Part 17

16 6 0
                                        

Keadaan Chanyeol semakin memburuk, akhirnya mereka melarikan Chanyeol ke Rumah Sakit. Berita Chanyeol yang jatuh sakitpun sudah tersebar luas di internet. Para penggemar EXO atau yang disebut EXO-L dilanda rasa khawatir karena idolanya sakit. Terutama para Chanyeol stand. Namun berita itu belum diketahui Hani karena sibuk dengan urusan kuliahnya.

Di kampus.

"Hanii." Panggil Lya dan langsung mengejar Hani sekarang mereka sedang berada di lorong menuju kelas mereka.

"Kenapa?" Tanya Hani.

"Mana HP lo." Ucap Lya lalu mengulurkan tangannya seperti meminta sesuatu.

"Mau ngapain?" Tanya Hani bingung. Menurutnya kelakuan Lya sangat aneh.

"Kasih aja sih." Ucap Lya kesal.

Akhirnya Hani merogoh tasnya dan mengambil benda tersebut lalu menyodorkannya kepada Lya.

Lya langsung merebut Hp Hani dan mengetik sesuatu disana. Tak lama kemudian Lya mengembalikan kepada Hani.

"Liat dan baca." Ucap Lya lalu beranjak pergi dari sana dan masuk ke ruang kelas mereka.
Hani melihat apa yang Lya buka tadi. Matanya membulat sempurna. Tanda bahwa ia sangat terkejut. Bagaimana tidak di ponsel terpampang sebuah berita bahwa Chanyeol tengah jatuh sakit dan di larikan ke Rumah sakit karena kondisi tubuhnya yang sangat lemah.

Napas Hani memburu, airmata nya pun lolos begitu saja. Semua pertahanannya runtuh sudah. Hani berlari menuju kelas dengan menggenggam kuat ponsel itu di tangannya.

"Lyaaa.. jelasin ke gw ini bohongan kan. Ini gak bener kan." Ucap Hani sambil menahan isak tangisnya.

"Lo gak baca. Itu udah ada konfirmasi dari pihak SM gak mungkin kalo itu HOAX Hani." Ucap Lya.

"Tapi... tapi Lyaa hiks hiks. Ini gak mungkin." Ucap Hani tak sadar kalau isakan keluar begitu saja dari bibirnya.

"Kenapa lo nangis? Katanya lo udah lupain dia. Sampai lo ngeblok seluruh nonor ponsel yang ada di ponsel lama lo. Lo tega bohongin Taeyong kakak lo sendiri. Tutup akun fanstand di IG lo. Ngeblokir semua data penerbangan waktu itu. Terus kenapa lo nangis Hani? Lu udah ngelakuin itu semua." Ucap Lya geram. Karena dia tau Hani masih sangat amat mencintai Chanyeol tapi berbuat seperti tak ada apa-apa yang terjadi padanya dan Chanyeol.

"Lyaa... gw." Ucap Hani terpotong oleh Lya yang langsung menyambar perkataannya.

"Lo kenapa? Kenapa Han? Lo gak bisa bohongin perasaan lo sendiri. Gw tau lo berusaha kan buat lupain Chanyeol. Tapi seberapa besar usaha lo. Lo gak bakalan bisa Hani. Karena lo masih cinta sama dia. Lo lakuin ini karena Chanyeol yang minta kan?" Ucap Lya dan Hani hanya mengangguk pasrah.

"Lo lakuin itu karena terpaksa kan?" Tanya Lya lagi dan Hani hanya bisa mengangguk.

"Lo lakuin itu karena lo berpikir Chanyeol akan bahagia? Iya ?" Tanya Lya lagi.

"Lo bener Lya. Semua yang lo omongin benar. Gw berusaha buat lupain dia. Tapi tetep aja gw gak bisa Lya. Gw gak tau mau buat apa. Gw ... gw masih cinta sama dia tapi dia suruh gw pergi Lya. Hiks hiks." Hani sudah tak tahan. Dan untungnya kelas mereka masih sepi belum ada orang dan tak ada yang melihat atau mendengar pembicaraan mereka.

"Jadi sekarang lo mau buat apa? Kembali sama dia atau berusaha ngelupain dia?" Tanya Lya.

"Gak. Gw gak mau balik ke Korea. Gw udah berusaha pergi dari sana. Gw gak mau." Ucap Hani.

"Lo keras kepala banget sih Han. Lo gak khawatir sama Chanyeol? Atau lo gak berpikir kalau dia sakit itu ada hubungannya sama lo gitu?" Ucap Lya.

"Gak mungkin Lya. Dia yang nyuruh gw pergi dan kejadian itu udah lama udah dari berbulan-bulan yang lalu." Ucap Hani.

Tender Love (Pcy)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang