Malam ini adalah malam tahun baru.
Shin Na Hee merasa ia telah ditipu oleh penipu yang begitu bajingan. Jeon Jungkook itu bajingan.
Beraninya dia melanggar janji.
Na Hee mendongak melihat langit yang dipenuhi oleh bunga api. Tidak terdengar suaranya, hanya cahaya warna warni di langit yang seakan mengasihaninya.
Ia jadi mengingat pertemuan terakhirnya dengan Jungkook malam itu. Pria Jeon dengan kurang ajar melompati balkon menuju kamarnya.
Flash back
Jeon Jungkook dengan cengiran andalannya bediri dengan tampang konyol di samping Na Hee. Gadis itu mengernyit. "Kenapa kau lompat ke sini?"
"Hanya ingin."
Na Hee berdecak.
"Kenapa kau jadi galak sekali, sih? Menyebalkan, tahu!"
"Aku sebenarnya memang seperi ini. Dulu, sebelum keluar dari sekolah, aku adalah salah satu gadis paling ditakuti oleh teman-temanku."
"Woah, ternyata kau gadis kecil yang mengerikan."
"Memang," kata Na Hee percaya diri. "Aku itu gadis yang kuat dulu."
"Dulu, ya? Sekarang? Berdiri di sampingku saja sudah gemetaran," ejek Jungkook.
Gadis Shin itu memukul lengan berotot Jungkook. Sebenarnya sama sekali tidak terasa sakit untuk pria itu, namun demi sopan santun, ia meringis seolah menahan sakit.
"Aku sudah sembuh, tahu!"
Jungkook terkekeh melihat Na Hee yang mendengus kesal. Ia menggenggam tangan mungil Na Hee. Gadis itu sedikit kaget, namun tidak menarik tangannya menjauh. Jujur, tangan Jungkook itu hangat dan besar, sangat nyaman untuk digenggam.
"Baguslah kalau begitu, jika memang kau gadis yang kuat, itu akan sangat bagus. Kau pasti akan kuat menjalani kehidupan dunia luar nanti," kata Jungkook dengan tatapan sendu.
"Tentu, kan ada kau yang akan membantuku," ujar Na Hee dengan senyuman polosnya.
Jungkook tersenyum penuh arti. "Tentu, aku akan membantumu. Tapi, akan ada masa dimana aku tidak akan bisa membantumu lagi. Saat itu terjadi, maka berjanjilah padaku kau akan hidup dengan baik. Cobalah bergaul dengan orang di luar rumah. Jangan takut lagi."
"Kau berkata seolah kau akan pergi meninggalkanku," Na Hee memicing.
Jungkook terkekeh samar. "Tidak, hanya jaga-jaga."
"Tidak ada jaga-jaga! Pokoknya kau harus terus bersamaku sampai akhir, Jeon Jungkook! Aku akan membencimu jika kau meninggalkanku!"
Jungkook mengangguk. "Oke, aku berjanji akan bersamamu sampai akhir."
"Pinky promise?"
Jungkook tersenyum geli dan menyatukan kelingkingnya dengan milik Na Hee. Na Hee pun tersenyum lebar.
"Ah iya!" Gadis itu merogoh saku piyamanya. Ia mengeluarkan sebuah bros kecil berbentuk matahari.
"Apa itu?" Jungkook bertanya.
"Sebuah hadiah!"
"Hadiah?"
Na Hee tidak menjawab. Ia memakaikan bros itu ke jas hitam Jungkook. Ia tersenyum lebar saat melihat bros itu sangat cocok dengan Jungkook.
KAMU SEDANG MEMBACA
Serendipity ✔
FanfictionJeon Jungkook yang merupakan narapidana kasus pemerkosaan, bertemu dengan gadis polos yang memiliki gangguan kepribadian. Pertemuan mereka membuat keduanya menjadi lebih mengerti arti kehidupan, bagaimana cara terbuka dan menghilangkan dendam di hat...
