Tentang diriku

91 29 2
                                        

Nina oktaria indina adalah seorang siswi kelas 11 ipa di SMA Rembulan Jakarta. Aku adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Seperti yang kalian ketahui aku tomboy. Ya, tomboy. Karakterku seperti lelaki emosional,kasar,dan tidak mau mengalah.

Karena hal inilah banyak orang yang membicarakanku sebagai anak yang tak sopan,nakal,dan kurang didikan orang tua. Tak jarang pula aku berkelahi dengan anak laki-laki. Pertengkaran selalu terjadi akibat aku yang emosian dan tidak mau mengalah.

Aku mengikuti eskul pramuka (Praja Muda Karana). Aku sangat suka dengan eskul ini. Walaupun mengharuskan untuk bertarung dan menjadi penantang matahari dari awal aku masuk sekolah, eskul inilah yang paling menarik. Dan akhirnya akupun mengambil formulir pendaftaran lalu mengisinya dengan niat yang besar dan keputusan yang matang akhirnya aku masuk eskul ini tanpa sepengetahuan ibuku. Dikarenakan ibuku tidak suka aku mengikuti ekstrakurikuler di sekolah. Bukan hanya itu, ia selalu melarang apapun yang ingin aku lakukan dan yang aku suka.

Orang yang pertama kali menentang keputusanku adalah nenekku. Dikarenakan dia tidak bisa jauh dariku begitu pula aku. Seperti yang kalian tau Pramuka identik dengan kegiatan menyenangkan seperti perkemahan dan lomba-lomba belum lagi kalau ada acara pemenuhan. Itulah yang membuat nenekku sangat tidak setuju akan keputusanku untuk ikut pramuka. Akupun meyakinkan nenekku bahwa pramuka tidak akan menghambat komunikasi dan kedekatan antara aku dengan nenek. Yah, kalian tau nenekku begitu baik dan dia tidak bisa menolak kemauan cucunya tercinta. Alhasil akupun mengantongi izin darinya.

Aku dari kecil tidak pernah mempunyai teman perempuan. Menurutku bermain dengan perempuan adalah bencana alam. Anak perempuan mudah sekali menangis selain itu permainan perempuan tidak menarik dan membosankan. Beda dengan permainan anak laki laki yang sangat mengasyikkan dan selalu membuatku tertawa terbahak bahak. Seperti memancing,bermain bola,dan mengambil buah milik tetangga.

Aku selalu bermain dan bergaul dengan anak laki laki mungkin karena inilah dari SMP ketika teman temanku sudah mengenal cinta dan pacaran, aku satu satunya orang yang tidak tertarik untuk hal itu. Ya, aku tidak pernah jatuh cinta. Karena aku berfikir
untuk apa jatuh cinta kalau ujung ujungnya nangis juga akibat patah hati?
Untuk apa pacaran toh nikahnya juga belum tentu sama dia?
Untuk apa pacaran kalo cuma buat dosa?
Untuk apa? Untuk apa dan jutaan untuk apa lainnya?

Itulah alasan utamaku tidak tertarik membuat sejarah cinta dan pacaran. Dan alhamdulillah mungkin berkatku tidak mengenal cinta dan pacaran aku mendapatkan segudang prestasi disekolah. Mulai dari bidang akademik dan non-akademik. Hal ini membuat nenekku selalu bangga terhadapku dan sangat menyayangiku. Tapi disisi lain nenekku kecewa karena karakterku yang seperti laki laki ini. Karena disaat aku berkelahi disekolah nenekku yang selalu dipanggil ke sekolah,akupun pernah mendapatkan hukuman di skors selama 1 minggu sesampainya kami dirumah nenekku tidak marah sama sekali. Hanya saja ia memberikan hukuman ringan tapi mematikan bagi wanita tomboy.

Hukuman termematikan dan bikin risih untuk dijalani. Apa hukumnya? Gak lain dan gak bukan hukumannya adalah makeup ala cewek dan pakek baju setengah lengan, bolong di sepanjang tangannya kayak abis dipake sama korban bom dan ini yang paling bikin risih dan mual, aku di wajibkan menggunakan rok empat jari diatas lutut selama 1 minggu.
Apa coba maksud nenek melakukan semua ini?
Semakin sering nenek dipanggil ke sekolah. Maka semakin sering pula gua jadi banci dadakan.

Aku juga mempunyai sebuah geng yang selalu buat onar di sekolah, mempunyai 5 anggota 4 laki-laki dan satu diriku, perempuan setengah jadi, sebagai ketua geng. Meskipun begitu mereka memperlakukan layaknya sahabat, jika aku susah mereka ikut andil, jika aku senang mereka tersenyum merekah. Walaupun mereka ada yang rada gila dan jadi bucin tingkat standar, aku bahagia bisa bersama mereka.

"Eh bentar,Nin? Kenapa selalu nenek kamu yang memenuhi panggilan di sekolah?
Kemana ayah dan ibumu? Perasaan dari awal cerita kamu nyeritain nenekmu terus? "

Kalo soal itu aku gak mau ceritain sekarang. Mungkin suatu hari nanti.
Yaudah mungkin hanya ini yang bisa saya ceritakan pada kesempatan kali ini (Ea:v kek MC)

Lebih dan kurang saya mohon maaf. (Busetdd beneran MC inimah:))

Pada Allah saya mohon ampun.
(Kantep bener Mbak MC:'))

Akhirkata akhir bulan akhir tahun saya ucapkan terima kasih dan See you next part kak:)

*****

Kalo punya kritikan atau saran jangan sungkan. Tulis aja di komentar karena aku sangat membutuhkan hal itu. Mengingat aku ini pemula. Jadi masih harus banyak belajar
Dan satu lagi kalo kalian suka ceritanya atau suka part ini. Silakan Vote dengan cara klik bintang di bawah sebelah kiri. Dan tambahin ke "Reading List" biar gak ketinggalan update ceritanya aku.

Makasih 😊😀
See you next part😊😊




Buper CintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang