Hari berganti. Sekitar 6 bulan telah berlalu Hani menjalani hidupnya dengan baik. Namun terkadang dia mengingat sosok laki-laki yang pernah mengisi hatinya. Bahkan sampai sekarang masih terukir jelas nama pria itu di hatinya.
Park Chanyeol. Benar. Pria itu yang selalu ada dipikiran Hani. Selalu terlintas di pikirannya. Apa lelaki itu baik-baik saja. Apa dia sudah melupakan Hani. Atau dia belum melupakan Hani.
Pertanyaan itu terus menghantui pikirannya. Walau raganya berjauhan dengan pria tersebut. Walau dia berusaha untuk melupakan pria tersebut dia tak kan bisa. Seberapa besar dan kuatnya dia berusaha tetap saja dia tak bisa.
Sedangkan di tempat lain. EXO tengah latihan akhir-akhir ini jadwal mereka tak terlalu banyak. Hanya mengisi beberapa program televisi dan acara musik. Sekarang para member memiliki jadwal masing-masing, ada yang mengikuti casting drama, shooting drama, jadi model iklan di majalah dan di tv.
Sekarang jadwal mereka berbeda. Kadang dorm sepi karena seluruh member pergi ke tempat kerja yang berbeda, kadang ramai karena semua member free walau hanya sehari, kadang tak begitu ramai karena beberapa dari mereka memiliki jadwal individu.
Chanyeol, dia masih belum bisa melupakan Hani. Jika dia sedang duduk sendirian, hanya Hani yang ada di otaknya. Kalau sekarang biasa di sebut gagal move on.
Mungkin Chanyeol Gagal move on. Atau dia terjebak dalam cinta masa lalunya.
Mereka sudah menyelesaikan latihannya dan tengah istirahat. Chanyeol kembali melamun. Setelah Hani pergi Chanyeol selalu begini. Setalah Hani pergi Chanyeol mengurung dirinya di kamar selama sebulan.
Begitu besar kah pengaruh Hani sampai membuat Chanyeol menggila seperti ini. Begitu cinta kah Chanyeol pada Hani sampai dia seperti ini. Tapi bukankah Chanyeol yang menyuruh Hani pergi.
Kenapa dia yang sangat tersiksa. Memang waktu itu Chanyeol berkata seperti itu karena terbawa emosi sesaatnya.
Taeyong. Orang tuanya sudah memberitahunya bahwa Hani mendapat beasiswa di London. Tentu saja itu bohong. Karena Hani sebenarnya di Indonesia. Dan Taeyong hanya percaya saja tanpa ada rasa curiga sama sekali.
Kehidupan mereka berjalan dengan yah lumayan baiklah. Walau kadang mereka kembali mengingat kenangan-kenangan itu. Memang tak bisa untuk melupakan sesuatu begitu saja bukan?
---
Suasana di Kampus Hani.
Sekarang jam pelajaran sudah berakhir Hani dan Lya akan ke apartemen Hani. Katanya mereka mau drama marathon karena besok adalah hari minggu.
Mereka sudah diperjalanan. Diperjalanan menuju apartemen Hani mereka isi dengan karaokean didalam mobil. Cerita yang tak ada faedahnya sama sekali.
Tapi itulah sahabat. Akhirnya mereka tiba di apartemen Hani. Mereka masuk dan berjalan menuju kamar Hani.
"Han. Lo gak pernah cerita tuh. kehidupan lo di Korea yang singkat itu." Ucap Lya.
"Lo mau tau aja atau mau tau banget." Kata Hani sambil duduk diatas kasur queen size nya.
"Mau tau pake banget." Seru Lya dan berjalan menuju kasur dan duduk disana di sebelah Hani.
"Tapi kalo gw cerita lo bakal percaya atau gak?" Tanya Hani.
"Tenang.. gw percaya kok sama lo." Ucap Lya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tender Love (Pcy)
De TodoBudayakan Vote dan Comment Aku membutuhkan vote kalian..
