Nafas tak terasa
Denyut tak bersuara
Indera tak berarti
Ketika hampa di hati
Segalanya tak berisi
Kosong tak berarti
Seperti melihat kaca
Tembus pandang ke sisi satunya
Ada sesuatu yang hilang
Dari batin yang berlubang
Karena kerinduan yang tak terbilang
Berapa pula yang terkenang?
Aku larut dalam rindu
Bersama hampa yang tak pernah berlalu
KAMU SEDANG MEMBACA
Hujan Pengantar Rindu
PoesíaMendung memanggil Setiap duka dari waktu lalu Membuat siapa pun Enggan menengok jendela Setiap kata yang kuungkapkan adalah wakil dari kerinduan itu sendiri. Bersama udara dingin dan setiap tetes hujan yang menusuk bagai jarum, aku melukiskan elegi...
