Kringgg.... Kringgg..... Kringg
(Bel istirahat berbunyi)
Aneh,hari ini benar-benar terbalik. Aku yang biasanya bersikap cuek terhadap bebunyian itu merasa ada yang aneh. Kali ini aku seneng mendengar bel istirahat dan aku merasa sangat bahagia. Mengapa, tidak? Karena aku berencana mengajak seseorang untuk bareng denganku, aku tak menyebutkan bareng kemana? Intinya harus bareng! Entah ke kantin, pulang sekolah ataupun melangkah bareng ke jenjang yang lebih serius.
Aku merapikan sedikit gerai rambutku, membenarkan baju, lalu memberi senyum indah pada partikel debu halus di ruang kelasku,lalu beranjak dari tempat duduk menuju ke pintu untuk sekedar berdiri menunggu sosok itu lewat. 5 menit sudah aku menunggu, orang yang kucari tak kunjung lewat, sampai aku mendengar kicauan netizen rempong SMA rembulan, yang merupakan warga kelasku sendiri.
" Gila,yah. Cewek kelakuan bejat kayak gitu, cantik doang gak guna kalo akhlak sebelas dua belas ama setan."
" Iya yah. Gila gak habis pikir gua! Secara dia itu cewek, satu geng Ama cowok 4 orang, cowok mana coba yang gak ngiler Ama kecantikan cewek kayak dia? Gua yakin, pasti tu anak udah gak perawan."
Aku penasaran sebenarnya dengan sosok yang tengah mereka bahas. Tapi aku tak mau berkomentar, aku takut jadi cowok julid , aku tetap fokus menanti orang yang tengah aku ajak untuk bareng denganku. Jam istirahat hampir habis. Sedari tadi pandanganku tak luput dari teras depan kelasku, banyak siswa maupun siswi berlalu lalang, namun tetap tak terlihat sosok itu melintas.
Aku melamun sambil cemberut, lamunanku hancur ketika seorang menepuk bahuku.
" Dit, ngapain sih? Kok ada yang aneh gitu dari Lo?"
" Apa? B aja kali,Put?"
" Gak biasanya keluar kelas jam istirahat? Celingak-celinguk, udah kayak orang nunggu ajal aja?"
Dito mengerutkan dahinya.
" Ngaco Lo." Kataku dengan tatapan sinis.
Putra terkekeh "Seriusan Lo lagi nungguin cewek yah?"
" Iya, emang kenapa?"
" Wah udah hijrah ternyata. Tumben, pak gak mau LDR? Kenapa nih."
Dito mengangkat sudut bibir kanannya " Gua belum begitu suka ama orang ini, jangan salah kaprah,bro."
" Gue udah dari SMP yah kenal Lo. Jadi gue tau semua sifat Lo. Lo itu suka yah suka, enggak yah enggak. Gak ada istilah cinta separuh hati apalagi cinta bertepuk sebelah tangan. Lo itu bucin parah bro." Kata Putra sambil meluncurkan tinju halus pada lengan Dito.
Dito tertawa mendengar ucapan Putra, dan bertanya dalam hati sebegitunyakah dirinya dalam hal percintaan?
" Lo pasti belum tau berita kan?" tanya putra.
Dito menggeleng " Berita apaan?"
Putra menghela nafas pelan sambil menepuk dahinya " Hadeuh,sudah kudagu, makanya Dito jangan belajar mulu ampe gak tau gosip yang udah beku di sekolah ini."
Dito keheranan, memiringkan kepalanya, lalu menyipitkan matanya yang sebenarnya sudah minimalis. Pertanda bahwa ia benar-benar tidak mengerti apa maksud dari perkataan Putra.
KAMU SEDANG MEMBACA
Buper Cinta
Romance" Cinta kok maksa sih? Cinta itu gak boleh dipaksakan Dito!" " Bisa karena biasa, biasa karena terpaksa. Semuanya akan biasa saja setelah ini dipaksakan. Jadi,ayolah terima saja cintaku ini." Dito Almehry Putra " Percuma emang ngomong sama pemaksa...
