Aku butuh jawaban
Dari sebuah kepenatan
Yang tak mempunyai ujung
Ya, tak berujung
Karena atasnya
Memori buruk berhasil merasuk
Merusak setiap realita
Seketika menjadi busuk
Apa yang asli
Apa yang palsu
Tak bisa dibedakan
Ketika berhadapan dengan kenangan
Bunga mawar pun tak bisa berkata
Sebab ia bukan ia yang sebenarnya
Tak lebih dari impuls electromagnet dalam otak penyair kesepian
Yang tak mau kehilangan cinta yang penuh kebahagiaan
Bisakah kehampaan ini hilang
Pergi bersama detik-detik lamunan yang melayang
Bersama tiap liter karbondioksida yang terbuang
Ke langit cerah tak berbayang?
Akankah ia kembali ke sisiku bila aku berhasil meraih waktu yang telah terbang?
Akankah ia kembali bersamaku bila aku berhasil mendapat senja yang sama ketika aku bersamanya?
Akankah ia kembali ke pelukanku bila aku berhasil menghadang petir yang sama yang kala itu membuatnya ketakutan?
Akankah ia kembali padaku bila aku bisa memberikan perlindungan dari dingin hujan yang sama seperti saat ia menggigil?
Aku sangat ingin merampok waktu
Untuk bisa membawanya kembali
Bersamaku di sini, bahagia menanti
Sebab memang ia yang janjikan itu.
Aku ingin merampas udara
Yang waktu itu kami hirup bersama
Supaya aku tak lagi hampa
Bersama kenangan…
KAMU SEDANG MEMBACA
Hujan Pengantar Rindu
PoésieMendung memanggil Setiap duka dari waktu lalu Membuat siapa pun Enggan menengok jendela Setiap kata yang kuungkapkan adalah wakil dari kerinduan itu sendiri. Bersama udara dingin dan setiap tetes hujan yang menusuk bagai jarum, aku melukiskan elegi...
