Biarkan kenangan menyusup dalam kepala,
Melakukan segala daya dan upaya untuk membuat diri ini terjaga
Dalam setiap detik waktu yang berlalu
Bersama dia yang pernah bersamaku
Alunan piano yang begitu lembut
Mengiringi setiap waktu yang terbuang
Terbawa arus, hanyut
Pada akhirnya terbang melayang
Begitulah bagaimana caranya kenangan datang padaku
Ketika kekosongan tiba mendekat ragaku
Ia mencoba menipuku sejadi-jadinya dengan itu
Kenangan yang terbawa bersama denting piano di masa lalu
Lalu ia merusak pikiran dengan merasuk ke dalam kesadaran
Hingga aku tak bisa membedakan mana realitas dan mana mimpi
Antara khayalan dan kenyataan menghablur, berbaur bersama lamunan
Tertipu ilusi, kenyataan pahit yang senantiasa menghampiri
Duhai ingatan,
Bisakah kau enyah barang sebentar saja!
Kalau kau tak mau enyah bawalah ia kemari, kembali padaku
Jangan hanya membuatku gila dengan bayangan palsu.
Serasa jadi manusia paling bodoh
Tatkala aku mengetahui, bahwa apa yang ada bukanlah fakta
Kesedihan yang ada hanya sesuatu yang semu
Abstrak, seperti langit yang berwarna hijau keperakan
Tak ada,
Tiada
Ia memang tiada
Buat apa harus tetap kubayangkan?
KAMU SEDANG MEMBACA
Hujan Pengantar Rindu
PoetryMendung memanggil Setiap duka dari waktu lalu Membuat siapa pun Enggan menengok jendela Setiap kata yang kuungkapkan adalah wakil dari kerinduan itu sendiri. Bersama udara dingin dan setiap tetes hujan yang menusuk bagai jarum, aku melukiskan elegi...
