuh cinta Itu tak lagi ada,,
Berganti dengan Tatapan penuh benci.
Kata yang mengalun penuh manja itu tak lagi ada,,
Berganti dengan kata kasar dan menyakitkan.
Sikap protektif melindungi itu tak lagi ada,,
Berganti dengan sikap atuh tak atuh.
Perlahan kau hilang dari pandangan,,,
Hingga di suatu waktu kau mengirimkan Bala padaku....
Salah ku karna tak menerima mu....
Salah ku karena tak mengizinkan mu pergi...
Salah ku karna ku bungkam tanpa jawaban...
Pertanyaan ku????
Kemana hati nurani mu,,,,
Hingga bala menyakitkan dan menyiksa ini kau kirimkan untuk ku??
Mengapa??
Mengapa kau tak mencoba berharap di atas sajadah,,
Agar Allah membalik hatiku agar condong pada mu??
Fatarabbasu........
Balasan perbuatan itu ada...
Aku memang menyayangi mu...
Tetapi hanya sebatas tempat curhat dan tempat yang nyaman untuk beristirahat.
Fatarabbasu.....
Aku banyak belajar dari mu...
Aku akan membuat sketsa jalan setapak sebelum aku mulai berkelana...
Aku menyayangi mu.....
🌸🌸🌸
Wassalamu'alikum ikhwah fillah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Puisi
PoetryHanya sebuah coretan yang melintas d fikiran dan mengalir seperti air. Tak pernah sedikit pun berniat untuk menghentikan aliran itu. Bukan karena imajinasi yg melambung tinggi. Tapi karena Allah tak pernah berhenti memberikan nikmatnya.
