Happy Reading😊
🍃🍃🍃
Di perjalanan menuju toilet Ikbal langsung melepaskan tangannya dari Beni.Ia berjalan lebih dahulu untuk sampai di toilet."Urusan kita belum selesai yah"singit Ikbal sambil melempar pel ke arah Beni.
"Apa-apa lo kenapa pelnya di kasihin ke gue"ucap Ikbal marah.
"Lo yang bersihin semua toilet di sini! gue ogah bersihinnya!"sungut Ikbal yg langsung bersender di dinding sambil memainkan ponselnya.
"Heh lo juga di hukum bukan gue aja,emang lo siapa nyuruh-nyuruh gue"cibir Beni kesal
Ikbal pun langsung berdiri tegap dan mengalihkan pandangannya ke arah Beni.
"Kenapa?emang masalah kalau gue nyuruh lo?Ingat yah lo disini bukan OSIS lagi tapi,mantan Ketua OSIS"tekan Ikbal pada Beni.
"Jadi lo harus ikutin perintah gue!"lanjut Ikbal kembali menatap ponselnya.
"Gue bukan Babu lo.Jangan se-enak enaknya lo nyuruh gue!"ucap Beni yg mulai terpancing emosi.
Beni pun langsung melempar pel yg tadi di berikan oleh Ikbal ke arahnya dan langsung pergi.
"Woi lo belum bersihin ni toiletnya"teriak Ikbal namun tidak digubris oleh Beni.
Ikbal pun memutuskan langsung pergi ke kelasnya.Namun,saat di berjalan di koridor sekolah ia tak sengaja menabrak Afifah yg sedang terburu-buru ingin masuk ke kelasnya.
Afifah telah di perboleh kan pulang dari rumah sakit kemarin sore karna keadaan dirinya mulai membaik akan tetapi,ia harus menjaga kesehatannya.
Ikbal pun langsung menahan badan Afifah yg ingin terjatuh.Cukup lama mereka berdua berpandangan sampai Afifah tersadar dan berusaha berdiri.
"Ehemm..Maaf gue gak sengaja nabrak lo soalnya gue lagi buru-buru"ucap Afifah yg tersadar.
"Gak papa ko,lain kali kalau jalan pelan-pelan yah.Kenapa kamu tadi jalannya keburu-buru?"tanya Ikbal lembut pada Afifah.
"Takut telat"jawab Afifah singkat.
"Yaudah yah gue mau masuk kelas dulu"lanjut Afifah sambil melangkah.
Namun, baru saja Afifah ingin berlari lagi Ikbal langsung memangilnya lagi.
"Afifah"panggil Ikbal
"Cik ,apa lagi sini tu anak udah tau gue buru-buru"Batin Afifah kesal.
Ia pun langsung membalikan badannya ke belakang sambil mengkat satu alisnya ke atas,seperti ingin bertaya ada apa?.
"Tungguin! gue bakal anter lo ke kelas"jawab Ikbal sambil menggandeng tangan Afifah.
Ikbal pun berjalan beriringan menuju kelas Afifah ,sedangkan Afifah ia merasa kesal akan tindakan Ikbal yg menjadi tatapan para siswa/siswi yg sedang melakukan olahraga.
Sampainya di depan kelas Afifah ternyata sudah ada seorang guru yg sedang mengajar di dalam kelas itu.
"Duh gimana nih,pasti gue bakal di hukum"gumam Afifah yg dapat di dengar oleh Ikbal.
"Tenang aja kamu bakal bisa masuk tampa dimarahin ataupun di hukum"
"Sok tau lo"cibir Afifah
"Lihat ni"Ikbal pun mengetok pintu di depan kelas Afifah.
Guru pun membukakan pintu kelas sambil menatap Ikbal heran.
"Ada apa?kelas kamu kan bukan disini?"tanya pak Angga heran ia pun beralih menatap Afifah yg berada di balik punggung Ikbal.
"Dan kamu Afifah ngapain di belakang Ikbal?"tanya pak Angga .
Afifah hanya diam tampa menjawab karna ia merasa takut dengan tatapan intimidasi yg diberikan oleh pak Angga.
"Kenapa kamu telat?"tanya pak Angga.
"Bapak nanya sama siapa?"Ikbal bertanya balik kepada pak Angga.
"Nanya sama orang di balik punggung kamu"jawab pak Angga
Afifah semakin meremas seragam Ikbal karna takut akan hukuman yg di berikan oleh pak Angga nanti.
"Gak usah takut kan ada aku"bisik Ikbal sambil menggenggam tangan Afifah satunya.
"Afifah saya bertanya sama kamu"kesal pak Angga karna tak ada jawaban dari Afifah.
"S-aya tadi bang..."belum sempat Afifah melanjutkan perkataannya Ikbal sudah memotongnya.
"Pak lagian kan Afifah cuma telat 5 menit,apa salahnya coba kalau cuma 5 menit telat"saut Ikbal.
"Ini kan sekolahan Ikbal!Sekolah punya aturan,kalau lebih dari setengah tujuh maka siswa/siswi yg telat tidak di perbolehkan masuk!seharusnya kalian itu belajar disiplin jangan suka telat terus kalau berangkat!"jelas pak Angga yg mulai memuncak.
"Bal gue takut"Afifah berkata pelan di di balik punggung Afifah,bukannya membalas perkataan Afifah.Ikbal malah semakin erat menggenggam tangan mungil Afifah.
"Ngapain Afifah kamu bisik-bisik"
"Bapak tu jangan marah-marah terus!kuping saya mau pecah rasanya dengar omelan bapak"
"Kalau kamu gak mau dengerin omelan saya,makanya jangan buat masalah sama saya"
"Afifah sekarang kamu berdiri di lapangan sambil mengangkat satu kaki kamu"suruh pak Angga.
"Baik pak"jawab Afifah lemas
"Pak jangan hukum Afifah, biarkan dia mengikuti pelajaran.Biar saya aja yg melaksanakan hukuman bapak,tapi .Saya mohon jangan hukum Afifah dan biarkan dia mengikuti pelajaran bapak"kata Ikbal
"Saya nyuruh Afifah Ikbal! bukan kamu,yg telatkan Afifah ngapain kamu mewakili hukuman buat Afifah?"tanya pak Angga menyeritkan dahinya.
"Karna saya gak mau Afifah kepanasan, saya juga gak mau kalau calon ibu dari anak-anak saya tidak mendapatkan pendidikan.Biarkan saya aja yang bodoh tapi tidak untuk calon ibu dari anak-anak saya"ucap Ikbal
Afifah mendengar ucapan Ikbal tersebut terasa terbang ke awan karana ucapan Ikbal yg membut dirinya tersipu dan tertekun."Alah ngomongan kamu tuh loh sok drama"cengit pak Angga
"Ok saya tidak akan menghukum Afifah dan membiarkan dia mengikuti pelajaran saya"lanjut pak Angga
"Tapi...Kamu yg harus melakukan hukuman yg tadi saya berikan,apa kamu setuju Ikbal?"
"Ok pak"jawab Ikbal.
Ikbal pun beralih menatap Afifah yg sedang terdiam itu.
"Belajar yg benar biar menjadi ibu yg bisa mendidik anak-anak kita kelak"Ucap Ikbal sambil membelai rambut hitam Afifah.
Sedangkan Afifah hanya menganggukan kepalanya polos.
"Udah gih masuk"suruh Ikbal.
"Tapi kamu?"tanya Afifah.
"Gak usah mikirin aku ,aku udah biasa dihukum"jawab Ikbal tersenyum lembut dengan Afifah.
Ikbal pun mulai berjalan menjauh dari Afifah ke lapangan untuk melakukan hukumannya.Afifah terus menatap kepergian Ikbal,sejujurnya ia merasa tak enak hati karna Ikbal yg harus menggantikan hukuman untuknya dari pak Angga.
"Ayo Afifah masuk,apa kamu mau saya hukum juga kaya Ikbal?"Afifah menggeleng ia pun masuk kedalam kelas.
______________Next Chapter_______
Habis baca jangan lupa vote and commen yah.
Maaf banyak typo.Nur Halimah
16 Maret 2018

KAMU SEDANG MEMBACA
My Happines With You
Historical FictionKamu tau kenapa aku masih bertahan?Ya karna kamu!Karna bahagia ku ada padamu. Kamu yg selalu membuat jantung berpacu lebih cepat karna gombalan manismu.Kamu juga yg selalu membuat aku tersenyum. Afifah Nur Azahra Seorang gadis yang cantik ,ceria dan...