Tiga hari yang lalu.
"(A-Aku di-bully, hyeong.)"
"..."
"(Ada kelompok di kampus yang sering mengerjaiku.. Mereka tidak suka padaku.. karna..aku.. adalah adik dari seorang idol.)"
"..."
"..."
"Sejak kapan?" Lirih Jimin.
"(.. Tahun kedua kuliah, hyeong.)" Ujar Jihyun, terdengar pelan.
".. Mengapa kau baru mengatakannya?"
"(Aku tidak ingin membuatmu, ataupun appa dan eomma khawatir.)"
Jimin menghela napasnya.
"Kau pikir mengapa waktu itu ibu menangis saat aku menelepon dan menanyakan keadaanmu?"
Jimin berujar dengan nada meninggi."(.. A-apa eo-eomma tahu?)"
Jihyun sepertinya tidak menduga hal itu."Eomma tahu ataupun tidak, yang jelas ia sudah sangat mengkhawatirkanmu Jihyun-a. Kau tahu, ikatan antara seorang ibu dan anaknya sangatlah kuat."
"..."
Suara isakan pun sampai ke telinga Jimin.Jimin mengerang kesal dan menjambak rambutnya sendiri.
'Bagaimana bisa aku tidak tau apapun.'
Tanpa sadar, setelahnya ia terkekeh."(H-h-hyeong?)"
"Kalian semua sama saja. Aku sudah tak di anggap lagi. Semuanya menyembunyikan sesuatu dariku." Jimin tertawa miris.
"Kalian membuatku tampak bodoh.
Kau menjadikanku kakak yang paling menyedihkan Jihyun-a.""(Hyeong. Hyeong, maafkan aku.
Aku tau kau sedih dan kecewa karena aku menyembunyikan semua ini. Aku janji tidak akan mengulanginya lagi hyeong.. hiks.. Aku janji.)"

KAMU SEDANG MEMBACA
I Never Walk Alone, Do I?
FanfictionBolehkah hati kecil Jimin berteriak bahwa ia kesepian? start : march 2018