Assalamu'alaikum ikhwah fillah.
🌸🌸🌸
Dalam sepi aku termenung.
Menerka_nerka akan takdir.
Takdir yang tak pernah ku tau,
Kemana akan bermuara.
Dalam sepi aku merindu,
Rindu akan kasih sayang.
Dalam sepi aku merindu,
Rindu akan canda dan tawa.
Dalam sepi aku merindu,
Rindu pelukan yang menghangatkan.
Dan semua rindu dalam sepi itu akan aku dapatkan saat aku menemukan rumah.
Rumah tempat ku berlindung,
Tempat aku berkeluh kesah.
Dan hanya kepadanya aku tak perlu berpura-pura bahagia.
Aku bisa menjadi diri sendiri.
Sungguh kekosongan ini begitu merisaukan ku.
Membuat ketakutan ku menyeruak.
Kadang aku bertanya,
Kapan aku akan bertemu?
Untuk jawaban nya hanya allah yang tau.
Dalam sepi hanya semilir yang menemani.
Membelai dengan kesejukan yang ia bawa.
Hingga menangkan diri ku dari ketakutan.
Semilir boleh kah aku berkirim pesan?
Sampaikan padanya , aku menanti nya.
Sampaikan padanya, aku disini sungguh merindu nya.
🌸🌸🌸
Ulala aku balik lagi.
Garing Gax?
Please comen 😅😅😂😂
Maafkan diriku yang jarang up 😅
Lagi sakit gigi.
Sampai ketemu d part selanjutnya.
See you and muuuachhh 😘😘
Wassalamu'alikum ikhwah fillah.
Lampung 25 april 2018
KAMU SEDANG MEMBACA
Puisi
PuisiHanya sebuah coretan yang melintas d fikiran dan mengalir seperti air. Tak pernah sedikit pun berniat untuk menghentikan aliran itu. Bukan karena imajinasi yg melambung tinggi. Tapi karena Allah tak pernah berhenti memberikan nikmatnya.
