Sesampaiannya di sekolah, Nina langsung berlari menuju halaman sekolah tanpa lupa membayar ongkosnya. Nina mulai melangkahkan kakinya di ikuti rasa takut yang menyeruak dalam batinnha. Ya,tentang apalagi kalau buka tentang tausiyah gratis by Lilo saputra. Ditambah lagi penglihatannha tak menangkap seorang pun di lapangan depan sekolah ini, membuat rasa takutnya semakin menjadi. Sesampainya di depan gerbang, Nina melihat seorang laki- laki yang tak pernah ia lihat sebelumnya dia duduk sambil memegang buku catatan. Laki-laki itu menatap Nina dengan tatapan aneh. Setelah Nina sampai di depan gerbang laki-laki itu berdiri dari duduknya, mendekati dan berhenti lalu memberikan sebuah senyuman.
" Anggota pramuka kok gak disiplin! Di suruh kumpul jam 8 jam 9.05 malah baru dateng! Cepet jalan jongkok sampai ke sanggar!" Perintah laki-laki itu.
Telinga Nina terasa panas mendengarnya, sementara hati ini terasa ditembaki oleh 1,5Milyar jarum pentul. Nina tidak terima perlakuan dari orang yang tak ia kenal, apalagi bukan anggota Pramuka.
" Heh! Jaga yah omongan Lo! Siapa Lo? Punya etika gak sih? Nyuruh-nyuruh sembarangan? Lo gak tau gue siapa?Gue ini Pradana Putri disini!" Kata Nina dengan nada kasar dan membentak.
" Gak mau tau, mau Pradana kek, Pradani atau Pratama, apalah itu. TERSERAH!!! Buruan jalan jongkok lu telat 1jam 5Menit." Katanya dengan nada nyolot.
" GUA GAK MAU!!! Gua tonjok baru tau rasa, Lo." Kata Nina yang tak kalah nyolot.
" Aduh sorry! Gue bukan tipe orang yang kayak situ, kasar! Gak disiplin! Gak mau taat peraturan! udah tau salah kok malah ngegas kek vespa. Dasar cewek setengah mentah." Katanya mengejek lalu tangannya dibuat bersedekap di dada.
" Apa lo bilang! SETENGAH MENTAH!!
Arghh!!"
Nina mengepal tangannya dan hendak menghantam wajah laki-laki yang putih mulus tanpa ada noda apapun itu. Lalu, seketika ada yang menahan tangan Nina. Rupanya itu kak Lilo, pembina pramuka disekolah di sekolah itu.
" Nina apa-apaan ini? Kamu ini selalu emosi... Emosi dan emosi!" Katanya sambil melepaskan tangan Nina.
Nina hanya diam saja, ia tau ia salah. Tapi, laki- laki yang menyuruh Nina juga tidak benar.
" Ada apa Dito? Apa yang sudah terjadi sampai Nina mau nonjok muka kamu?" Kata kak Lilo.
" Hmm begini,Kak. Saya hanya menjalankan perintah dari kakak untuk menghukum sesiapa saja yang terlambat baik itu pradana atau pun anggota biasa. Dia, si pradana putri ini sudah telat 1jam 5menit, Kak. Dia menolak untuk dihukum karena dia merasa terhormat dengan jabatan Pradana putri yang disandangnya, kak." Jelas laki-laki itu.
Nina membulatkan matanya kaget, ia tak percaya bahwa orang yang sudah ia bentak adalah orang suruhan pembinanya. "Aduh, dasar cowok gila! kenapa gak bilang sih? Kalau gue tau Lo disuruh, pasti gue bakal nurut kok! Mati deh gue, pasti hukumannya bakal berat inimah." Ucap batinnya.
" Oh, Jadi kamu menolak dihukum? Dan malah mau cari masalah? Kamu ini Nina! Udah terlambat mau mencelakakan orang lain pula.
Sekarang kamu lari keliling lapangan 10 kali sambil mengakui kesalahan akibat emosi dan ketidakdisiplinanmu." Kata kak Lilo dengan nada marah.
Nina mengerutkan dahinha. Pertanda bahwa ia tak mengerti apa maksudnya lari keliling lapangan 10 kali sambil mengakui kesalahan.
" Maksudnya gimana, kak? Mengakui kesalahan? Kesalahan apa, yah?" Tanya Nina dengan ragu.
Wajah Kak Lilo nampak berubah dari marah level 1 menjadi marah level 2.
" Astaga Pradana kok gak pekaan! Pantes aja jomblo, gak laku-laku! Kamu lari sambil teriak aku pradana Tidak disiplin Aku Telat 1jam 5menit dan aku minta maaf sama Dito yang hampir aku celakakan." Kata Kak Lilo dengan kesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Buper Cinta
Romance" Cinta kok maksa sih? Cinta itu gak boleh dipaksakan Dito!" " Bisa karena biasa, biasa karena terpaksa. Semuanya akan biasa saja setelah ini dipaksakan. Jadi,ayolah terima saja cintaku ini." Dito Almehry Putra " Percuma emang ngomong sama pemaksa...
