San Shi (30)

161 20 0
                                        

Entah kenapa gue makin gak yakin sama apa dan siapa yang muncul dipikiran gue saat ini.
Dan sepertinya kak Jason peka atas ketidak yakinan gue ini.
"De, kalo emang kamu gak yakin sama apa yang ada dipikiran kamu. Kamu bisa mengukur itu disaat kamu mau tidur atau pun bangun tidur."

"Percaya gak, kalo orang terakhir muncul dipikiran kamu setelah kamu memejamkan mata untuk tidur dan yang pertama hadir dipikiran kamu saat bangun tidur, dialah orang yang sebenernya kamu sayangi, dia lah orang yang paling besar menempati ruang hati kamu."
Sambung kak Jason lagi sebelum dia mengucapkan kalimat sebagai penutup pembicaraan kami.

"Udah malem. Besok kamu sekolah kan ? Jangan tidur terlalu larut apalagi sampe begadang. Jangan terlalu dipikirin juga. Oke."

"Iya, kak."
Sahut gue.

"Kakak mau balik ke kamar, mau tidur. Kamu masuk, jangan lupa tutup pintu sama jendelanya."
Ujar kakak gue lagi.

Gue cuma senyum dan menganggukkan kepala gue aja.

"Yaudah, kakak tinggal ya."
Pamit kakak gue untuk pergi meninggalkan gue yang masih terduduk di balkon kamar, dan gak pernah lupa kak Jason mendaratkan kecupan selamat malamnya dikening gue yang udah jadi rutinitas dia ke gue tiap malam sejak kecil.

Gak lama gue pun masuk kamar dan menutup semua pintu dan jendela kamar gue. Setelahnya gue pun membaringkan tubuh diatas kasur dan menutupi tubuh gue dengan bed cover pink bermotif bunga mawar.

>>>>>

Pagi ini gue berangkat sekolah bareng sama kak Kris. Kak Kris pun ternyata mengajukan pertanyaan yang intinya mengandung arti dan makna yang sama dengan pertanyaan kak Jongin dan juga kak Jason kemarin "Kenapa lo jadi pendiem gini sih ?"

Pertanyaan yang cuma gue jawab dengan kata "Gak kenapa-napa kok."

Belum sempat kak Kris mengajukan pertanyaannya lagi ke gue, tiba-tiba ponselnya berdering. Ada panggilan telepon dari kak Suho.

"Ya Suho, ada apa ?"

"..."

"Hah ? Serius lo ?"

"..."

"Terus sekarang dimana dia ?!"

"..."

"Oke oke, pulang nanti gue langsung nyusul kesana."

Kak Kris memutuskan sambungan panggilannya dengan kak Suho dengan wajah cemas dan bergumam "Ya Tuhan,"

Gue yang penasaran pun gak tahan untuk bertanya "ada apa ?"

"Bang Jonghyun kecekalakaan tadi pagi, dan sekarang lagi ditanganin dokter di ruang IGD."
Jawab kak Kris dengan nada cemasnya.

Kak Jonghyun bukan cuma sekedar sepupu dari kak Suho, tapi kak Jonghyun juga berperan banyak dalam membantu kelompok sepupunya itu. Dia banyak berjasa untuk kak Kris dan kawan-kawannya. Mulai dari hal terkecil dan sepele sampe hal terbesar dan penting. Udah dapat dipastikan ini adalah kabar buruk untuk mereka.

"Terus kakak mau ke rumah sakit ?"

"Iya, nanti pulang kamu naik taksi gapapa kan ? Soalnya Jongin juga pasti kesana. Apalagi keadaan bang Jonghyun kritis. Kita semua gak mungkin gak ke rumah sakit buat nemuin dia."

"Aku ikut, kak."

"Gak usah, kamu pulang aja."

"Gak mau, aku mau ikut pokoknya."

"Nanti kakak telponin bang Jason buat jemput kamu kalo gitu."

"Gak, kak. Please aku ikut. Biar gimana juga, aku pernah deket sama dia."
Gue memelas biar kak Kris ngizinin gue buat jenguk kak Jonghyun. Walau bagaimana pun juga, gue pernah akrab sama dia waktu di Tangerang dulu, kak Jonghyun itu baik banget sama gue, dia bagai malaikat yang selalu ngelindungi gue dulu, dan sekarang kita ketemu lagi di Jakarta. Gak mungkin disaat keadaannya yang kayak gini gue malah gak ngejenguk dia.

SING FOR YOUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang